Antara Aku & Kakak

Antara Aku & Kakak
Series 2, bab 54


__ADS_3

Penampilan jelas lebih bagus Aku daripada Mery, mengapa semua begitu peduli dengannya. Aku sudah berusaha menerima ia kembali. Tapi justru dengan kembalinya dia, Aku merasa terasingkan lagi dan lagi. Aku berpura-pura peduli padanya saat dihadapan semua orang, agar mereka tidak curiga terhadapku. Gumam Tery sambil menggigit kukunya yang sedikit panjang.


"Ngomong-ngomong dimana Anton? Biasanya dialah yang paling peduli ketika Mery sekarat?" tanya Tery mencari-cari.


"Tery apa maksudmu? Dia itu adikmu," ujar Umi menggerutu.


"Maaf Mi, mbak salah ..." katanya menundukan kepala.


Waktu kewaktu siang mulai berlalu, cuaca berganti sore, dimana Indra pulang dari kantornya. Saat mendengar kabar dari sang istri, ia langsung menyelesaikan tugasnya dikantor agar memiliki waktu untuk menjenguk Mery.


Siapa sangka, tingkah laku Indra membuat sang istri merasa diduakan hatinya dan merasa terbagi kasih sayangnya dengan sang adik.


Walaupun Indra sudah ingin move on dari Mery, tapi dirinya juga membutuhkan waktu agar bisa melupakannya. Kedatangan adanya Adelia, pun tanpa ia sadari bahwa Tery hamil.


Begitu sayang terhadap Adelia, tapi sikap terhadap Tery tetap dingin walaupun menjawab respon darinya sangat singkat. Kemudian Mery muncul saat mereka ingin berlibur dirumah orang tuanya. Seakan takdir telah mempermainkan Mery dan Tery.


***


"Om, kenapa om tidak sama nikah saja sama tante Mery?" tanya Adelia sembari memainkan jari mungilnya.


"Kamu anak kecil tau begituan dari siapa?" tanya Anton tersenyum.


"Hehe, kata ayah adanya Adelia itu karna mereka menikah."


Jawaban Adelia yang polos membuat Anton berpikir sejenak. Selama ini Mery tidak mau diajak pacaran, beberapa orang yang menyukainya dan mengajaknya untuk saling lebih kenal satu sama lain pun Mery selalu menolaknya tanpa berpikir matang.


"Aku akan mencobanya," ucap Anton lirih.


Adelia tersenyum manis dan menatap Anton cukup lama. Tiba-tiba suster yang sewaktu siang itu datang menghampiri Anton dengan senyuman.


"Permisi, sedang apa kalian?" tanya suster itu menyengir.


"Anda lebih jelas melihat kami sedang apa, jangan basa-basi!" ucap Anton tegas.

__ADS_1


"Anton, apakah kau lupa denganku?" tanya suster itu sedikit sedih.


Anton tertegun, ia langsung menoleh mengarahnya. Wanita yang ia lihat memang terlihat familiar dan seperti pernah berjumpa diwaktu yang sangat lama. Siapa yah? Gumam Anton mulai mengingat-ingat.


"Ini Aku, Ara!" serunya sambil menepuk dadanya.


"Hah? Ar.. Ara!" kagetnya menganga. "Bagaimana bisa kamu menjadi seperti ini?" tanya balik Anton merasa tidak percaya bahwa wanita yang dihadapannya adalah Ara, orang yang pernah disukainya sebelum Mery hadir dikehidupannya.


Ara duduk disamping Adelia dan menatap Adelia begitu lembut. Wanita ini sangat baik dahulu sampai sekarang pun tatapannya masih sama.


"Dulu, saat kamu mencari tahu masalahku. Aku takut kamu akan kecewa terhadapku," katanya sambil menatap pohon yang jaraknya cukup dekat dengan pandangan Ara.


"Tapi saat itu kamu dimana? Aku mencarimu, tapi kata Willy kau pergi kesuatu tempat," kata Anton sedikit tegas, raut wajahnya sedikit menyesal.


"Maafkan Aku Anton, tapi jujur. Saat itu aku benar-benar. Aku tidak menyangka kau berbuat seperti itu untukku. Terima kasih ya!" kata Ara tersenyum sembari meneteskan air matanya.


"Ya, sekarang Aku tau mengapa kamu manjauhi Aku. Tapi ..." ucap Anton terpotong, jari telunjuk Ara mengarah kebibir manisnya. Anton pun terkejut dan tidak lagi melanjutkannya.


"Aku baik saja. Kau jangan khawatir, masa lalu tetaplah masa lalu. Tapi Anton, aku menyukaimu sampai sekarang pun aku hanya bisa mencintaimu, aku tidak bisa melupakanmu" sedihnya menundukan pandangannya dan tangannya mengepal dengan erat.


