
Dokter keluar dari ruangan Leo
Wajah cemas dokter menambah kekhawatiran Nanda.
"Bagaimana keadaan anak saya dok....?!" Tanya Nanda tidak sabar.
"Kami harus melakukan beberapa tes lagi Nyonya..."
"Tes lagi....??" Nanda semakin panik dengan jawaban yang di berikan dokter itu. "Bukankah anak saya hanya demam?!"
"Gejala yang di alami anak anda cukup serius, kami harus melakukan tes darah dan Aspirasi sumsum tulang"
"Anak y apa dok?" Nanda mulai menangis. Citra pun hadir dosisnya memberi kekuatan.
"Dari gejala yang dia alami, kemungkinan anak anda mengidap penyakit leukimia!" Jelas dokter pada Nanda seketika Nanda lemas terduduk tidak berdaya.
"Apakah tes nya memakan waktu dok?" Tanya Citra .
" Selain tes diagnosis di atas, Kami juga akan melakukan pemeriksaan lanjutan lain untuk memeriksa kelainan organ
,CT scan, dan MRI, Lumbal pungsi, Tes fungsi hati, Biopsi "
Citra hanya terdiam memeluk Nanda yang menangis sejadi-jadinya.
"Kenapa harus Leo... kenapa harus sekarang ...Tuhan...apa yang harus aku lakukan!!" Jerit Nanda dalam hati .
"Kenapa harus Leo... kenapa bukan aku ...! Citra apa yang harus kakak lakukan?" Ucap Nanda sambil menangis, meluapkan sesak di hatinya.
Citra tidak tahu harus berbuat apa yang dia lakukan hanyalah terus memeluk Nanda dan menenangkan nya.
Reza berpaling, hatinya ikut hancur melihat anak sekecil itu harus menerima ujian yang begitu besar . Reza meminta ibu dan ayahnya untuk menjaga Jhonson dan Jhonatan, lebih baik untuk mereka tidak tahu.
Tapi anggapan Reza salah, dia lupa bahwa anak-anak nya terlalu genius dan dewasa untuk mengerti keadaan ini, bukan genius namanya jika mereka sampai tidak mengetahui apa yang terjadi.
"Apa ayah telp nenek...?" Tanya Jhonatan pada nyonya Micela yang baru saja menelpon Reza
"***Iya..."
"Bagaimana keadaan adik kecil ?"
"Adik baik baik' saja***...." Namun wajah nyonya terlihat begitu pucat dan khawatir, membuat Jhonatan merasa ada yang tidak beres dengan keadaan yang ada...
__ADS_1
"Baiklah... semoga demam adik lekas turun." Katanya polos membuat nyonya merasa jika Jhonatan benar-benar percaya bahwa Leo baik-baik saja. "***Aku akan ke kamar kakak ya nek.."
"Tentu... kerjakan tugas mu lalu turun untuk makan malam"
"emmm***..." ..
Jhonatan berlari ke atas menuju kamar Jhonson, sang adik menceritakan bahwa ada yang tidak beres dengan keadaan adik mereka Leo.
"Kakak aku rasa ada yang tidak beres..."
"Tenang saja, .. kakak sedang mencari data adik di RS ayah, kita lihat apa yang terjadi."
"Wahh... kakak memang genius !"
"Ketemu....!!!"
Setelah perbincangan panjang mereka meretas akses data pasien di RS milik ayahnya, dengan seksama mereka membaca hasil pemeriksaan Leo...
...(("Leukemia limfoblastik akut...
...Acute lymphoblastic leukemia atau leukemia limfoblastik akut terjadi ketika sumsum tulang terlalu banyak memproduksi sel darah putih jenis limfosit yang belum matang atau limfoblas.))...
"Ini kabar buruk...!" Kata Jhonatan serius "apa papa Adinata tahu tentang ini?" tambahnya lagi.
"Ucapan kakak ada benarnya***."
Anak-anak genius itu langsung mencari solusi, cara agar adik kecil mereka harus selamat. Jhonson mulai mempelajari tentang Acute lymphoblastic leukemia.
"***Satu-satunya cara tercepat untuk penyakit ini adalah donor sumsum tulang belakang."
"Berarti kita harus mencari sumsum tercocok untuk adik, dan itu harus dari orang terdekat."
"Benar sekali***..."
Dengan kegeniusan mereka, Jhonson dan Jhonatan lantas mencari donor untuk sumsum tulang belakang yang cocok bagi Leo.
......................
Disisi lain
Reza menghubungi Adinata yang mungkin masih sibuk dengan pekerjaannya. Namun Reza tak langsung memberi kabar pilu ini pada Adinata.
__ADS_1
...~Percakapan telepon Reza dan Adinata ~...
"Hallo... ya ada apa Za...?"
"Kakak ... sebaiknya kakak kembali kesini dalam waktu dekat?"
"Kenapa..?
"Tidak apa... hanya saja kakak harus menyelesaikan pekerjaan disana secepat yang kakak bisa!"
"Reza... jangan membuatku penasaran..... aaahhh bagaimana kabar anak dan istriku.. sedang apa mereka...?"
"Mereka tidak baik-baik saja...!"
"Apa maksudmu???"
"Kakak ... aku tidak bisa menjelaskan semua lewat telp. "
Merasa ada yang tidak beres dengan keadaan Nanda dan leo, Adinata mengerti apa yang di maksud Reza."Baikalah.. aku akan segera kembali..."
...~Percakapan telepon selesai~...
Mereka harus menunggu 1hari lagi untuk mengetahui hasil tes laboratorium Leo, memastikan apakah dugaan dokter itu benar atau salah.
Ketakutan mereka manjadi nyata, Leo mengidap Acute lymphoblastic leukemia.
Reza, Citra dan Nanda mengetahui jika penyakit Leo bukanlah hal yang ringan. Guncangan besar di hati Nanda membuatnya semakin terdiam tanpa kata.
"Kita harus mencari ayah Leo... kita harus mendapatkan sumsum tulang belakang untuk Leo." Kata Citra dengan semangat, berharap agar Nanda tidak lagi terkurung dalam kesedihannya.
"Baiklah... aku akan berusaha mencari keberadaan mantan suami kakak ipar dan...."
"Tidak perlu...!"
"Kakak....!" Citra begitu terkejut dengan ucapan Nandan "***Bagaimana kakak bisa bicara begitu untuk keselamatan Leo.."
"Tidak perlu citra..... kakak bilang tidak perlu mencari mantan suamiku. Cukup tunggu Adinata kembali....."
"Tapi bagaimana dengan Leo... susun kakak tidak cocok untuk nya."
"Citra ...kumohon dengarkan aku.. jangan mencari mantan suami ku, itu benar benar tidak perlu...karna....'"
__ADS_1
...****************...
Bersambung***.....