
Setelah selesai makan bersama, mereka berdua pun memutuskan untuk segera pergi keluar dari dalam restoran.
-Di luar restoran.
"Bagaimana Alan, apa kau sudah kenyang?" tanya Andhika kepada Alan.
"Iyah Kak, alhamdulilah perut Alan sudah kenyang," jawab Alan dengan kedua sudut bibir yang mengembang.
"Emmmm habis ini kita mau kemana Kak, apa mau langsung pulang?" sambung Alan bertanya.
"Yah enggak dong Alan, Kak Andhika masih ada sesuatu buat Alan. Yuk masuk mobil!" balas Andhika, lalu mengajak Alan untuk masuk ke dalam mobilnya. Dan mereka berdua pun pergi menuju ke suatu tempat.
Di dalam mobil, Alan berbincang-bincang bersama Andhika, sembari sesekali menolehkan kepalanya melihat pemandangan di luar kaca mobil untuk mengusir rasa bosan.
Disaat-saat Alan tengah asik menyibukkan matanya dengan pemandangan di luar kaca mobil. Pengelihatan anak itu menangkap sesuatu. "Eh, itu bukannya?"
Alan melihat seorang pria bertopi hitam itu lagi, sedang menyapu dedaunan kering dipinggir jalan. Pria yang dulu pernah memiliki masalah dengan satpam rumahnya, karena telah menabrak pintu gerbang disaat acara ulang tahunnya.
"Kak Andhika, berhenti sebentar kak!" pinta Alan kepada Andhika.
Andhika menuruti apa yang Alan katakan, dirinya menepikan mobilnya dipinggir jalan, "Kenapa Alan?" tanya Andhika kepada Alan, tiba-tiba meminta dirinya untuk berhenti.
"Tunggu sebentar yah kak!" ucap Alan tak menjawab pertanyaan dari Andhika, dirinya langsung buru-buru keluar untuk menemui pria bertopi hitam tersebut.
Dari spion kanan mobil Andhika bisa melihat, Alan tengah berjalan menghampiri seseorang.
"Assalamualaikum, hallo Mas!" sapa Alan kepada pria itu yang sedang sibuk melakukan pekerjaannya.
Pria bertopi hitam itu hanya diam, dan tidak menjawab. Sehingga membuat Alan mendengus sebal.
"Mas, kalau ada orang salam itu harus dijawab," tutur Alan.
"Waalaikumussalam," balas pria bertopi hitam itu sambil menghela napas berat.
"Nih orang ngapain sih, gak tahu orang lagi kerja apa," batinnya merasa terusik.
"Iyah ada apa? Mohon maaf saya sedang sibuk. Kalau mobilnya bocor, mogok atau ada masalah, cari aja orang lain buat bantu," sambung pria bertopi hitam tersebut.
"Eh, mak-maksud saya ke sini bukan itu kok Mas," jawab Alan mengelak.
"Terus?"
"Mas masih ingat saya kan?" tanya Alan sambil menunjuk dirinya sendiri.
Pria bertopi hitam itu memperhatikan Alan dengan baik-baik, mulai dari ujung kaki sampai ujung rambut. Dirinya mencoba mengingat-ingat kembali siapa orang yang sedang berdiri di hadapannya saat ini.
__ADS_1
"Owh, kamu orang yang punya satpam galak itu yah!" ucapnya.
"Astagfirullah, cara mengingat orang macam apa itu," batin Alan.
"I-iyah Mas, itu saya," jawab Alan ragu-ragu. Sekarang dirinya dicap sebagai orang yang memiliki satpam galak oleh pria itu.
"Ada apa? Apa kau ke sini untuk meminta bayaran ganti rugi soal bekas lecet yang ku buat di gerbang rumah mu?" tanya pria itu.
"Ini, untuk hari ini aku masih bisa mendapatkan segini dari hasil keringatku," sambungnya sembari mengeluarkan uang dua puluh lima ribu dari dalam saku celananya.
"Eng-enggak usah kok Mas, niatan saya kemari bukan untuk meminta bayaran ganti rugi dari anda," jawab Alan merasa tidak enak, dirinya menolak pemberian uang tersebut.
"Lalu apa?" tanyanya.
"Saya ingin berkenalan dengan anda. Perkenalkan nama saya Alan Angkasa Putra, anda bisa memanggil saya Alan," ucap Alan memperkenalkan dirinya sembari mengulurkan jabatan tangan.
"Hm," pria bertopi hitam itu tersenyum sinis melihatnya, entah dengan alasan apa dirinya tersenyum seperti itu.