Anton tercengang tidak bersuara sedikitpun, matanya mulai berkaca-kaca. Ia merasa kecewa terhadapnya. Tapi benar kata Ara, masa lalu tetaplah masa lalu. Namun, yang menjadi hal terberat Anton sekarang adalah ia sudah melupakan Ara dan memulai mencintai seseorang yang selama ini ia sukai, yaitu Mery.


Seakan waktu memutarkan berbagai masalah dan menumpahkan semuanya dihari itu. Anton tidak menyangka akan berjumpa dengan Ara sebagai suster. Danlagi mengungkit masa lalu yang sudah berlalu begitu lama.


Ketika Anton sangat ingin memperjuangkan cintanya, Ara justru meninggalkannya hanya karena sebuah depresi terhadap pria sialan yang sampai sekarang belum diketahui siapa mereka.


Kemudian, ia muncul dengan membawa identitasnya sebagai suster yang anggun dan cantik. Sungguh terkejutnya Anton ketika mengetahui suster tersebut adalah Ara. pantas ketika Mery sedang kritis Ara justru tersenyum dan bertanya bahwa Anton suaminya atau bukan.


Ara pun demikian, ia tidak menyangka akan berjumpa lagi dengan Mery begitu juga Anton. Sewaktu Ara masuk kedalam ruangan Mery, ia sempat terkejut bahwa yang terbaring diatas ranjang rumah sakit adalah sahabatnya dulu.


Ketika ia melihat, benar saja. Tidak hanya Mery, Anton pun ada disampingnya saat itu juga Ara benar-benar merasa beruntung bisa bertemu kembali dengannya. Walaupun jika takdir akan merubah sikap Anton terhadapnya.


Adelia pergi menarik Anton sebab ia mengetahui bahwa wanita itu akan merebut Anton dari tantenya, Mery. Adelia tidak akan terima jika Anton bersama wanita yang tidak baik.

__ADS_1


Umurnya masih kecil tapi ia mengerti hal seperti itu karena dari orang tuanya, selama ini juga Adelia merasa punya teman ketika kedatangan Mery dan Anton. Ia merasa cocok ketika Mery bersama dengan Anton. Harapan anak kecil itu ialah Anton selamanya bersama dengan Mery.


***


Semua wanita ingin dimengerti, tidak hanya Ara. Dirinya merasa menyesal karena meninggalkan Anton saat itu. Sewaktu bersamanya, Ara merasa bahwa Anton anak orang biasa, bukan konglomerat.


Ketika mendengar kabar itu, orang tua dari Ara langsung menyetujui hubungannya. Tapi takdir berkehendak lain, tidak ada yang salah. Hanya merekalah yang terlalu bodoh untuk menilai sesuatu dari luar.


Manusia bodoh akan selalu mengejar harta demi kehidupannya terangkat. Tapi akan salah jika mereka menggunakan itu untuk kekuasaan lewat perantara pernikahan anaknya yang tidak dicintainya.


Ara tidak akan melepaskan Anton lagi, cukup masa lalu itu yang membuatnya pelajaran baginya. Sekarang ia bertemu diwaktu yang tepat, kedua orang tua Ara akan sangat senang jika mengetahui kabar bahwa Anton kembali ke Indonesia.


Tring... Kring..


"Ayah, aku bertemu Anton tadi. Aku berharap kau tidak akan menghalangiku kedua kalinya."


Tut.. tut..


Telepon singkat Ara dengan ayahnya, ia langsung tersenyum menyeringai setelah menutup teleponnya. Anton pernah mengisi kehidupannya dulu. Namun, cinta kedua insang itu tidak direstui karena penampilan Anton seperti berandalan.


Willy yang membocorkan identitas sang kakak, membuat Ara merasa tertipu dan merasa dibodohi oleh penampilannya. Kedua orang tua Ara pun merasa sangat malu ketika Ara menceritakan kebenarannya.


***


Ruang rawat Mery ditunggu oleh Umi dan sang kakak yaitu Tery. Seketika Anton masuk kedalam bersama Adelia, Anton berjalan mendekati Umi dan membisikan sesuatu padanya. Tidak lama mereka keluar dari ruangan itu dan mengobrol diluar.


"Umi, aku.. Aku ingin meminta restu darimu untuk menghalalkan Mery. Apakah saya boleh?" tanya Anton sedikit gugup.


Umi tercengang kaget, seluruh tubuhnya merasa lemas dan suasana hati tiba-tiba merasa sangat tenang. Anton begitu antusias menawarkan dirinya untuk menjadikan suami untuk Mery. Ma Syaa Allah.


Rekomendasi novel baru :


My Beloved Twins

__ADS_1


Jangan lupa untuk baca, like dan tinggalkan rating komentar kalian. Bantu author yah😄 untuk mengikuti lomba fiksi remaja, terima kasih...


__ADS_2