ANDAI AKU SEMPURNA

ANDAI AKU SEMPURNA
Eps 12


__ADS_3

Lama mereka berbincang, hingga tak terasa akhirnya mereka pun telah sampai di depan gerbang SMA Garuda sakti.


Sekretaris Ken turun bersama Pak sopir, untuk membantu Alan duduk di atas kursi rodanya.


"Apa perlu saya antar sampai di depan kelas anda tuan?" tanya sekretaris Ken kepada Alan.


"Tidak perlu repot-repot sekretaris Ken, anda boleh pulang sekarang."


"Baiklah Tuan Alan. Kalau begitu, saya permisi dulu!"


"Baiklah, terima kasih sekretaris Ken," balas Alan seraya menganggukkan kepalanya, lalu melihat sekretaris Ken kembali masuk ke dalam mobil, dan berlalu pergi.


Alan menjalankan kursi rodanya menggunakan kedua tangannya, pergi masuk ke dalam sekolah menuju kelas.


Sesampainya di kelas 11 B.


Alan masuk ke dalam sana, matanya terus mencari-cari dimana keberadaan Riza, Alan merasa tidak enak dengan kejadian kemarin.


"Ah, itu dia!" batin Alan senang melihat sesosok remaja yang tengah ia cari sedang duduk sendiri di tempat duduknya sembari membaca sebuah komik.


Dengan lekas Alan pergi menghampiri Riza.


"Riza!" panggil Alan kepada remaja yang sedang asyik dengan komik yang ia baca itu.


"Iyah?" tanya Riza seraya mendongakkan kepalanya, menghadap ke arah seseorang yang sedang memanggil namanya.


"Maaf yah, kemarin sudah buat kamu gak nyaman," ujar Alan merasa tak enak.


"Iyah Alan tenang aja, nggak masalah kok. Lagian, itu juga salah gua sudah masuk ke sembarang tempat," balas Riza.


"Iyah," angguk Alan.


"Oh yah ngomong-ngomong, lo kok bisa tahu?" tanya Riza penasaran.


"Iyah, kemarin Kakak Elang sendiri yang bilang sama aku, maaf yah kalau Kakak aku sudah bikin kamu takut."


"Hahaha iyah-iyah Alan, santai aja kali, gua juga minta maaf yah sudah masuk sembarangan, habisnya sih, rumah lo gede banget."


"Hm, oh yah nih tugas kerja kelompok kita, kamu boleh cek lagi barangkali ada yang salah," jawab Alan, sembari membuka tas ranselnya mengambil sebuah makalah tugas yang kemarin mereka kerjakan bersama.


"Buat apa di cek lagi, pasti bener lah. Tenang, pasti nanti kita bakal dapat nilai tertinggi dikelas," ujar Riza dengan percaya dirinya.

__ADS_1


"Iyah, semoga."


"Gua harus terus membuat Alan menyukai gua. Dengan begitu, rencana gua akan berhasil," batin Riza tersenyum licik.


...********...


-Perusahaan Putra.


Sekretaris Ken baru saja sampai di depan kantor perusahaan milik atasannya, baru selangkah ia hendak masuk ke dalam, tiba-tiba terdengar suara yang sedang memanggil namanya.


"Yoo sekretaris Ken!" panggil seseorang yang seketika membuat langkah sekretaris Ken terhenti lalu membalikkan badannya.


"Tu-Tuan, apa yang sedang anda lakukan di sini?" tanya sekretaris Ken dibuat terkejut dengan kedatangan lelaki tersebut.


"Apakah begitu caramu menyambutku? Haahh sudah jauh-jauh aku pulang dari luar negeri, dan hanya disambut dengan raut wajah menyebalkan itu."


"Maafkan saya Tuan, saya hanya merasa terkejut saja, bukankah seharusnya anda pulang bulan depan?" tanya sekretaris Ken kepada seorang laki-laki yang tengah berdiri di hadapannya.


"Rapat diajukan, jadi aku dipulangkan lebih cepat, daripada kau terus bertanya kenapa aku ada di sini. Lebih baik aku yang bertanya, dimana Elang?"


"Tuan Elang ada di dalam, di ruangannya Tuan," jawab sekretaris Ken.


"Dasar si kulkas, masih saja suka menyendiri kepada semua orang, kalau begitu terus kapan bisa dapet ceweknya?" ucapnya merasa empati sekaligus prihatin dengan keadaan temannya.


