
...~Rumah keluarga Hutomo~...
Setelah mendengar sedikit cerita dari salsa, Jhonatan telah mengetahui fakta yang selama ini dia cari. Ia pun bergegas pulang dan mencari Citra.
"Ibu....!!" Teriaknya memanggil Citra, ia terus berlarian kesana kemari mencari keberadaan Citra.
"Ada apa sayang?" Citra yang menyahut panggilan itu dengan lembut dari taman samping.
"Ibu....." Berlari kearah citra dan membawanya duduk di kursi taman. "Apa benar jika wanita yang menyelamatkan ibu adalah gadis yang sama yang kakak cintai, benarkah jantung yang ada di tubuh salsa adalah milik hanny kekasih kakak Jhon?" Tanyanya tanpa henti.
Brakkk... Pot yang ada di tangannya put terjatuh. Citra terdiam bisu matanya membulat, terlihat raut wajah itu benar-benar terkejut akan semua pertanyaan yang di hujankan oleh jhonatan padanya. "Bag....Bagaimana kamu tahu Nathan....?"
"Ibu pernah berkata jika salsa adalah gadis penerima donor jantung dari gadis yang pernah menolong ibu, dan salsa berkata jika jantung miliknya adalah pemberian kakaknya!.... Ibu apa itu fakta yang selama ini ibu ******sembunyikan******? ***Bagaimana jika kakak tahu?!"
"Ibu juga baru mengetahui fakta beberapa waktu lalu, Ibu masih mencoba mencari kesempatan yang baik, ibu mencari waktu yang tepat untuk mengatakan pada kakakmu***."
Priankkkkkk
Suara riuh bunyi pecahan teko yang di jatuhkan Jhonson, tanpa mereka sadari Jhonson mendengar semua percakapan mereka tentang fakta yang ada. "Sejauh mana lagi takdir mempermainkan ku!"
"Jhonson!!!!" Panggil citra padanya. Namun Jhonson bahkan tak lagi menghiraukan panggilan sang ibu.
__ADS_1
"Cepat susul kakak mu!" Jhonatan dan citra mengikuti arah Jhonson pergi.
Jhonson segera mengandarai mobilnya, kemudi nya melaju cepat mengarah ke tempat salsa berada.
"Kakak sepertinya akan menemui salsa." Kata Jhonatan cemas, sambil ia terus berkonsentrasi dengan kemudi nya.
"Jhonson.... ibu mohon jangan lakukan hal-hal yang tidak ibu inginkan." Ucap Citra khawatir, melihat mobil Jhonson terus melaju dengan cepat.
......................
..."In memoria Jhonson"...
...Dalam kenangan Jhonson...
..."Setelah banyak kenangan manis yang kamu berikan, bisa-bisa nya kamu pergi tanpa sepatah kata untukku. Bisa-bisa nya kamu pergi meninggalkan kenangan manis yang menyakitkan ini. Bagaimana bisa kamu pergi begitu saja tanpa aku, dan meninggalkan cinta itu di jantung mu yang masih berdetak."...
Di balik kemudi, masih deras airmata Jhonson berlinang. Mengingat semua kenangan indah nan manis bersama wanita yang ia cintai.
Hingga sampai di depan Rumah sakit, ia berlari tunggang langgang, menerobos segala yang ada di hadapannya dan berlari ke arah salsa berada.
__ADS_1
Di ruangannya, Malda dengan setia menemani Salsa, mereka saling berbincang dengan akrab nya.
Brakkkk!!!
Jhonson membanting pintu ruangan salsa. "***Kakak!!"
"Dr. Jhon***??!"
Kedua gadis itu terkejut akan kehadiran Jhonson. Terlihat nafasnya terengah-engah, keringat bercucuran dari dahinya, matanya terlihat tampak sembab. Jhonson berjalan mendekati salsa, saat tiba ia di hadapan gadis ringkih itu.
Ia menjatuhkan dirinya dalam pangkuan gadis itu, lalu merambat dan memeluk tubuh kecil itu. Jhonson memeluknya erat, iapun menangis dalam rangkulan itu. Salsa yang keheranan matanya membulat dan memandang ke arah Malda.
Malda hanya mengangkat bahunya, memberi isyarat bahwa ia juga tidak mengetahui apa yang terjadi.
Terlihat pula Jhonatan dan citra hadir disana, melihat Jhonson yang memeluk salsa, sedikit lega perasaan ibu itu. Malda segera berlari kecil menghampiri ibunya. "Ibu ada apa dengan kakak?" Ucapnya penasaran, melihat tingkah kakak nya yang seperti kulkas itu kini meleleh dalam pelukan gadis itu.
"Kakak sudah mengetahui kebenarannya!" Sahut Jhonatan datar. Suaranya terdengar lega, semua kecemasan dalam fikirannya sirna setelah melihat Jhonson memeluk salsa. Namun ada rasa lain yang mengusik hatinya.
"Biarkan mereka bersama dulu... sebaiknya kita pergi...!" Ucap Citra.
...****************...
__ADS_1
Bersambung ...