ANDAI AKU SEMPURNA

ANDAI AKU SEMPURNA
Eps 50


__ADS_3

"Sayang banget, kalau aja Bi Ana tahu. Pasti Alan sudah mendapatkan beberapa informasi tentang anak itu," batin Alan sembari berjalan menuju pintu rumahnya, dirinya merasa kecewa karena belum bisa mengungkap siapa sebenarnya foto anak lelaki tersebut.


Ketika Alan hendak masuk ke dalam rumah, ada sebuah mobil hitam berhenti di depan pintu gerbang.


"Eh itu bukannya," ucap Alan memicingkan mata, melihat ke arah mobil hitam mulai memasuki area rumah, setelah Pak satpam membukakan pintu gerbang untuknya.


"Itu mobilnya Kak Andhika kan?" sambungnya menebak, dan benar saja. Sesosok lelaki berwajah tampan yang penuh akan jutaan pesona keluar dari dalam mobil hitam tersebut.


"Kak Andhika!" teriak Alan memanggil namanya, lalu berlari menghampiri Andhika.


"Yoo Alan," balas Andhika kepada Alan.


"Kenapa Kak Andhika gak kabarin Alan dulu, kalau mau datang ke sini?" tanya Alan.


"Ini kejutan untukmu Alan," jawab Andhika tersenyum.


"Oh yah, kamu sibuk nggak?"


"Enggak kok kak, Alan lagi senggang sekarang. Enggak tahu juga mau ngapain," jawab Alan.


"Bagus, kalau begitu ikut keluar sama Kak Andhika yuk!" ajak Andhika.


"Keluar? Jalan-jalan maksudnya?"


"Iyah, waktu itu kan Kak Andhika sudah pernah janji mau kasih kamu hadiah ulang tahun. Sekarang Kak Andhika mau tepatin janji itu."


"Iyah Alan inget, kalau begitu Alan masuk dulu yah Kak mau ganti baju sebentar," balas Alan antusias.


"Iyah, cepetan gih ganti bajunya!" suruh Andhika, lalu melihat Alan berlari masuk kedalamnya rumahnya untuk mengganti pakaian.


Beberapa saat kemudian....


Setelah selesai berganti pakaian, Alan berjalan keluar dari dalam rumahnya menuju Andhika yang sudah menunggunya di sana.


"Sudah selesai?" tanya Andhika.


"Hem sudah kak," jawab Alan mengangguk.


"Alan!" panggil Andhika.


"Iyah Kak?"


"Kamu beli mobil baru yah?" tanya Andhika sembari memandang ke arah garasi rumahnya, yang terdapat sebuah mobil Ferrari berwarna merah.


"Oh itu, Alan nggak beli mobil baru kok Kak."


"Terus? Itu mobilnya siapa?" tanya Andhika sekali lagi.

__ADS_1


"Itu hadiah yang Om Reno kasih buat Alan waktu acara ulang tahun kemarin," jawab Alan, seketika membuat kedua bola mata Andhika terbelalak.


"APAAAA!!!" batin Andhika menjerit.


"Jadi merinding gua, serem juga hadiah dari tuh Om Om. Gua jadi takut, hadiah gua nanti gak bakal ada apa-apanya."


"Kak Andhika! Kaakk! Kak Andhika lagi ngelamunin apa?" tanya Alan sambil melambaikan tangannya di depan wajah Andhika.


"Eh eng-enggak apa-apa kok, kaget aja lihat hadiahnya hehehe."


"Kenapa? Kakak takut yah, kalau hadiah yang Kakak kasih nanti kalah mewah sama punyanya Om Reno," ucap Alan mampu menebak isi pikiran lelaki itu.


"Nih anak punya kekuatan indihome yah, jadi ngeri gua," batin Andhika menatap takut ke arah Alan. Indigo maksudnya guys.


"Tenang aja kok Kak. Semewah dan sebagus apapun hadiahnya, tidak jadi masalah. Karena yang terpenting adalah niatnya bukan harganya. Itu yang pernah Kakak Elang katakan kepada Alan," sambung Alan tersenyum, mampu membuat pria yang sedang berdiri di hadapannya saat ini merasa terharu.


"Hiks Alan. Dasar si kutub, andai lo cewek tub, pasti bakal gua kawinin lo," batin Andhika.


