
Beberapa bulan kemudian, disaat Alan tengah sibuk untuk memulihkan kembali kedua kakinya, Elang yang sudah hampir selesai dengan urusan pekerjaannya akan segera kembali pulang ke negara Y.
-Perusahaan Avilio.
"Terimakasih banyak Tuan Elang, atas kerja sama anda," ucap Zen sembari mengulurkan jabatan tangan kepada Elang.
"Iyah Tuan Zen sama-sama," balas Elang menerima jabatan tangan tersebut.
"Mmm apakah anda akan langsung pulang ke negara Y? Tidak mau berkeliling sebentar di negara Z?" tanya Zen.
"Tidak Tuan, saya ingin mencari sebuah hadiah terlebih dahulu untuk Adik saya," Balas Elang.
"Hadiah? Apakah maksud anda untuk Adik anda yang bernama Alan, sebentar lagi dia akan berulang tahun?"
"Benar Tuan, hadiah ini untuk Adik saya Alan," jawab Elang.
"Hoho, kalau boleh tahu, anda mau memberinya hadiah apa?" tanya Zen sekali lagi.
"Sebuah kursi roda, apakah anda tahu dimana tempat untuk membelinya?" balas Elang lalu bertanya.
"Tentu saja, saya akan menunjukkan dimana tempat menjual sebuah kursi roda terbaik di negara Z, mari Tuan Elang saya antar!" ujar Zen bersemangat.
"Baik Tuan Zen, sebelumnya saya ucapkan terima kasih karna sudah mau membantu saya," jawab Elang.
"Tidak perlu sungkan-sungkan Tuan Elang, ini juga sebagai bentuk balasan terima kasih untuk anda karna telah mau bekerja sama dengan perusahaan saya," balas Zen.
"Kalau begitu, saya pamit keluar dulu untuk menyiapkan mobil, mari!" sambungnya, lalu berjalan pergi keluar ruangan, dibalas anggukan oleh Elang dan sekretarisnya.
"Kalau begitu ayo Ken, kita susul dia!" ajak Elang, lalu ikut pergi keluar ruangan menyusul Zen.
"Baik tuan," jawab sekretaris Ken lalu berjalan menyusul tuannya.
Sesampainya di luar gedung perusahaan, mereka bertiga segera masuk ke dalam mobil hitam milik Zen, untuk pergi ke sebuah tempat toko perlengkapan medis.
...********...
-Toko perlengkapan medis negara Z.
Akhirnya, mereka bertiga telah sampai. Dengan segera, mereka turun dari dalam mobil dan masuk ke dalam toko tersebut.
Toko yang cukup besar, serta peralatannya yang cukup lengkap dan kualitasnya yang sudah tidak bisa diragukan. Tidak heran, jika Zen merekomendasikan toko ini kepada Elang.
Para pelayan toko mengantarkan mereka bertiga ke tempat kursi roda berada. Cukup lama Elang melihat dan memilih beberapa kursi roda yang berada di sana. Hingga pandangannya, tertuju kepada sebuah kursi roda yang menurutnya itu pas dan cocok untuk Alan.
Ia berjalan menghampiri kursi roda tersebut dan memegangnya, "Alan pasti akan sangat menyukainya," batin Elang tersenyum simpul, ia sudah bisa membayangkan jika Alan duduk di sana dengan raut wajah gembira. Ini akan menjadi kado terbaik untuk Adiknya.
"Aku mau mengambil yang ini," ucap Elang sembari menunjuk ke arah kursi roda yang ia inginkan, lalu dibalas anggukan oleh pelayan toko tersebut.
"Baik Tuan."
"Ken, tolong urus sisanya! Aku akan keluar sebentar menemui Tuan Zen," suruh Elang kepada sekretarisnya.
"Baik Tuan, serahkan kepada saya," jawab sekretaris Ken lalu melihat Tuannya berjalan keluar toko.
__ADS_1
...********...
Di luar toko perlengkapan medis negara Z.
Elang yang tengah sibuk mengobrol bersama Tuan Zen, lalu melihat sekretarisnya Ken berjalan keluar menghampiri mereka berdua.
"Sudah selesai Ken?" tanya Elang.
"Sudah Tuan, tapi pemilik toko bilang kepada saya kalau ia juga memiliki beberapa cabang di negara Y. Jadi, kursi roda yang anda pesan akan langsung diantarkan ke negara Y dan kita bisa mengambilnya di sana," jelas sekretaris Ken.
"Baiklah, aku sudah tidak sabar menanti hari itu tiba," ucap Elang.
"Baik Tuan Zen, terima kasih karena sudah mau membantu saya. Kami berdua pamit dulu."
