ANDAI AKU SEMPURNA

ANDAI AKU SEMPURNA
Eps 53


__ADS_3

Di dalam mobil Alan masih dengan perasaan kesal, ia tidak mendapatkan informasi apapun dari sana. Kenapa kedua wanita itu tidak mau menjawab pertanyaannya dan tidak mau menunjukkan apa yang Alan minta.


"Sudahlah Tuan Alan, mungkin memang informasi yang saya dapatkan salah," ucap sekretaris Ken dengan posisi duduk di samping Alan.


"Tidak Ken, kau tidak salah," balas Alan.


"Tetapi merekalah yang salah, kita sudah meminta baik-baik dan bertanya secara sopan kepada mereka. Lalu apa yang dua wanita itu lakukan, mereka malah menolak dan mengusir kita dari sana."


"Kalaupun memang anak itu tidak pernah dititipkan di sana. Lalu kenapa mereka harus marah dan bersikap seperti itu," sambungnya.


"Yah Tuan, saya juga sepemikiran dengan anda. Tapi mau bagaimana lagi, kita tidak memiliki cukup bukti untuk menjelaskannya kepada mereka dan membuat dua wanita itu mengerti. Karna hanya foto itu yang kita punya," ujar sekretaris Ken.


"Oh yah Tuan, kalau boleh saya tahu darimana anda mendapatkan foto itu?" sambung sekretaris Ken bertanya.


"Aku menemukannya di ruangan pribadi Kak Elang, di dalam sebuah kardus dengan beberapa mainan anak kecil," jawab Alan.


"Aku mengenal semua mainan Kakak Elang, karna sewaktu kecil dulu aku sering bermain bersama dia. Tapi... untuk semua mainan yang berada di dalam kardus itu terlalu asing."


"Kemarin, waktu kita berkunjung ke sana, aku juga sudah bertanya kepada Ibunda. Tapi Bunda tidak mau menjawab dan malah menyuruhku untuk keluar membantu Ayah di taman. Kalaupun anak itu tidak ada hubungannya dengan apapun, lalu kenapa mereka harus takut?"


"Itulah mengapa aku sangat ingin mengetahui tentang siapa anak laki-laki ini. Kalaupun mereka tidak mau memberitahukannya kepada diriku, aku akan mencari sendiri kebenarannya."


"Ada sesuatu hal yang belum aku mengerti dan diriku pahami tentang keluarga ku sendiri. Ada sebuah rahasia besar dibalik keluarga putra, dan itu pasti berhubungan dengan foto anak laki-laki itu," pungkas Alan dengan nada suara serius.


"Yah Tuan, saya juga pasti akan membantu anda untuk mengungkap semuanya," sahut sekretaris Ken.


"Hm baiklah, terima kasih banyak Ken!" balas Alan tersenyum kecil mendengarnya.


"Sama-sama Tuan, itu sudah menjadi tugas saya."


Tak lama kemudian, akhirnya mereka berdua pun telah sampai di rumah kediaman Elang.


Mobil hitam yang ditumpangi oleh Alan berjalan memasuki pintu gerbang rumah, sudah ada Angga yang menunggu kedatangan Tuannya di sana.

__ADS_1


Alan keluar dari dalam mobilnya dengan dibukakan pintu oleh sekretaris Ken, dan berjalan menghampiri Angga.


"Angga, bagaimana kondisi mu? Sudah merasa baikan?" tanya Alan yang sudah berdiri di hadapan Angga, yang tengah memasang raut wajah cemas kepada dirinya.


"Angga kau kenapa?" tanya Alan.


"Apa kau masih demam?" sambungnya sembari menempelkan punggung tangannya di dahi Angga.


"Tuan Alan anda darimana saja? Kenapa anda pergi keluar dan tidak mau memberitahu terlebih dahulu kepada saya. Bagaimana kalau sampai anda kenapa-kenapa? Bagaimana kalau sampai anda terluka, dan bagaimana kalau sampai ada seseorang yang berniat buruk kepada anda?" ceramah Angga panjang kali lebar, dirinya amat mencemaskan tentang keadaan Tuannya.


"Sudahlah Angga tenang!" balas Alan mencoba untuk menenangkan bodyguardnya itu, dirinya seperti melihat duplikat Kakak Elang di hadapannya.


