Antara Aku & Kakak

Antara Aku & Kakak
Series 2, bab 48


__ADS_3

Halo! sebelumnya terima kasih telah membaca karyaku ANTARA AKU & KAKAK, asli seneng banget...😍 Kalian bisa sejauh ini menunggu update dari Mery. Senengnya bukan main gaes, tapi yang aku sangat banggakan dari kalian adalah sabar menunggu update dari novelku ini.


Ohh.. Yaaa! Kalian sudah baca novel lainnya belum dari karyaku? Ayolah baca. Author selalu menunggu absen kalian lewat komentar lho... 😁 Oke, mulai sekarang author akan giat belajar #eh giat ngetik dan up seharinya.. semangatin ya..😵😵 Next..


______________________________________________


Betapa bahagianya Mery pada malam itu, ia pun menatap langit yang gelap gulita ditemani oleh cahaya bulan begitu juga bintang yang kelap-kelip seperti lampu led menjadikan momen yang paling terindah dalam hidup Mery.


Tok.. Tok..


Ketukan suara pintu terdengar pelan, Abi mendengarnya sekilas tetapi ia hanya terdiam sembari memasang telinganya untuk mendengarkan ketukan pintu tersebut.


Tok.. Tok.. Tok..


Ketukan pintu terdengar lagi, Abi bangkit dari sofa dan mendekat ke arah pintu rumahnya, sudah pukul jam 00.05 malam, ketukan pintu di tengah malam membuat bulu kuduknya tegang seketika.

__ADS_1


"Siapa di sana?" kata Abi sedikit berteriak. Namun, dirinya merasa sedikit gelisah.


Dibalik pintu hanya suara isakkan tangis Mery yang masih belum berhenti sedangkan Anton berusaha untuk menenangkannya. Abi terkejut ketika bertanya orang yang mengetuk pintu hanya menjawab dengan isakkan tangis yang membuatnya merinding ketakutan.


"Si.. Siapa itu!" ujar Abi mulai gugup ketakutan.


Mery tidak menjawab sepatah kata, ia tidak mendengar bahwa Abinya telah bersiap siaga di depan pintu. Anton pun merasa bingung, sedari tadi ia mengetuk pintu rumahnya tidak ada jawaban sama sekali dari dalam rumah.


"Hmm.. Mer, sepertinya mereka tertidur pulas. Jika kita menunggu mereka bangun mungkin sampai subuh," tutur Anton.


"Menurutmu?"


Mery menggelengkan kepalanya, ia pun bingung harus menjawab pertanyaan itu bagaimana. Kalaupun dia harus menunggu sampai Abi dan Uminya bangun, mungkin benar kata Anton bisa menunggunya sampai subuh.


Anton akhirnya menawarkan diri untuk tinggal sementara di rumahnya, ia tidak mau terjadi apa-apa pada Mery. Tidak mungkin juga mengetuk pintu dan memanggil terus-menerus, yang ada akan membuat tetangga sebelahnya terganggu.

__ADS_1


Mery bingung dengan tawarannya. Di sisi lain Mery sudah menginjakkan kakinya di depan teras rumahnya. Jika ia kembali lagi dan ikut bersama Anton di rumahnya, bagaimana pendapat Wilky yang akan membuat ia tidak bisa memprediksinya.


"Lebih baik aku menunggu saja."


"Tidak bisa Mer, kau ini perempuan. Nggak baik jika diluar sendirian, kalau aku pergi pun terlihat sekali egoku," ujar Anton mengerutkan dahi.


Tidak menunggu jawaban dari Mery Iya atau Tidak untuk menolak ajakannya, tanpa berpikir panjang Mery langsung diseret tangannya oleh Anton untuk pergi bersamanya. Mery pun terkejut, ia hanya pasrah ketika Anton berkata "Harus!"


Sedangkan Abi masih menunggu jawaban orang yang mengetuk pintu tadi. Umi sudah tidur di kamarnya dan Tery pun sudah di dalam kamarnya sedari tadi, kemungkinan ia pun sudah tertidur pulas.


Abi masih berjaga-jaga di depan pintu, dengan firasat yang sangat aneh begitu juga mata yang dirasakan adalah kedutan yang tidak mau berhenti. Ia pun memberanikan diri untuk membuka pintunya, Abi menyediakan sapu lantai yang ada di sudut ruang tv pun ia raih untuk menjaga dirinya.


Cetak! Ngeekkk...


Kemudian Abi menatap sudut rumah di sudut kanan, tidak ada orang sama sekali. Ia pun melangkahkan kakinya sekali lagi untuk melihat sebelah kiri dan ternyata kosong melompong. Hanya angin lewat yang menyapanya, rasa takut pun kian semakin besar. Abi langsung bergegas masuk ke dalam rumah dan menutup pintunya rapat-rapat.

__ADS_1


Mery masuk ke dalam mobil dan rasa kecewa pun terulang lagi, Mery harus menunggu besok untuk bisa bertemu dengan orang tuanya. Anton terpaksa membawanya kembali lagi disisinya karena apa yang dia lihat saat Mery melihat rumahnya pun sudah menangis begitu haru, bagaimana jika Mery benar-benar bisa melupakan kenangan di masa lalunya?


__ADS_2