
Disebuah Fila kecil di pinggiran kota, Adinata membawa citra pergi setelah mengelabuhi para pengawal Reza dan Wiliyam. Pagi yang cerah Adinata membuka tirai kamar tempat Citra melewati masa perawatan.
"Citra.... maaf aku pergi terlalu lama, maafkan aku karna aku pergi kamu jadi terluka!....." memeluk wajah citra, membelai rambutnya yang lembut."Aku akan menjemput anak-anak setelah kamu sadar, jadi kumohon buka matamu."
Sepanjang malah kemarin adinata terus berjaga di samping tempat tidur citra, berharap wanita mungil yang dia jaga selama ini akan membuka mata.
Menggenggam tangannya sepanjang malam, bercerita tentang masa lalu bersama, meski citra tidak bisa mendengar nya namun dia tetap merasa bahagia.
...~Flashback on~...
...Adinata adalah seorang anak jalanan yang dulu sempat di tolong oleh pak Darwis semasa jayanya, melihat potensi dan kecerdasan yang dia miliki pak Darwis mengaduk adinata seperti putranya sendiri mengurus dan menyekolahkan nya di sekolahan yang sama bersama citra, mereka tumbuh bersama, hingga saat tahun dimana masa keterpurukan pak Darwis datang, Adinata juga ikut menopang kesulitan bersama keluarga itu, membantu pak Darwis membuka kedai hotpot ala Korea yang sedang hitz kala itu, belum juga sembuh hatinya yang hancur karna jatuhnya kelurga Citra, kembali hati nya di hantam kabar yang sangat mengejutkan, setelah mendengar kehamilan Citra dia bertekat untuk menjadi ayah dari anak-anak Citra yang entah siapa ayahnya. Setelah Jhonson dan Jhonatan lahir, Adinata baru mengetahui jika ayah dari di kembar genius itu adalah Reza Hutomo orang terpandang dan paling berpengaruh di negaranya. Akhirnya Adinata bertekat mencari jati diri yang sebenarnya, siapa dia dan dari mana asalnya. Hanya melalui sebuah kalung yang dia miliki, Adinata berjuang kesana-kemari mencari sebuah petunjuk dan memberinya sebuah arah. Latar belakang yang dia miliki sebenarnya bukanlah hal kecil, Adinata adalah masih keturunan bangsawan Malaysia, yang memiliki gelar DATO, Kekayaan keluarganya juga tidak bisa di remehkan....
...~Flashback off~...
"Aku menunggu bangun, saat ini aku bisa menjaga mu dengan baik, aku akan membawamu pergi dari tempat penuh penderitaan ini ." Selama jantung Citra tetap berdetak semua masih ada harapan, dia akan terus berjaga dan menemani Citra sepanjang waktu.
Tok...Tok...Tok...
__ADS_1
"Tuan... waktunya untuk pemeriksaan Nyonya muda !" Kata dokter pribadinya.
"Baiklah tuan Putri waktunya pemeriksaan..." Membelai rambut Citra dengan lembut "panggil aku di kamar sebelah jika ada yang harus disampaikan, aku akan mandi sebentar di kamar sebelah... paman aku titip citra." Tambahnya.
Adinata pergi meninggalkan ruangan, dengan cermat dokter memeriksa keadaan Citra. "Nona yang baik, kenapa Kemalangan terus mendekatimu." ujarnya iba, mengganti perban di kepala citra dengan sangat hati-hati, setelah selesai menggantikan nya, dokter itu melihat jari citra sedikit bergerak.
"Panggil tuan muda kemari, nyonya memberi interaksi sedikit demi sedikit." Berkata pada seorang pelayan itu. Pelayan parubaya itu bergegas lari keruangan tuannya. Dengan nada gemetar yang terdengar senang.
"Tuan....Nyonya mulai sadar..." Mengetuk pintu ruangan Adinata dengan tidak sabar, Adinata lun membuka pintunya dengan tergesa-gesa, langkahnya lebar menuju kamar citra dengan cepat.
"Apa yang terjadi...? apa dia sadar...?" Berjalan dengan buru, melepas kacamatanya yang masih terpakai "Berikan perawatan yang ******terbaik******" Tambahnya lagi, duduk di ranjang bersebelahan dengan citra.
"Bagaimana anda begitu ******yakin******...!?" Mengerutkan dahi .
"Tuan, nyonya menunjukan tubuh yang sangat kuat dari pemulihan tubuhnya yang cepat, percayalah sebelum fajar dia akan bangun dan sehat kembali." Menepuk pundak Adinata dan meninggalkan ruangan.
...----------------...
__ADS_1
Di tempat lain, hari telah berganti mereka bertiga yang masih tertahan di hadapan komputer dan ponselnya.
"Apakah sudah bisa menghubungi papah?" Tanya Jhonson pada Jhonatan, Jhonatan yang sedang memutar memainkan ponselnya, hanya menggeleng kan kepala dan mengangkat bahunya.
"Bukankah kamu juga tahu, jika papa adalah orang genius." ujar Jhonatan " Kita hanya bisa berharap jika papah akan menghubungi kita lagi." Tambahnya
"Orang seperti apa papah kalian ini sebenarnya, bahkan teknologi ayah saja tidak bisa menembus nya." Sahut Reza yang menggaruk kepala di buat pusing. Mereka bertiga yang genius saja di buat tidak oleh Adinata.
"Papah dulu adalah siswa terbaik di jurusan IT kata ibu, papa juga yang melatih kami sejak dini." Jawab Jhonson
"Hei... jangan bangga kan papa kalian di hadapanku, itu membuatku sakit hati!" Ujar Reza menyentuk dadanya yang terluka. Si kembar genius hanya tertawa kecil melihat kepolosan sang ayah.
"Apa kalian tertawa, sudah tidak merasa khawatir kah dengan ibu kalian ?". Menjewer telinga kecil mereka
"Ayah.... itu sakit!" sahut si kembar bersamaan. "Awalnya kami sangat khawatir, tapi setelah tahu papa yang membawa pergi mama, rasa khawatir itu akan sia-sia!" Kata Jhonson, Reza hanya bisa mengerti dahinya keheranan, sebegitu percaya nya mereka pada Adinata ini, semakin di buat penasaran hati Reza.
...****************...
__ADS_1
Bersambung....