Antara Aku & Kakak

Antara Aku & Kakak
bab 36


__ADS_3

Keesokan harinya...


Aku mengetahui semua tentang Kak Tery, dia berusaha dengan segala cara untuk memisahkan Aku dengan Indra. Abi bercerita dengan sangat sedih pada hari itu,


Aku tidak percaya bahwa Kak Tery mencoba untuk membiusku dengan menyuruh Umi melakukan hal yang buruk untukku. Jika bukan ancaman nyawanya, Umi pun tidak akan tega melakukan semua itu.


Dugaan Sesil benar. Begitu juga dengan Anton. Aku memarahinya setelah dia membantuku, Aku menampar dia setelah dia membuatku sadar akan hal yang mengilukan.


Pagi ini Aku di sambut dengan cahaya matahari yang cerah dan menyelimuti suasana Jakarta. Aku duduk terbengong di teras dengan sembari memegang pena dan buku kesayanganku.


Aku berpikir panjang tentang kejadian kemarin, Aku mengacaukan semuanya. Semalam, setelah Aku menampar Anton. Dia langsung pergi tanpa berkata sedikit pun untukku. Aku merasa bersalah dengannya.


Kak Tery dan Umi pergi menjenguk Indra yang sedang di rumah sakit. Aku ingin sekali menjenguknya, berharap ia baik-baik saja. Namun, Kak Tery mengekangku untuk tidak bertemu lagi dengannya.


Aku tidak bisa membantah, Aku berharap semoga Indra cepat sembuh. Aku tidak bisa lagi menatap matanya yang indah itu karena dia bukan milikku sejak hari pernikahannya.


Abi masih tertidur lelap di kamarnya, semalam Abi sangat merasa bersalah padaku karena sudah melakukanku seperti orang luar. Tapi di balik semua itu, Abi menangis, menangis karena dirinya merasa tidak berdaya sama sekali.


Aku bangkit dari tempat duduk, dan menatap di samping rumah. Terlihat ada tetangga yang sedang berkumpul membeli sayuran, tukang sayuran itu memakai gerobak dorongan.

__ADS_1


"Eh, itu bukannya gadis gila kemarin yah?" sindirnya menunjuk ke arahku.


Beberapa orang langsung mencari sumber kedatanganku yang sedang menatap mereka dari jarak sedikit jauh,


"Hah! yang mana," Ucapnya mencari-cari.


"Itu lho, ada di sudut rumahnya. Yang pake baju gamis hitam." Nyinyirnya menatap tajam.


Mereka mengangguk menatapku, sambil bermulut-mulut membicarakan Aku. Aku hanya terdiam sembari membalas senyum terhadap mereka.


Wajar saja jika mereka mengataiku dengan sebutan wanita gila. Karena Aku memang gila bahkan buta tentang cinta.


Mereka masih membicarakan tentangku, mungkin mereka berpikir bahwa Aku tuli. Padahal gosip mereka sangat jelas terdengar, bahkan satu RT mungkin mendengarnya.


Aku tidak peduli orang berkata cacian dan hinaan. Karena kepribadianku bukan mereka yang ngatur, Aku akan menganggapnya sebagai pelajaran untukku.


Aku langsung berlari masuk ke rumah, Aku menahan air mata yang hampir tumpah-ruah di pipiku. Aku mulai masuk ke dalam kamar dan mengunci diri di dalam.


Aku terdiam sembari memikirkan tentang perasaan yang sudah tersakiti ini. Jarak di antara Aku dan Indra pun sudah mulai di batasi.

__ADS_1


Indra, andaikan Aku tidak amnesia, Aku mungkin sudah ada di sisimu sejak awal. Aku menerima berbagai cacian dari orang-orang demi kau berbahagia kah dengan Kakakku?


Sungguh Aku merasa kecewa dan merasa sedih hati setelah kejadian kemarin tidak akan merubah apapun, sedangkan kau sudah menjadi miliknya.


Aku hanya merasa kecewa terhadap apa yang Aku lihat sekarang. Semuanya sudah menjadi gelap. Kau mendapatkan cintaku tetapi kamu menikah dengan saudari kandungku.


Apakah kau pernah berpikir tentang perasaanku? Apakah kamu pernah berpikir, bagaimana Aku akan menyikapimu seperti orang lain menyebutnya adalah Kakak iparku?


Aku tidak percaya, yang kita saling mencinta namun hidup selamanya dengan orang lain. Kau hidup berkeliaran di sekitarku sebagai kakak iparku. Aku adalah adik iparmu.


Jika Aku benar-benar tidak bisa menerima kenyataan pahit ini, Aku akan pergi.


Aku akan pergi jauh, sejauh-jauhnya untuk melupakan cinta ini. Tapi Aku pernah berkata padamu. Bahwa tanganku tidak mampu untuk itu.


Selamat jalan duhai kekasihku selamat menempuh hidupmu yang baru, semoga bahagia dengan dia. Hanyalah doaku menyertaimu.


Satu pesanku untukmu, Indra. Jangan pernah kau lupakan Aku yang pernah mencintaimu. Anggaplah semua tak pernah ada. Lupakan semua cerita lampau kita.


Aku mengharapkan semua itu, tapi hanya dalam mimpiku. Aku akan pergi jauh untuk melupakanmu, demi Kakakku. Aku rela melepaskan cintamu untuknya.

__ADS_1


__ADS_2