
Katanya jodohku masih ada di lauh mahfuz. Lalu siapakah jodohku yang sebenarnya? Sudah usia 26 tahun, Aku masih sendiri... Tidak ada hal yang membuatku tertarik pada lelaki kecuali dia, tapi..
"Mer?"
"Eh, iya ada apa?" tanya Mery linglung.
"Kau dari tadi melamun? Ada apa?" tanya Wilky cemas.
"Tidak ada."
Wilky kebingungan menatap Mery yang sedang melamun menatap langit biru setelah ia membicarakan Anton. Ia berpikir bahwa kemungkinan Mery telah cemburu pada wanita-wanita tadi.
Selama ini, Anton memperlakukan Mery seperti sepasang kekasih. Tetapi Mery selalu saja merasa tidak enak hati dengan wanita yang di sekeliling Anton merasa cemburu terhadapnya. Wilky sangat bingung terhadap kedua insang itu.
"Woi, sudah waktunya untuk berangkat!" seru Anton berteriak melambaikan tangan ke arah mereka.
"Ck, baru beberapa menit sudah mau berangkat? Hadiah macam apa ini?" gumam Wilky kesal.
"Hmm.. Setidaknya kita sudah disini," ujar Mery tersenyum.
"Baiklah, ayo!"
Mereka kembali dan berjalan menuju tempat yang di duduki Anton. Wilky sedikit kesal dengannya karena memberikan waktu sedikit selama di pantai.
"Kau ini kenapa?" tanya Anton mengangkat alis.
__ADS_1
"Tanya saja pada dirimu sendiri," ujar Wilky membanting tas miliknya di atas meja.
"Eh! Kenapa jadi Aku?"
"Haiis, kalian ini kapan berhenti berantemnya sih? Wil, kita harus sampai bandara tepat waktu lho. Kau bisa tinggal disini jika kau mau?" kata Mery.
"Tidak akan!"
"Dasar wanita, memang merepotkan!" kata Anton memanasi suasana hati Wilky.
"Apa kau bilang? Ucapkan sekali lagi, Aku slending kau dari sini," ucap Wilky mengancam.
Pada akhirnya, mereka selalu saja bertengkar satu sama lain hanya karena hal kecil, Mery sudah kenyang menatap ributan dari mereka berdua. Justru dengan adanya pertengkaran kakak beradik, Mery sangat merindukan suasana masa lalu ketika bersama Tery.
Kak, bagaimana keadaanmimu sekarang? Apakah kau bahagia bersama Indra? Aku sangat merindukanmu kak!
"Ada apa denganmu? Kau sakit," tanya Anton cemas, "kalau kau sakit, apakah mau di tunda dulu penerbangannya untuk besok lusa?"
"Tidak, Aku hanya merindukan seseorang. Itu saja," katanya sembari mengusap air matanya.
"Kau berani berbohong? Jawab saja kalau itu kesalahan dari kami?" teriak Wilky sembari menjewer telinga Anton.
AAARRGGGHHT...!!!
"Ah, maaf," spontan Wilky langsung melepaskan tangannya.
__ADS_1
"Kauu..!!!" geram Anton.
"Tuan, mobil sudah disiapkan, apakah langsung ke bandara?" tanya pengikut Anton yang memakai baju berwarna hitam, seperti bodyguard.
"Hmm. Ayo! Kita pulang ke Indonesia," ujar Anton tersenyum menatap Mery.
Mery membalas senyumannya dan merasa sangat senang, Wilky tanpa bertele-tele langsung meloncat masuk ke dalam mobil.
Begitu juga dengan Merh dan Anton, mereka duduk beriringan dengan rasa sedikit canggung sedangkan Wilky duduk di paling depan. Ia meraih kursi pertama sebelum asisten Anton masuk ke dalam mobil.
"Kenapa kau duduk di depan?" tanya Anton.
"Karena asistenmu tergeletak di belakang sana!" jawab Wilky santai dan menunjuk ke arah kursi paling belakang.
Ternyata asisten Anton sedari tadi tertidur di bagasi mobil, entah ia benar-benar tertidur atau di buat pingsan oleh adiknya. Anton yang melihat itu, hanya menggelengkan kepalanya saja. Mery tertawa karena menatap asisten Anton tertidur pulas di bagasi mobil.
"Haha, apakah dia semalaman begadang?"
"Mana Aku tahu, semalam Aku hanya mengajaknya minum. Ehh...," ucap Anton keceplosan.
"Kau minum-minuman itu lagi?" teriak Mery memarahi Anton seketika.
"Tidak, tidak, tidak. Aku hanya mengajaknya minum jus."
"Kakak, kau berbohong sampai telingamu memerah. Apakah kau alergi dengan marahnya Mery? hahaha," ejek Wilky mengasihani.
__ADS_1
"Kau ini benar-benar susah untuk di atur! Aku sudah ribuan kali memperingatimu untuk tidak minum," murka Mery mulai meluap.
Anton hanya merasa bersalah dan merasakan suhu panas dingin ketika mendengar Mery memarahinya berkali-kali. Tapi itulah yang ia sukai, Anton merasa bahwa Mery telah perhatian lebih untuknya.