"Apa kau yakin mau berkenalan dengan diriku?" tanya pria itu.
"Eh," ujar Alan kaget mendapat respon aneh dari laki-laki tersebut.
"Kalian dari kalangan orang kaya, bukankah untuk berkenalan atau menjalin hubungan sebuah pertemanan harus memandang status seseorang?" sambungnya sembari membalikkan badan.
"Tidak!" tegas Alan.
"Haahh baiklah," hela pria itu dengan posisi masih membelakangi tubuh Alan.
"Kau bisa memanggilku Al," balasnya tersenyum, sembari menoleh ke arah Alan lalu pergi meninggalkan dirinya.
"Ma-mata itu, sama seperti," Alan dibuat terkejut, melihat sorot mata dari pria bertopi hitam itu tadi, sekilas sama persis seperti milik seseorang yang begitu dekat dengan dirinya.
Alan berjalan kembali menuju mobil Andhika, dengan masih memikirkan soal laki-laki yang baru dia kenal itu.
-Di dalam mobil.
"Alan, siapa dia?" tanya Andhika kepada Alan yang kini sudah masuk dan duduk di dalam mobilnya.
"Dia teman Alan Kak, maaf yah Kak! Sudah buat Kak Andhika nunggu lama," balas Alan, lalu membuat Andhika manggut-manggut mendengarnya.
"Iyah nggak apa-apa, kita lanjut jalan yah!" ucap Andhika.
"Iyah kak," angguk Alan, lalu mereka berdua pun melanjutkan perjalanan.
"Mata itu, dan ada tahi lalat di bawah mata kanannya. Kenapa bisa mirip dengan foto itu? Apa ini hanya kebetulan, atau itu memang dia?" batin Alan semakin dibuat penasaran.
__ADS_1
...********...
Setelah selesai mengajak Alan pergi jalan-jalan bersama Andhika, akhirnya mereka berdua memutuskan untuk pulang.
Sesampainya di kediaman Elang.
"Terimakasih banyak Kak Andhika! Alan seneng banget," ucap Alan berterima kasih.
"Iyah sama-sama," jawab Andhika.
"Kak Andhika nggak mau masuk dulu kak? Biar Alan buatin minum untuk Kakak," tawar Alan.
"Enggak usah kok Alan, Kak Andhika mau langsung pulang aja," jawab Andhika.
"Titipin salam aja buat Angga dan Ken!" sambungnya.
"Siap Kak, sekali lagi makasih banyak yah Kak!" balas Alan lalu melihat Andhika kembali masuk ke dalam mobilnya.
"Hati-hati Kak Andhika!" ujar Alan sedikit keras, menyaksikan mobil itu berlalu keluar dari pintu gerbang rumahnya.
Setelah menunggu mobil Andhika benar-benar pergi, barulah Alan memutuskan untuk masuk ke dalam rumahnya.
"Selamat datang Tuan Alan!" sambut sekretaris Ken kepada Tuannya.
"Iyah Ken," balas Alan.
"Bagaimana perjalanan anda Tuan? Apakah menyenangkan?" tanya sekretaris Ken.
"Iyah Ken, perjalanan tadi sangat menyenangkan," jawab Alan tersenyum lebar.
"Syukurlah kalau anda senang," sahut sekretaris Ken.
"Oh yah Ken, apa aku boleh menanyakan sesuatu?"
"Silahkan Tuan, saya akan menjawab semampu saya," jawab sekretaris Ken.
"Apakah dulu Kak Elang pernah menyuruhmu untuk mencari tahu tentang status atau informasi mengenai seseorang?"
"Pernah tuan, memangnya ada apa anda menanyakan soal hal itu? Apakah anda juga ingin saya mencari tahu mengenai seseorang?" balas sekretaris Ken berbalik bertanya.
"Hm iyah Ken, aku ingin kau mencari tahu mengenai informasi tentang anak ini!" balas Alan sembari memberikan selembar foto kepada sekretaris Ken.
"Tolong yah Ken, aku sangat membutuhkannya. Kalau kau sudah menemukan informasi mengenai anak itu, walaupun sedikit. Tolong beritahu aku!"
"Baik Tuan, saya akan berusaha untuk mencari tahu mengenai anak ini," jawab sekretaris Ken lalu melihat Tuannya tersenyum singkat sebagai jawaban, sebelum akhirnya pergi menuju ke kamar.
__ADS_1
...°•••|ANDAI AKU SEMPURNA|•••°...