"Sifat buaya anda, memang tidak pernah bisa hilang yah Tuan," batin sekretaris Ken yang hanya bisa geleng-geleng kepala, lalu lekas menyusul kepergian lelaki tersebut.


...********...


"Tuan Andhikaaa!!!"


"Tuan, anda sudah kembali!"


"Ampun, lelaki idaman nomer dua setelah Tuan Elangku."


"Tuan Andhikaaa!!!" riuh suara sorak histeris memanggil nama pria yang sedang berjalan melewati mereka, lelaki idaman nomer dua setelah Tuan Elang, pikir mereka.


"Lihat Ken, inilah yang dinamakan sambutan terbaik," bisik Andhika bangga, kepada sekretaris Ken di belakangnya.


"Iyah tuan," balas sekretaris menganggukkan kepalanya.


Laki-laki yang bernama Andhika Andaresta, lelaki yang suka tebar pesona dengan ketampanannya yang paripurna. Buaya darat, itulah sebutan Elang untuk teman dekatnya itu.

__ADS_1


"Dedek manis," ucap Andhika, memberhentikan seorang karyawan wanita yang sedang berjalan dengan membawa beberapa berkas pekerjaan.


"Ya ampun gantengnya," batin karyawan wanita tersebut dibuat meleleh, setelah melihat siapa yang telah memberhentikan dirinya.


"I-iyah Tuan Andhika?" tanyanya dengan nada gemetar.


"Tolong buatkan saya kopi yah!" pinta Andhika mengeluarkan jurus andalannya, dengan memanfaatkan wajah tampannya sebagai senjata dan tak lupa dengan suaranya yang berat dan dalam.


"Iyah Tuan Andhika, segera saya buatkan!" angguk karyawan wanita tersebut dengan cepat, mengiyakan apa yang Andhika minta.


Info: Efek jurus andalan Andhika dapat mengakibatkan lawannya tidak bisa menolak apa yang ia minta. Sungguh dahsyat bukan!


"Apa yang anda lakukan Tuan? Nanti Tuan Elang bisa marah kalau sampai tahu ada salah satu karyawannya yang tidak melakukan pekerjaannya," sahut sekretaris Ken kepada Andhika.


"Sudahlah tidak apa-apa, ini hanya segelas kopi kan, nggak sampai lima menit beres kok, dedek manis tolong buatin yah, saya tunggu di ruangan Tuan Elang!" balas Andhika tak peduli dengan peringatan dari sekretaris Ken. Ia sudah ahli dalam mengatasi kemarahan temannya itu.


"Baik Tuan," jawab karyawan wanita tersebut lekas pergi dari sana untuk membuatkan segelas kopi.


"Jadi orang tampan ternyata gini yah Ken, haahh lumayan lumayan."


"Lumayan apa Tuan?" tanya sekretaris Ken penasaran.


"Lumayan enak hahahaha!" balas Andhika tertawa terbahak-bahak.


"Anda memang buaya sejati yah tuan," batin sekretaris Ken mengelus dada.


"Udahlah yuk ke atas nemuin si kulkas, aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengannya," ucap Andhika lekas menuju ke ruangan Elang.


"Baik tuan," balas sekretaris Ken.


...********...


"Hallo brother!" sapa Andhika tiba-tiba masuk ke dalam, membuat Elang yang tengah duduk di kursi kantornya sontak terkejut, lalu memasang wajah dingin penuh kekesalan kearah temannya itu.


"Ma-maafkan saya Tuan Elang, saya sudah menyuruh tuan Andhika untuk mengetuk pintu tapi...."


"Sudahlah Ken tidak masalah, orang waras memang harus ngalah," potong Elang.


"Ululu Elang, gak kangen apa sama sahabat kamu yang ganteng ini," ucap Andhika bersikap imut kepada Elang, ia tidak peduli harus dibilang orang gila atau sudah hilang akal. Asal Elang yang mengatakannya, ia sama sekali tidak merasa keberatan.


"Berhenti memanggilku dengan nada sok imut itu," balas Elang dingin, jujur saja ia merasa geli dengan sikap Andhika.

__ADS_1


"Benarkah, kalau begitu nih imut imut imut!" ucap Andhika tak berhenti menggoda sahabatnya, menurutnya kekesalan Elang adalah hal yang seru baginya.


...°•••|ANDAI AKU SEMPURNA|•••°...


__ADS_2