"Tadi kau masih sakit Angga, badanmu masih demam. Sebelum berangkat tadi aku melihat dirimu tertidur pulas di dalam kamar, jadi aku merasa tak tega untuk membangunkan mu," sambung Alan.


Yah, Angga memang sakit sehabis menjadi kuli di rumah kedua orang tua Alan, untuk membantu Tuan putra memperbaiki tamannya. Angga tidak terbiasa dengan pekerjaan berat, walaupun dibalik bajunya terdapat perut sixpack dan juga otot-otot yang kuat. Tapi kalau soal adu kekuatan jangan ditanya loh yah!


"Tapi seharusnya, anda tadi tetap membangunkan saya saja tuan, karena itu memang sudah menjadi tugas saya sebagai seorang bodyguard," balas Angga. Tuannya Alan memang terlalu baik kepada dirinya.


"Sudahlah Angga, bodyguard juga tetap seorang manusia yang butuh istirahat. Benarkan Ken?" ucap Alan sembari menoleh ke arah sekretaris Ken.


"Iyah sekretaris Ken, Tuan Alan terima kasih banyak atas perhatian dan sikap baik anda kepada saya," balas Angga menundukkan kepala.


"Su-sudahlah kalian berdua, berhenti bersikap seperti ini kepadaku. Kalian sudah aku anggap seperti bagian dari keluarga ku sendiri, jadi wajar kalau sampai aku mengkhawatirkan tentang kondisi kalian," balas Alan canggung.


"Sudahlah, lebih baik sekarang kita masuk ke dalam!"


"Baik Tuan Alan," jawab sekretaris Ken dan Angga bersama, lalu mereka bertiga pun berjalan masuk ke dalam rumah.


Keesokan harinya....


Alan sudah pergi berangkat diantar Pak sopir menuju ke sekolah dengan mengenakan baju seragam dan membawa tas ransel hitamnya.


Disaat dipertengahan jalan menuju ke sekolah, tiba-tiba Alan meminta kepada sopirnya untuk berbalik arah.

__ADS_1


-Di dalam mobil


"Pak, tolong antarkan saya ke panti asuhan Abyakta yah!" pinta Alan kepada sopirnya.


"Ta-tapi tuan, bagaimana dengan sekolah anda?" tanya Pak sopir.


"Untuk hari ini saya sudah izin kepada guru pengajar saya Pak, jadi tolong antarkan saya ke sana!" pinta Alan sekali lagi.


"Tolong Pak, pliisss!!!" mohon Alan dengan menunjukkan wajah puppy eyes nya.


"Ba-baiklah Tuan, saya antarkan anda ke sana," balas Pak sopir lalu segera memutar kemudi mobilnya menuju ke panti asuhan Abyakta.


"Tuan gua imut banget deh," batin Pak sopir gemas.


Alan telah berbohong kepada Pak sopir, ia membolos sekolah untuk hari ini. Tidak ada siapapun yang mengetahui tentang hal ini kecuali dirinya sendiri, kalau Alan sudah berencana untuk pergi ke panti asuhan Abyakta untuk memuaskan rasa penasarannya yang kemarin sempat tertunda.


Beberapa menit kemudian, akhirnya Alan telah sampai di panti asuhan Abyakta. Dengan segera Alan memakai topi putih dan jaket hitamnya yang dirinya ambil dari dalam tas ransel hitam miliknya.


Setelah selesai, Alan langsung keluar dari dalam mobil.


"Tuan Alan, apa perlu saya menunggu anda di sini Tuan?" tanya Pak sopir.


"Tidak perlu pak, anda boleh langsung pulang," jawab Alan.


"Baiklah Tuan," angguk Pak sopir.


"Oh yah Pak!" panggil Alan kepada sopirnya.


"Iyah Tuan Alan?"


"Kalau ada yang bertanya kepada anda tentang saya, tolong jawab saja seperti biasanya kalau saya sudah berada disekolah," pinta Alan.


"Baiklah Tuan, akan saya lakukan seperti mau anda," jawab Pak sopir lalu kembali masuk ke dalam mobil, dan segera pergi meninggalkan Alan sendirian.

__ADS_1


"Yosh, sekarang sudah waktunya untuk mengungkap segalanya," ujar Alan sembari membenarkan posisi topinya, dan dengan langkah kaki mantab berjalan menuju pintu gerbang masuk panti asuhan Abyakta.


...°•••|ANDAI AKU SEMPURNA|•••°...


__ADS_2