"Sama-sama Tuan Elang, senang bisa membantu anda. Semoga perjalanan kalian menyenangkan dan selamat sampai tujuan," balas Zen.
"Titipkan salam ku kepada Alan," sambungnya lalu dibalas anggukan oleh Elang.
"Kami permisi dulu Tuan Zen, sampai jumpa!" pamit Elang dan sekretaris Ken, lalu berjalan masuk ke dalam mobil taxi yang sudah mereka pesan.
...********...
-Kamar Alan.
"A-APAAAA!!!" teriak Angga dengan mata membulat dan mulut terbuka lebar, dirinya dibuat terkejut tak percaya, dengan pemandangan yang ada di hadapannya.
"Tu-tuan Alan, a-anda," sambungnya terbata, melihat Tuannya Alan yang dulu lumpuh dan hanya bisa duduk di atas kursi rodanya, sekarang dia tengah berdiri tegap dengan kedua kakinya.
"I-iyah Tuan, tidak sia-sia selama berbulan-bulan anda berjuang, akhirnya anda mendapatkan hasil yang selama ini anda inginkan," jawab Angga, lalu mendapati saku celananya bergetar.
Angga menggerogoh saku celananya, mengambil sebuah handphone dan mengangkatnya.
Angga: "Assalamualaikum Tuan Elang!"
^^^Elang: "Waalaikumussalam Angga."^^^
Angga: "Apakah ada sesuatu yang penting Tuan?"
^^^Elang: "Tidak, tidak ada. Hanya saja, aku ingin memberitahukan sesuatu kalau sebentar lagi aku akan pulang ke negara Y, mungkin besok aku akan sampai di rumah."^^^
^^^Elang: "Jadi tolong sampaikan kepada Alan, kalau besok Kakaknya akan pulang!"^^^
Angga: "Baik Tuan, akan saya sampaikan."
^^^Elang: "Terima kasih Angga, aku tutup dulu. Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh!"^^^
Angga: "Waalaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh."
/Tut Tut Tut/ panggilan diakhiri.
"Siapa Angga?" tanya Alan.
"Kakak anda Tuan," jawab Angga.
__ADS_1
"Hah benarkah?! Apa yang dia katakan?" tanya Alan antusias.
"Tuan Elang berkata kalau besok ia akan pulang Tuan," jawab Angga, membuat senyuman dibibir Alan semakin mengembang.
"Yes, cepatlah pulang Kakak, Adik mu mempunyai sebuah kejutan," batin Alan sudah tidak sabar.
...********...
Keesokan harinya, Elang dan sekretarisnya Ken sudah sampai di negara Y, dan sedang dalam perjalanan menuju ke rumah mereka.
-Dalam mobil.
"Anda terlihat begitu antusias Tuan," ucap sekretaris Ken kepada Tuannya yang tengah duduk di sampingnya.
"Be-benarkah?"
"Yah Tuan, dari mulai kita turun di bandara hingga sekarang, senyuman anda belum juga pudar," jawab sekretaris Ken senang melihat keadaan Tuannya.
"Haaah, jadi kau diam-diam suka memperhatikan yah," ucap Elang.
"Yah, mungkin saat ini aku merasa antusias dan senang. Karena aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengannya," sambung Elang tersenyum kecil.
"Semoga Tuan Alan suka dengan hadiah anda tuan," ujar sekretaris Ken.
"Hm."
"Pasti, dia akan suka," batin Elang yakin.
...********...
-Kediaman Elang.
"Kita sudah sampai Tuan," ucap sekretaris Ken turun dari dalam mobilnya, lalu membukakan pintu untuk Elang.
"Yah," balas Elang lalu segera keluar dari dalam mobil.
Elang dan sekretaris Ken lekas berjalan menuju pintu rumah, dengan sang sopir dan beberapa pelayan yang membantu untuk membawakan barang-barang mereka.
Elang berjalan masuk ke dalam rumahnya, seperti biasanya ia sudah disambut oleh beberapa pelayan yang sudah berjejer rapi di sana. "Selamat datang Tuan Elang!" sambut mereka dengan menundukkan kepala.
"Hm," deham Elang sembari terus berjalan melewati mereka.
"Bi Ana, dimana Alan?" tanya Elang kepada Bi Ana, ia sudah tidak sabar untuk segera bertemu dengan Adiknya.
"Tuan Alan..."
"Kakak!" belum sempat Bi Ana menyelesaikan kalimatnya, terdengar suara yang membuat pandangan mereka berdua teralih ke arah sumber suara tersebut.
"Kakak sudah pulang," sambung Alan yang membuat Elang diam seribu bahasa dengan raut wajah terkejut melihat keadaan Adiknya.
"A-Alan!"
...°•••|ANDAI AKU SEMPURNA|•••°...
__ADS_1