Anak Genius Ayahku Sangat Tampan Dan Kaya

Anak Genius Ayahku Sangat Tampan Dan Kaya
eps1.20 Bercerita masalalu pada mereka


__ADS_3

Di ruangan lain Reza dan tuan Hutomo sedang berdiskusi atau bisa di bilang Reza yang lebih terlihat sedang di interogasi oleh ayahnya sendiri.


"Ayah ada apa?"


"Apakah mereka benar-benar cucuku, darah daging mu?"


"Apakah ayah meragukan tes itu?"


"Tidak!! yang aku ragukan bukanlah tes DNA itu, tapi kamu!?"


"Aku!!?"


"Ya ayah fikir kamu adalah laki-laki yang tidak..... tapi nyatanya kamu malah langsung memakannya sampai habis dan memberi ku 2 jagoan kecil yang sangat tampan dan genius seperti ini."


"Ayah ini sedang memuji atau menghinaku?"


Reza heran sekaligus bahagia karna Tuan Hutomo yang hampir tidak pernah bercanda kini sedang mengobrol dan bercanda dengannya. Namu....


"Apa kamu sudah tau latar belakang gadis itu?" Membuat suasana menjadi canggung lagi, Reza menatap dan tersenyum seraya berkata


"Bukan tentang siapa dia dan darimana dia berasal ayah, tapi tentang bagaimana dia bisa merawat dan menyembuhkan luka!"


Tuan Hutomo sadar akan ucapan anaknya adalah ucapan yang dia berikan juga pada istrinya tercinta. Setelah berdiskusi cukup lama Reza dan Tuan Hutomo kembali, melihat pemandangan yang sangat jarang terjadi bahkan belum pernah terjadi pada hidup mereka.


Melihat istrinya yang begitu gembira bercanda bersama cucu-cucu dan anak perempuan nya. Saat itu dia merasakan keluarga besar yang sesungguhnya.

__ADS_1


Hari menjelang senja Tuan Hutomo membawa istrinya pulang bersama Jhonson dan Jhonatan. Citra yang masih begitu banyak pekerjaan tinggal di kantor bersama Reza untuk menyelesaikan tanggung jawab nya.


"Sangat menyenangkan berjalan menggandeng tangan nenek." Kata Jhonatan tampak bahagia di matanya, karna selama ini mereka hanya memiliki kakek saja dan itu sangat jauh di Jogja.


"Benarkan....!! Nenek akan membawa kalian makan enak hari ini." Mencubit hidung mancung cucu-cucunya. Ditengah keseruan mereka dalam perjalan pulang di lantai bawah lobi kantor, Renata sedang menunggu kedatangan Nyonya Micela dan Tuan Hutomo.


"Tante...!!" Sapa Renata dari jauh yang sok akrab.


Melihat Renata yang datang reaksi Jhonson dan Jhonatan menunjukkan sikap yang tidak bersahabat, Nyonya mengetahui perasan cucunya saat itu dan memiliki firasat yang sama dengan kehadiran Renata.


"Nenek,,,, dia bukan orang baik, dulu kakak dan aku pernah mendengar dia ingin mencelakai ibu dan mami kami." Bisik Jhonatan pada neneknya .


"Tante,, bagaimana kabar nya!" memberi salam dengan ciuman pipi kanan-kiri (cipika-cipiki), basa-basi menanyakan tentang kedatangan mereka kesini.


"Tante baik Renata, bagaimana kabar mu dan keluarga."


"Baiklah mengobrol nya di lanjutkan kapan-kapan lagi istriku, kita pergi ke restoran dekat sini, anak-anak sudah lapar sayang." Ajak Tuan Hutomo. Renata memandang Jhonson dan Jhonatan dengan dengki terlihat jelas di matanya namun masih berpura-pura manis.


"Mereka siapa Tante Om?"


"Oh ...mereka anak-anak Reza, yang ini adalah Jhonson kakak, dan ini sang adik Jhonatan."


Sambil menunjuk satu-satu dari cucunya.


"Anak-anak Reza!!!"

__ADS_1


"Sangat tampan kan, mereka bahkan lebih cerdas dari Reza di usianya, baiklah kami oamit dulu anak-anak sudah sangat lapar, sampai jumpa lagi." Nyonya Micela, Jhonson dan Jhonatan bersama Tuan Hutomo meninggalkan Renata sendiri, semakin membawa kebencian nya pada Citra.


Saat Nyonya Micela pergi bersama suami dan cucunya, Jhonson berinisiatif menanyakan bagaimana dulu mereka saling kenal. Dulu saat mereka masih menetap di Bali nenek Jhonson mengalami musibah dimana seseorang mencoba merampok nya menggunakan pisau, lalu Renata datang menjadi pahlawan sejak saat itu neneknya sangat menghargai keberanian Renata.


"Hei kakak, kejadian itu seperti sudah di atur sejak awal bukan?!" Bisik Jhonatan pada kakak nya .


"Nenek beberapa hari lalu wanita itu pernah akan memukul mami dan ibuku." Jhonson mengadu membuat Nyonya Micela dan suaminya memyengitkan alis, mendengar penjelasan Jhonson dan Jhonatan mereka semakin yakin dan mulai meragukan kebaikan yang selama ini di tunjukkan oleh Renata.


"Benarkah?,,, lalu siapa mami mu itu?" Tanya Nyonya Micela mengalihkan pembicaraan mereka.


"Mami adalah sahabat ibu yang merawat kami saat ibu sibuk bekerja, mami sangat baik dan cantik tapi dia adalah orang yang berterus terang jadi tidak ada laki-laki yg menekatinya "


"Mami kalian sangat baik, siapa namanya ?"


"Mami arzana."


Mereka terus bercerita tentang masa kecil kepada nenek dan kakeknya, kenakalan dan kecerdasan yang kadangkala membuat maminya kerepotan, dan ibu yang selalu menghukum anak-anak ketika mereka ketahuan meretas sistem apapun yang mereka anggap mainan.


Takjub dengan kecerdasan Jhonson dan Jhonatan terlintas di benak Tuan Hutomo jika suatu hari nanti anak-anak ini akan memberi banyak keberuntungan bagi Reza dan Citra.


Sedikit demi sedikit Menceritakan kehidupan masa lalu mereka yang menyenangkan meskipun tanpa sosok ayah di samping mereka. Anak-anak terus bercerita tentang betapa bahagianya mereka bersama ibu nya dan mami angkat mereka ayah ibu Reza bisa mengetahui jika citra bukanlah wanita yang hanya akan mencari kedudukan atau kekayaan yang akan melakukan hal-hal buruk dan segala macam cara wanita lain saat mendekati Reza.


...****************...


Terimakasih untuk like dan komentar nya

__ADS_1


Ardia sangat berterimakasih atas kritik dan saran dari teman-teman, tetep stay ya tunggu update selanjutnya


🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2