
"Salsabila... namaku Salsabila! Kakak...?"
"Dia adikku...."
"Aaa... Jhon ke 2"
".. Jhonatan yang sering dokter Jhons ceritakan bukan!?"
Mata Jhon membulat, Jhonatan menarik tangan Jhonson di sebelahnya. Dan berbisik "Apa yang kamu ceritakan pada gadis cantik ini tentangku ha...!!?" .
(Smrik) " Tidak banyak hanya ...."
"Ku kira dia yang kakak...!" kata salsa menyela perdebatan merek.
"*P**uftt*...." Jhonson menahan tawanya.
"What....!!! apa aku terlihat setua itu..?"
"Tidak... Tapi karena badanmu lebih tinggi beberapa inchi dari dr.jhon !"
"Bwaahhaaahaaa..." Jhonatan membalas ejekan sang kakak dengan tawa lepas dari mulutnya.
"Bocah sialan!" Menyonor kepala adiknya. "Ya.. kamu berpihak pada siapa?!!"
"Aku tidak berpihak pada siapapun!" Salsa tertawa riang melihat dua saudara itu yang masih saling berdebat.
~Tit...tit...tit...tit~
Alarm gelang pasien milik salsa pun berbunyi.
"Sudah waktunya." Menunjuk pergelangan tangan "Dokter Jhon sampai jumpa... dan juga paman Nathan!" ledeknya.
Salsa berlari kecil meninggalkan mereka. "Dasar bocah tengil.. dia memanggilku paman..!"
__ADS_1
"Sudahlah jangan di ambil hati." Jhonson pergi meninggalkan Jhonatan sendiri.
"Kakak tunggu !."
"Hemm...apa ?"
"Sakit apa dia? apa sudah cukup lama?"
...~Flashback on~...
3Tahun lalu, di jalanan kota yang sepi Jhonson baru saja pulang untuk jadwal kunjungannya. Namun di tengah jalan seseorang gadis menghentikan mobilnya dengan gaun putih oenuh darah. Kakinya sudah tertatih langkahnya begitu lemah.
Jhonson lantas memeriksa keadaan nya, gadis itu adalah Salsabila. Hidupnya terlalu kesepian, di tinggal di sebuah kondominium mewah di tengah kota.
Hidupnya yang begitu sepi membuatnya selalu mencari kesenangan di luar, namun nahas malam itu beberapa orang mencoba merampok dan melecehkan nya.
Dengan kekuatannya yang kecil dan luka-luka parah di tubuhnya. Salsabila mampu melepaskan diri dari para bandit-bandit itu.
Namun Jhonson setia menemani Salsa, bukan tanpa alasan. Jhonson melihatnya begitu tidak asing seperti seseorang yang sangat berharga dalam hidupnya. Bahkan terkadang Jhonson juga menganggap salsa seperti Malda.
Sejak saat itulah mereka saling mengisi. Jhonson yang saat itu juga kehilangan seseorang yang dia cintai dan salsa yang begitu membutuhkan figur seorang kakak sebagai walinya.
...~Flasback off~...
"Lalu dimana keluarganya...?"
"Dia sebatang kara....!"
"Jadi dia tinggal di RS sejak saat itu?!"
"Yah... kurang lebih begitu! disini juga dia sedang menyembuhkan mentalnya."
"Lalu biaya rumah sakitnya selama ini?"
__ADS_1
"Keluarga meninggalkan banyak kekayaan yang tidak akan habis di makan salsa sendiri."
"Tapi meskipun keluarganya meninggalkan begitu banyak warisan yang tidak akan habisnya untuk hidup salsa sampai anak cucunya, dia tetap terlihat begitu menyedihkan***."
...----------------...
Perjalanan Malda ke kantor. Malda yang terus berdiam diri seakan banyak pertanyaan di kepalanya begitu berat.
Kondisi citra yang semakin lama di sadari olehnya "Ada apa sebenarnya pada ibu...! " ujarnya khawatir, Malda sibuk mencari sesuatu di tasnya.
Sekertaris calling....
📱📱
"Halo nona Malda ...?!"
"Paman ada yang ingin Malda tanyakan pada paman !"
"Ada apa nona?!'
"Tentang ibu....!!"
Seketika sang sekretaris terdiam tanpa kata, saat Malda membahas tentang kesehatan ibunya.
"Itu nona....??!! "
Jawabannya tertatih, semakin membuat Malda begitu penasaran apa.yanv sebenarnya kakak dan ayahnya sembunyikan. Kenapa hanya Reza dan Jhonson yang di beritahu akan keadaan Citra. Kenapa tidak dengan Malda dan Jhonatan.
...----------------...
Bersambung...
__ADS_1