
"Boss semua sudah sesuai rencana!"
...["Citra, aku sudah memperingatkan mu, dan ini adalah akibat dari kamu yang tidak mau tahu tentang itu!"]...
"Bagus! bawa dia ke tempat seperti rencana, terserah kalian ingin di apakan wanita ****** itu, aku hanya ingin dia lenyap. Akan aku kirim uangnya ke rekening kalian, jika kalian telah menyelesaikan tugas, ingat untuk tidak meninggalkan jejak sedikitpun." Salah satu pelaku menghubungi otak dari segala rencana jahat ini, Van hitam yang membawa citra terus melaju cepat, tampak ada kehadiran mobil di arah berlawanan yang mencurigakan.
Lampu menyorot dari arah berlawanan membuat jarak pandang mereka kacau, Vios hitam terlihat semakin mendekat dengan kecepatan tinggi di jalur yang sama dengan Van hitam, keadaan yang panik membuat sopir Van hitam membanting kemudinya ke kanan dengan kecepatan tinggi. Mobil sempat berguling beberapa kali dan berhenti di ujung jalan yang curam.
Van hitam yang berguling disaksikan oleh Reza dari kejauhan di balik kemudi Mobil BMW yang dia bawa, membuatnya benar-benar ketakutan jika sesuatu yang fatal akan terjadi pada citra, sesaat setelah Van hitam itu telah berhenti, Reza langsung menghentikan mobilnya, Reza secepat kilat keluar dari mobil dan berlari sekuat yang dia bisa.
"Citra...!!!" Membuka paksa pintu yang masih terkunci, berusaha membuka jalur untuk menyelamatkan citra, Reza pun memecah kaca jendela dengan batu yang ada di dekatnya.
Melihat citra yang berlumuran darah semakin membuat jantung nya serasa melompat keluar. Menarik tubuh mungil itu, masih dalam keadaan tidak sadarkan diri. Pecahan kaca yang menggores lengannya pun sudah tidak ia rasakan sakitnya.
"Citra, aku disini jangan takut! buka matamu!" Memeriksa citra yang terluka dan jantungnya yang berdetak begitu lemah , Reza masih terus berjuang memberikan citra nafas buatan dan CPR. Menunggu dengan putus asa mobil penyelamat yang tak kunjung datang.
__ADS_1
"Citra kumohon buka matamu ... dengarkan aku, kembali kita masih harus menikah!" Menangis dan terus berkata-kata, berusaha membuat citra tersadar.
"Za,,, kecilkan suaramu! kamu membuatku tuli dengan terus berteriak di telingaku." Citra tersadar berkata dengan lemah menenangkan Reza yang sangat ketakutan, masih sempat citra menghibur Reza yang benar-benar terlihat putus asa jika sesuatu terjadi padanya."Tenanglah, aku baik-baik saja, aku hanya ingin tertidur sebentar, aku lelah. Aku lebih tenang karna kamu ada disini." Tambahnya.
"Syukurlah, kamu baik-baik saja, jangan pejamkan matamu dulu, kamu harus tetap sadar, apa kau engerti! jangan tinggalkan aku, aku harus bagaimana jika tanpa kamu." Memeluknya lembut masih mengalir air mata di pipi laki-laki yang dingin itu.
"Dulu kamu juga baik-baik saja tanpa aku, kenapa sekarang kamu manja sekali, aku tidak akan pergi sekarang, aku masih harus menuntutmu untuk 6tahun yang ku lewati sendiri!" Kata Citra yang tetap bercanda dengan keadaannya yang setengah sadari. Mencoba membuat Reza sedikit tenang.
"Sebentar lagi Wiliyam dan team penyelamat akan segera datang, bertahanlah sebentar lagi mengerti!!" Membelai rambut Citra dengan penuh kasih dan cinta. Reza menyadari firasat yang dirasakan Citra sejak kebahagiaan hadir dalam hidup mereka kini nyata terjadi.
Dari kejauhan Wiliyam dan mobil lain yang membawa team penyelamat datang,
"Kemari...!!" Reza melambaikan tangan memberi isyarat. Wiliyam segera menghampiri tuannya, para tim medis yang datang langsung memberi pertolongan pertama pada Citra dan Reza, para team medis membawa citra ke Rumah sakit untuk tidak lanjut perawatan, cidera kepala yang dialaminya sangat parah.
Seorang dokter membalut luka pada lengan reza yang terluka danberlumuran darah, kemeja blue light yang dia pakai kini menjadi warna merah karena darahnya yang tak kunjung berhenti mengalir.
__ADS_1
Sebelum pergi Reza memberi perintah pada wiliya untuk mengurus para pelaku yang masih terluka.
"Jangan biarkan mereka lolos, temukan dalangnya habiskan hingga akar." Perintah Reza pada Wiliyam.
"Baik tuan.".
Pergi dari tempat kejadian, Reza yang sepanjang jalan tangganya tak ingin lepas dari Citra, memanjatkan segala doa yang dia bisa. Wiliyam dan semua anak buahnya tinggal mengamankan lokasi. Membawa semua pelaku yang terlibat menjadi saksi kunci dalang dari kejadian ini.
Mereka hanya berjumlah 3orang. Satu diantara mereka telah tewas ditempat saat kejadian. Dua lainnya masih dalam keadaan koma.
......................
Ditempat lain, pelaku utama penculikan citra mendapatkan kabar tentang Citra yang berhasil selamat.
"Sial!!! kenapa kamu selalu saja beruntung citra! aku ingin kamu lenyap dari hadapanku" Mengobrak-obrik kantornya sendiri dengan kesal. Karena dia tidak dapat menyingkirkan citra, diapun beralih rencana untuk mengganggu keluarga citra yang lain, siapa lagi? kalau bukan ayah citra yang saat ini sendiri mengelola kedai hotpot milik keluarga di jogja.
__ADS_1