ANDAI AKU SEMPURNA

ANDAI AKU SEMPURNA
Eps 52


__ADS_3

Keesokan harinya....


Setelah selesai sarapan pagi di meja makan, Alan memutuskan untuk segera berangkat pergi ke sekolah.


"Terimakasih sarapannya Bi, Alan pergi berangkat dulu yah Bi!" pamit Alan kepada Bi Ana yang tengah berdiri tak jauh dari dirinya berada.


"Iyah Tuan, hati-hati!" balas bi Ana dengan menundukkan kepala.


Alan memakai tas ransel hitamnya yang ia gantung di bahu kanan, lalu berjalan menuju pintu rumah.


"Tuan Alan!" panggil sekretaris Ken membuat langkah Alan terhenti di ambang pintu, dan menoleh ke arah sekretarisnya itu.


"Iyah Ken?" balas Alan menunggu apa yang mau laki-laki itu katakan.


"Ada sesuatu penting yang ingin saya katakan, ini mengenai hal itu Tuan," ujar sekretaris Ken membuat Alan mengangguk paham. Lalu mengajaknya, untuk pergi ke suatu tempat yang lebih sepi dan hanya terdapat mereka berdua di sana.


"Iyah Ken katakan, apa kau sudah menemukan informasi mengenai anak laki-laki yang ada di dalam foto itu?" tanya Alan kepada sekretaris Ken.


"Maaf Tuan, saya tidak bisa menemukan informasi apapun mengenai anak itu," jawab sekretaris Ken merasa bersalah karena telah gagal melakukan tugas yang Tuannya itu berikan.


"Apa terlalu sulit untuk menemukan informasi mengenai anak itu Ken?" tanya Alan.


"Bukan sulit Tuan. tetapi, disaat saya sedang berusaha mencari informasi mengenai anak itu. Data tentangnya seperti telah sengaja dihapus oleh seseorang, sehingga saya tidak bisa menemukan informasi apapun mengenai dirinya."


"Apa, di hapus?" batin Alan sembari dengan seksama mendengarkan penjelasan dari sekretaris Ken.


"Kecuali...."


"Kecuali apa?" sahut Alan penasaran.


"Saya menemukan sedikit informasi, kalau anak itu pernah dirawat di sebuah panti asuhan yang bernama Abyakta. Saat saya telusuri lebih dalam, ternyata letak panti asuhan itu berada tak jauh dari sini Tuan," jelas sekretaris Ken.


"Panti asuhan Abyakta yah," gumam Alan.


"Baiklah Ken, sepulang sekolah kita akan pergi ke sana untuk mencari tahu lebih banyak informasi mengenai anak itu. Kalau begitu, aku pergi berangkat sekolah dulu,"


"Baik Tuan, hati-hati Tuan! Semoga hari anda menyenangkan," balas sekretaris Ken, dan melihat anak itu berlari-lari kecil menuruni beberapa anak tangga menghampiri sebuah mobil untuk mengantarkannya ke sekolah.


Seperti biasa, Alan menjalani rutinitas sebagai remaja SMA layaknya anak-anak normal. Untuk satu hari ini saja, Alan berharap waktu bisa berjalan lebih cepat. Hingga....


Bel pulang sekolah berbunyi, para dewan guru pengajar di tiap-tiap kelas mengakhiri pembelajaran mereka untuk hari ini.

__ADS_1


Alan segera membereskan semua buku-buku dan memasukkannya ke dalam tas. Dengan segera ia berlari keluar dari dalam kelas menuju pintu gerbang sekolah.


Dirinya ingin segera cepat-cepat pulang agar bisa segera pergi ke tempat panti asuhan yang dikatakan oleh sekretaris Ken kepada dirinya. Alan langsung bergegas masuk ke dalam mobil jemputan, yang sudah menunggu di depan pintu gerbang sekolah SMA Garuda Sakti.


...*******...


Sesampainya di kediaman Elang.


Alan keluar dari dalam mobilnya, langsung bergegas masuk ke dalam rumah.


"Tuan Alan, anda sudah pulang," sambut sekretaris Ken.


"Iyah Ken, aku sudah pulang. Aku buru-buru pulang dari sekolah agar kita berdua bisa segera berangkat pergi ke sana," balas Alan.


"Baiklah, apa kita bisa berangkat sekarang Tuan? Atau perlu saya menunggu anda sebentar untuk pergi bersiap-siap?" tanya sekretaris Ken.


"Tidak Ken, aku berangkat dengan menggunakan baju seragam ini saja. Agar tidak membuang-buang waktu lama," jawab Alan, lalu mereka berdua pun segera berangkat, pergi menuju ke tempat panti asuhan Abyakta tersebut.


Selang beberapa menit kemudian....


Akhirnya, mereka berdua telah sampai di sebuah panti asuhan Abyakta. Sebuah panti asuhan yang tidak begitu besar dan berada tak jauh dari jalan raya.


"Halo Tuan-Tuan, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya salah satu dari kedua wanita itu.