"Iyah," angguk Andhika.


"Yuk berangkat!" ajaknya.


"Siap kak," balas Alan, dan mereka berdua pun segera masuk ke dalam mobil, dengan Andhika sendiri yang menyetir.


-Di dalam mobil.


"Ada deh Alan, kalau dikasih tahu bukan kejutan lagi dong namanya," jawab Andhika sembari sibuk mengemudikan mobilnya.


"Kenapa? Penasaran yah. Tenang, sebentar lagi juga sampai kok."


"Oke kak."


Selang beberapa menit kemudian, akhirnya mereka telah sampai di sebuah restoran yang begitu besar dan juga mewah.


"Yuk turun!" Ajak Andhika kepada Alan, selepas memarkirkan mobil tersebut di tempat parkir.


Mereka berdua berjalan bersama-sama menuju pintu masuk restoran yang terbuat dari emas, sudah bisa terlihat bahwa ini adalah tempat makan untuk para kalangan kelas atas.


Pintu pun terbuka, Andhika dan Alan sudah disambut oleh para pelayan restoran yang sudah berbaris rapi untuk menyambut kedatangan Tuhan mereka.


"Selamat datang Tuan Andhika!" sambut mereka semua sembari menundukkan kepala.


"Mari Tuan! Kami sudah menyiapkan sebuah tempat yang anda inginkan," ucap salah satu pelayan kepada Andhika.


"Hm baiklah," balas Andhika.


"Ayo Alan!" ajak Andhika sembari menoleh ke arah Alan.

__ADS_1


"Iyah kak," jawab Alan gugup. "Restoran sultan ini mah," batin Alan terpesona dengan dekorasi indah di dalam sana.


"Silahkan Tuan-Tuan!" ucap pelayan tersebut sembari membukakan sebuah pintu berlapis emas kepada mereka berdua.


"Ru-ruangan VVIP?" batin Alan dibuat terkejut.


Akhirnya, Andhika dan Alan pun berjalan memasuki ruangan makan VVIP tersebut.


-Di dalam ruang makan VVIP.


Mereka berdua dipersilahkan duduk di sebuah kursi yang sudah disiapkan dengan baik dan khusus.


"Kak Andhika!" panggil Alan berbisik, kepada Andhika yang tengah duduk di depannya.


"Iyah?" balas Andhika sembari melihat ke arah Alan.


"I-ini beneran kita makan di sini Kak?" tanya Alan yang masih dibuat tidak percaya.


"Iyah lah Alan, memangnya kenapa? Kamu nggak suka yah?"


"Bu-bukannya gitu kak, Alan... Alan cuman takut aja," balas Alan sambil menundukkan kepala.


"Takut kenapa? Restorannya gak horor kok, ngapain harus takut?"


"Alan takut, cuman gara-gara Kak Andhika pingin kasih hadiah buat ulang tahun Alan malah bikin repot, dan nguras uang kantongnya Kakak," jawab Alan.


"Ini kan ruang VVIP Kak," sambungnya.


"Hahahaha," terdengar suara gelak dari Andhika, setelah mendengar apa yang Alan katakan.


"Eh malah ketawa," batin Alan.


"Hati kamu tuh lembut banget sih Alan, tenang aja! Uang kakak nggak bakalan habis kok, lagian ini restoran kan punyanya Kak Andhika, jadi nggak perlu takut," balas Andhika dengan masih terselip tawa di dalamnya.


"Dah lah, Om Reno sama Kak Andhika gak ada bedanya, sama aja," batin Alan, dirinya merasa menyesal telah mengatakan kata-kata itu tadi kepada Andhika.


"Gimana? Enggak kalah toh sama hadiahnya tuh Om Om," ujar Andhika sembari menaik turunkan kedua alisnya.


"Iyah deh iyah, hadiah kak Andhika gak kalah keren sama punyanya Om Reno," balas Alan dengan nada terpaksa.


"Ya udahlah yuk makan! Kak Andhika sudah siapkan banyak makanan lezat untuk Alan."


"Okey," jawab Alan kembali antusias setelah mendengar kata makanan.


Tak lama kemudian makanan pun datang, dan mereka berdua segera menyantap semua hidangan itu dengan lahap.


...°•••|ANDAI AKU SEMPURNA|•••°...

__ADS_1


__ADS_2