Anak Genius Ayahku Sangat Tampan Dan Kaya

Anak Genius Ayahku Sangat Tampan Dan Kaya
eps1.52 Memiliki tujuan yang berbeda-beda


__ADS_3

"Apa aku boleh masuk?" Tanya Adinata pelan dari balik pintu, Nanda hanya tersenyum melihat tingkah suaminya yang begitu sopan, Nanda membukakan pintu dengan sangat pelan agar tidak membangunkan Leo yang sudah lelap dari tadi.


"Kenap harus minta izin, ini juga adalah kamar mu, kamar kita." Berkata dengan lembut dan penuh kasih sayang..


"Terimakasih..." memeluk istrinya dengan hangat, larut dalam dekapan wanita nya.


"untuk??..."


"Terimakasih telah menungguku."


"Seharusnya aku yang berterimakasih karna kamu mau menunggu ku dan menerima Leo di samping ku." Melepaskan pelukan itu dan menatap wajah suaminya yang manja. "Malam semakin larut, besok akan ada banyak jadwal menunggumu."


"Tidur tapi sambil peluk aku..." Katanya manja


Nanda hanya menatap malu keheranan, bukan hanya Reza yang terlihat sisi manja di hadapan istrinya, tapi itu juga berlaku pada Adinata


Seorang CEO baru yang tidak kenal takut tentang apapun, kini bertekuk lutut pada satu wanita yang mampu mencairkan es di hatinya.


Nanda bercerita sambil memeluk Adinata yang begitu manja, malam itu mereka lewati dengan kehangatan kasih sayang, cinta yang dulu kehilangan jejaknya, kini kembali pada rotasi arah yang sama.


Perjuangan dan pengorbanan yang telah mereka lalui, terbayar dengan kebahagiaan yang kini ada dan mereka rasakan.


......................


Disisi lain, Balkon kamar Reza dan citra bercengkerama, mengulas kembali kisah mereka.


"Aku senang kamu mengingat semuanya !"


"Emmm..benarkah.... mungkin aku lebih bahagia darimu."


"Kenapa?"


"Karena aku telah mengingat semuanya, termasuk kamu dan ******anak-anak******" Suaranya penuh dengan kesedihan kepalanya juga tertunduk. "Terimakasih karna telah sabar menungguku"

__ADS_1


"Kenapa dulu tidak langsung datang padaku?" Merebahkan tubuhnya, berbaring di pangkuan citra ..."kenapa harus lari dan menghilang...! apa kamu tahu aku mencarimu seperti orang gila?" Reza meluapkan isi hatinya dengan bercerita di pangkuan citra, sambil di temani para bintang.


"Kamu ingin tahu?"


"Emmm... tentu saja... alasan apa yang membuat wanita sepertimu menolak laki-laki sempurna seperti ku?"Kata Reza percaya diri...


Smrik..."Tuan.... anda terlalu memuji diri sendiri." Sambil mengangkat kepala Reza yang berbaring di pangkuannya. "Tuan benar-benar ingin mendengarnya?"


"Emmmm"


"Tidak akan ******menyesal******"


Reza menggeleng dengan tatapan nya yang sangat yakin, Reza dengan serius mendengarkan seluruh cerita citra.


"Karena...."


"Apa....?!! katakan jangan membuatku penasaran!"


Citra malah tertawa geli sebelum mengatakan alasannya.


"Ahhh... ini sakit... baiklah... dengarkan baik baik!"


"Hem... cepat ceritakan aku akan mendengarkan nya dengan baik.... " Kembali berbaring di pangkuan citra.


...~Flashback on~...


..."Dulu bukan aku tidak ingin mencarimu, tapi tidak bisa. Apa yang akan kamu katakan jika aku tiba-tiba mencarimu dalam keadaan hamil... aku takut anggapan banyak orang, aku sangat takut akan pendapat semua orang. Aku takut jika mereka menganggap ku mencari segala cara hanya untuk mendekatimu....


...sebenarnya sejak awal bahkan aku tidak tahu, laki-laki yang menghabiskan malam denganku adalah seorang CEO terbaik di negara ini, sedangkan aku hanya anak penjual hotpot di sebuah kota kecil dengan kedai yang kecil. Aku menyimpan segala kesedihan dan hinaan di hatiku demi anak-anak, syukurlah mereka tumbuh dengan baik dan pintar."...


...~Flashback off~...


"Tahukah kamu jika aku mencarimu selama ini?"

__ADS_1


"Tidak... bagaimana aku tahu?"


"Apa kau tidak membaca surat kabar harian?"


"Aku terlalu sibuk untuk membaca surat kabar harian... jangankan untuk itu, waktu makan saja sering ku lewatkan."


Reza terdiam.... semakin menjadi rasa penyesalan dalam hatinya, kenapa dulu dia tidak mencoba lagi sekuat tenaga menggunakan koneksinya untuk mencari Citra.


"Suami mu ini, akan menebus kesalahan seumur hidupnya. Aku berjanji akan memberikan mu kehidupan yang tidak akan di miliki wanita lain." Bangkit dan memeluk erat tubuh mungil citra.


"Sudahlah... semua telah berlalu, kini semua baik-baik saja, dan aku telah memiliki mu disini." Membalas pelukan sang suami, mereka terdiam sejenak hanyut dalam keharmonisan. "Arzana berkata jika Jhonson akan pergi ke Korea untuk mewujudkan keinginannya menjadi dokter apa ku sudah tahu?"


Melepaskan pelukannya "Ya... aku sudah tahu, Bahkan anak itu yang langsung bicara padaku dan meminta izin. Citra... terimakasih telah mendidik anak-anak secerdas dan berbakti seperti Jhonson dan Jhonatan untuk ku."


Citra hanya tersenyum, kebanggaan pada putranya begitu terlukis di wajah Reza. Membuatnya begitu merasa lega.


"***Lalu apa yang akan kamu lakukan?"


"Aku sudah berdiskusi dengan ayah dan ibu, mereka memang tinggal di Korea sejak awal, jadi Jhonson bisa tinggal bersama kakek dan nenek nya disana."


"Lalu bagaimana dengan Jhonatan***?" Tanya Citra cemas karna memang kedua anak genius nya tidak pernah terpisahkan.


"***Jhonson berkata jika dia ingin membawa Jhonatan bersamanya, mereka akan belajar bersama meskipun dengan jurusan berbeda?!"


"Lalu aku bagaimana, Jika Jhonson dan Jhonatan pergi bersama kakek dan nenek nya, Arzana akan kembali ke kampung halaman bersama Wiliyam, kakak dan kakak ipar juga akan kembali ke Malaysia, lalu aku harus kemana*** "


"***Tentu saja bersamaku, kita akan kembali ke Jakarta, sesekali kita akan pulang ke Jogja menjenguk ayah Darwis, jika kamu rindu anak-anak kamu juga bisa pergi ke Korea melihat mereka."


" Baiklah.... terserah padamu saja*** ."


Malam semakin larut citra, citra dan Reza menyudahi obrolan mereka dan pergi beristirahat, Hari dimana Jhonson dan Jhonatan akan pergi bersekolah lun tinggal hitungan hari. Anggota keluarga akan pergi ke tempatnya masing-masing, Semakin memikirkan nya citra semakin merasa sedih.


...****************...

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2