"Iyah Bu, apakah benar ini panti asuhan Abyakta?" tanya sekretaris Ken.


"Benar Tuan, ini panti asuhan Abyakta," jawabnya.


"Perkenalkan saya Ken, sekretaris dari Tuan saya Alan. Kami berdua datang kemari, karena ada sebuah urusan penting yang ingin kami berdua ketahui," ujar sekretaris Ken lalu dipersilahkan untuk masuk oleh kedua wanita pengurus panti asuhan itu.


"Baiklah Tuan, mari! Kita bicarakan ini di dalam saja."


"Baik Bu, terima kasih!" balas sekretaris Ken


-Di dalam panti asuhan Abyakta.


Alan melihat begitu banyak anak kecil di sana, mereka semua sedang asik bermain bersama. Tempat ini terasa begitu bahagia dan tentram, penuh akan canda tawa dan keceriaan anak-anak.


Tepatnya di ruang tengah, Alan dan sekretaris Ken serta kedua wanita tersebut duduk di sebuah kursi, serta sebuah meja bundar di tengah-tengah mereka.


"Baiklah Tuan-Tuan, sesuatu penting apa yang kalian maksud?" tanya salah satu dari mereka.

__ADS_1


"Saya menemukan informasi kalau ada anak laki-laki yang pernah dititipkan di panti asuhan ini," balas sekretaris Ken mulai menjelaskan semuanya.


"Anak laki-laki? Maaf Tuan, kalau boleh saya tahu anak yang mana yah?" tanyanya.


"Ini Bu, anak yang kami maksud," sahut Alan sembari menunjukkan foto tersebut dan menaruhnya di atas meja.


Mata kedua wanita itu saling bertatapan, seperti sedang mengisyaratkan sesuatu. Alan yang melihatnya merasa curiga sekaligus penasaran dengan gelagat tak biasa mereka.


"Bu, apa kalian tahu mengenai anak ini?" tanya Alan, membuat perhatian mereka kembali beralih kepadanya.


"Tidak Tuan, kami tidak mengenal siapa anak laki-laki yang berada di dalam foto itu," jawab mereka.


"Tidak mungkin Bu, saya menemukan sebuah informasi kalau anak laki-laki ini pernah dititipkan di sini, tidak mungkin kalau kalian berdua tidak mengenalinya," sahut sekretaris Ken.


"Maaf Tuan, tapi itu memang faktanya. Panti asuhan kami tidak pernah menerima ataupun mengenali anak laki-laki yang terdapat dalam foto itu," tegas mereka berdua.


"Kalau kalian berdua memang yakin tidak pernah menerima anak yang berada di dalam foto ini. Apa boleh kami melihat daftar anak-anak yang ada di panti asuhan Abyakta? Pasti foto mereka semua juga ada bukan?" tambah Alan.


"Sekali lagi maaf Tuan, untuk mengenai daftar anak-anak yang ada di panti asuhan Abyakta bersifat pribadi dan terjaga. Kami tidak bisa menunjukannya kepada orang tidak dikenal seperti kalian berdua," jawab salah satu dari mereka mulai tersulut emosi. Tapi Alan bisa melihat tatapan cemas dikedua bola mata mereka.


"Sebaiknya Tuan-Tuan segera pergi dari sini, karena kalian berdua telah menganggu ketentraman di panti asuhan kami," ucap mereka berdua sambil berdiri dari tempat duduknya, dengan nada sedikit mengusir kepada Alan dan sekretaris Ken.


"Kenapa kami berdua harus pergi? Kami belum mendapatkan sebuah jawaban yang kami inginkan, kalian berdua belum menjawab mengenai siapa anak laki-laki itu," balas Alan ikut langsung berdiri dari kursinya, dirinya ikut tersulut emosi karena jawaban menyebalkan dari mereka berdua.


"Tenang Tuan Alan, kontrol emosi anda!" ujar sekretaris Ken mencoba untuk menenangkan Alan yang mulai terpancing amarah.


"Tapi Ken-"


"Sudah Tuan, lebih baik kita pulang saja. Sepertinya, kita tidak diterima dengan baik di sini," potong sekretaris Ken kepada Alan.


"Baiklah Bu, terima kasih banyak atas waktunya. Kami berdua pamit untuk pergi dulu," ucap sekretaris Ken dengan sopan kepada kedua wanita tersebut.


"Yah, baiklah," ketusnya.


"Ayo Tuan!" lalu sekretaris Ken dengan segera mengajak Alan untuk pergi keluar dari dalam panti asuhan Abyakta tersebut.


Mereka berdua berjalan menuju mobil, dengan masih diikuti oleh dua wanita tersebut yang berjalan mengekor di belakang.


Dengan segera, Alan dan sekretaris Ken kembali masuk ke dalam mobil mereka, dan berlalu pergi dari sana.


...°•••|ANDAI AKU SEMPURNA|•••°...

__ADS_1


__ADS_2