Antara Aku & Kakak

Antara Aku & Kakak
Series 2, bab 46


__ADS_3

Ketika Tery duduk berbincang dengan Abi. Umi yang tengah tidur di dalam kamar mendengar suara wanita yang sangat familiar baginya, ia pun bergegas bangkit dari ranjang dan berusaha meraih pintu kamar.


Siapa ya, malam-malam bertamu? Gumamnya mulai curiga, Umi pun pelan-pelan membuka pintu agar Abi tidak mendengarnya.


Kriett..


Umi pun terkejut bahwa yang ia lihat adalah anak sulung kesayangannya selama 3 tahun silam tidak berjumpa. Matanya berkaca-kaca menatap sang anak berbincang dengan Abi. Lantas Umi langsung membuka pintu lebar-lebar dan berlari menuju ruang tv.


"Tery!" teriak Umi berlari mendekatinya.


"Umi..," sahut Tery bangkit dari sofa.


Abi menatap lamat-lamat dan merasa sangat terharu, selama 3 kali lebaran ini Tery tidak pulang ke Jakarta. Seketika rasa rindu kepada anaknya pun berjatuhan saat pelukkan hangat yang menghapus rasa rindu itu.


"Aduh, Umi rindu Tery! Apa kabar kamu Nak," ujar Umi bibirnya mulai gemetar.


"Mbak baik Umi, Mas Indra juga baik. Tapi dia gak ikut ke sini. Katanya mau mampir ke rumahnya dulu," jawab Tery mulai tersenyum dan memeluk Umi dengan erat.


Umi langsung membalas pelukkannya lagi, ia bahkan tidak menyangka bahwa anak sulungnya pulang, Umi merasa bahwa ini adalah kejutan yang tak terduga.


Andai saja Mery juga pulang. Aku pasti akan sangat senang. Gumamnya dalam hati.


***


KFC...

__ADS_1


Tempat dimana semua pengunjung merasa lapar dan ingin mengisi perutnya dengan berbagai jenis makanan serba ayam. Minuman soda yang sangat membuat perut kembung seketika akan mengeluarkan sendawa yang panjang lewat mulut begitu juga hidung.


"Hmm.. sangat, sangat lezat," kata Wilky sembari mengunyah makanannya.


"Hei, kau ini jorok sekali," sahut Mery menyenggol siku wilky yang ia senderkan di atas meja.


"Mer, gimana makanannya, enak kan?" kata Anton sambil meminum coca cola.


"Hmmm.. enak banget, kau tak makan? Burger mau tidak?" jawab Mery sembari menyodorkan Burger yang masih terbungkus rapih.


"Tidak, terima kasih. Kau makan saja supaya kau lebih gemuk."


"Kakak, Mery itu tidak mau gemuk. Jadi yang bagian ini buat Aku saja, aku lapar!" seru Wilky merebut burger yang ada di tangan Mery.


"Hey.. Kalau Anton tidak mau ya sudah," teriak Mery merebutnya kembali.


Mery sudah ingin pergi ke rumahnya, wajahnya tiba-tiba berubah saat gurauan Wilky dengan Anton. Mereka tidak menyadarinya bahwa Mery sangat ingin cepat sampai dirumah.


"Mer, kau kenapa?" tanya Wilky menepuk pundaknya dengan lembut.


"Aku ingin cepat sampai rumah Wil," jawab Mery sedih.


"Baiklah, jangan lama-lama disini, kau juga sudah terlihat cape dalam seharian ini. Aku antarkan kau pulang agar lebih cepat beristirahatnya," ucap Anton menengahi mereka.


Mery mengangguk dan tersenyum, akhirnya Anton pun bergegas mengambil kunci mobil dari supir pribadinya, Anton ingin bahwa yang mengantarkan Mery ke rumahnya hanya dirinya.

__ADS_1


Wilky sedikit kecewa karena momen yang ingin ia sampaikan pun tidak tersampaikan pada malam itu juga. Permintaan Mery tidak pernah ditolak dengan kakaknya karena Anton sedang berusaha agar Mery tetap nyaman disisinya.


Di dalam mobil hanya ada Mery dan Anton yang berusaha fokus pandangannya ke depan. Anton tidak bisa membuka topik yang menurutnya pantas berbicara pada Mery di waktu yang tepat.


"Mer.."


"Anton.."


Seketika mereka berdua sama-sama ingin memecahkan keheningan di dalam mobil, sayangnya karena masing-masing di detik yang sama ketika memanggil. Mereka kembali canggung.


"Hmm.. Kau duluan saja," ucap Anton mendahului.


"Baiklah, Anton terima kasih ya. Selama ini kau baik sekali padaku. Menjagaku, melindungiku dan kau bahkan memberikan kasih sayangmu lebih dari seorang teman."


Teman? Gumam Anton lirih, ternyata selama 6 tahun ini Mery menganggapnya sebagai teman. Anton sedikit ragu ketika ia akan menuangkan semua perasaannya pada saat itu.


Akhirnya Anton mencari cara bagaimana Mery agar memahami perasaannya selama 6 tahun ini selain teman.


"Mer, bagaimana perasaanmu ketika dekat denganku?"


Tanya Anton menatap lamat-lamat sehingga membuat Mery pipinya merona kemerahan. Anton pun tersenyum, ia berpikir bahwa cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.


"Aku.. Aku..," jawab Mery gugup.


"Sudahlah, Aku tidak mau membuatmu gagap hanya karena ucapanku itu. Anggap saja angin lewat," ujar Anton tersenyum sembari memalingkan pandangannya ke depan.

__ADS_1


Mery akhirnya merasa sedikit lega dengan ucapan Anton yang mengerti perasaannya. Justru yang ia takutkan adalah jika Anton merasa bahwa dirinya dicintai oleh Mery, sedangkan Mery masih bingung dengan perasaannya. Bagaimana?


Akankah Anton akan menjauhi dirinya atau lebih dari itu, Wilky juga akan membencinya ketika ia tau bahwa selama ini Mery tidak pernah menganggap cintanya Anton serius terhadapnya.


__ADS_2