
Tante Mery sudah baik sama adelia. Adelia harus balas kebaikan tante ... Tapi gimana caranya? Gumam Adelia menatap disekitar kamar mery. Ia melihat ada bunga anggrek yang terletak diatas meja rias Mery.
"Aku punya edi ... eh ide!" seru Adelia senang.
Mery sedang membersihkan kamar mandi, tapi adelia sibuk menyusun bunga anggrek tersebut untuk ia berikan pada Mery sebagai tanda terima kasihnya, dengan kemampuan kreatif, Adelia mengambil plastik, gunting dan solasi untuk membuat rangkaian bunga anggrek seperti ditoko bunga itu.
Adelia menggunting plastik menjadi segitiga, walaupun jadinya tidak rapih tapi ia sudah berusaha untuk membuatnya menjadi sempurna. Kemudian, adelia mengambil bunga anggrek tersebut dan ia gunting dibagian tangkai bunga itu.
Adelia menaruh bunga anggrek itu diatas plastik yang sudah digunting menjadi segitiga. Ia gulung seperti apa yang ia pelajari saat disekolah TK, ia menggulung dengan sangat teliti dan berhati-hati.
selesai ia menggulung plastiknya beserta bunganya, Adelia mengambil solasi berwarna putih bening ia mengambil secukupnya untuk mengeratkan plastik itu supaya tidak terlepas.
Tery datang melihat adelia yang sedari tadi dikamar Mery selama ia baru saja dimarahi olehnya. Tery membuka pintu setengahnya dengan perlahan, ia melihat anak tersayangnya sedang asyik membuat bunga yang ia buat dengan kreatifnya sendiri.
Tery merasa sangat bersalah kepadanya ia langsung bergegas masuk dan memeluk adelua dari belakang. Tubuh mungil yang sangat menggemaskan saat ia sentuh benar-benar membuat rasa kesalnya itu menghilang seketika.
"Adelia maafin ibu ya? Ibu udah salah sama adelia," ujar Tery mencium kening Adelia.
Adelia merasa sedikit nyaman ketika sang ibu masih mau memaafkannya ketika ia melakukan kesalahan. Adelia tersenyum dan membalas pelukan sang ibunya.
"Bu, adelia juga minta maaf ya ... Adelia salah, tante mery juga gak salah. Tante cuma bilang kalau Adelia itu ngiler. Adelia malu sama tante Mery," jelas Adelia dengan polosnya sembari memainkan rambut pirangnya Tery.
"Iya dek, maafin ibu ya. Dan kamu juga harus janji sama ibu kalau kamu gak akan melakukan kesalahan kedua kalinya," ucap tery tersenyum. "Wah~ adelia bikin apa nih? Bunga ya? Bagus banget ... ini pasti buat ibu kan?" lanjutnya langsung mengambil bunga anggrek yang tergeletak dilantai.
"Jangan Bu! itu buat tante Mery. Tante udah baik sama adelia. Udah nolongin adelia, mau bertanggung jawab buat adelia padahal itu salahnya adelia Bu~" jawab Adelia sedikit ragu-ragu untuk mengungkapkan bahwa bunga yang ia buat hanya untuk Mery.
__ADS_1
"Oh~" suaranya mendesah kecewa. "Ya udah gak papa. Tante Mery udah selesai tuh beresin kamar mandinya, samperin gih," kata Tery menyodorkan bunga anggrek yang adelia buat dan mendorong pelan tubuh adelia menuju keluar dari kamar.
Adelia menuruti saran sang ibunya, ia keluar dari kamar dan menyembunyikan bunga anggreknya dipinggang yang mungil itu. Mery melihatnya, ia sedang duduk di sofa ruang tamu membersihkan tangannya dengan tisu kering.
Tery merasa sangat kecewa ketika sang anaknya memberikan bunga buatannya untuk Mery, ia pikir ketika adelia sibuk dengan keaktifannya itu adalah hadiah permintaan maaf untuk sang anak kepada ibunya. Tapi tak disangka, adelia sibuk memberikan bunga itu untuk sang adiknya, Mery.
Betapa sedihnya ia dan merasa sangat bersalah telah memarahi anaknya hanya karena hal kecil. Tapi entah kenapa Tery merasa sangat tidak suka saat adelia melakukan hal semacam itu.
Tidak heran jika aku terlalu kesal saat pagi itu. Karena kelakuan anakku sama seperti ketika Mery kecil dulu. Ya Allah, kenapa hatiku masih tidak bisa memaafkan sikap adikku yang mencintai suamiku dulu? Gumam Tery merasa kecewa dan ia merasa sangat terpukul karena sikap dirinya sendiri.
"Adelia, ada apa?" tanya Mery langsung bangkit dari sofa.
"Tante, aku mau kasih hadiah buat tante ..." ujarnya mengeluarkan bunga itu dari pinggang yang kecil.
"Apa itu ..." ucapnya terpotong. "Wahh, cantik banget~ adelia ya yang bikin? kok kamu pinter sih? Sama kaya ibu kamu dulu deh, hehe," ujar Mery langsung mengambil bunga yang disodorkan oleh Adelia, iapun langsung meraih tubuh mungil adelia dan menggendongnya.
Tery melihat sang adik dan anaknya berpelukan saling tersenyum, tertawa dan bercanda. Disetiap senyuman yang ada diri Adelia terlihat sangat mirip dengan Mery. Dan ciri khas Mery memandang sikap Adelia terlihat mirip dengan sang kakaknya.
Ya Allah, betapa bahagianya aku melihat Adelua seperti melihat kakakku ketika kami kecil, aku sangat senang dan nyaman dengannya. Aku suka dengan Adelia yang cantik ini. Semoga saja hidup dan kebahagiaannya akan selalu baik-baik saja, Aamiin. Gumam Mery sembari mendoakan Adelia.
Ya Allah kenapa hatiku sakit? Hatiku seperti menolak melihat mereka tertawa bersama? Apakah aku memiliki rasa iri dengan adikku sendiri atau karena aku memang sudah membencinya? Gumam Tery menangis dalam curhatan bisunya.
Seketika Mery merasa bahwa kebersamaannya dengan Adelia seperti ada seseorang yang menatapnya. Adelia melihat sang ibunya di balik pintu kamar mery, ia pun langsung meminta turun dari gendongan dipelukan mery.
Namun, ketika adelia sedang menuju ke kamar mery. Abi datang mengetuk pintu membuat jalan adelia terjeda seketika. Adelia mendengar suara sang kakek dari luar rumah yang mengetuk pintunya.
__ADS_1
"Assalamualaikum ..." salam Abi dari teras.
"Waalaikumsalam ..." jawab seisi rumah, adelia langsung berlari menuju depan pintu.
CETAK ...
"Kakek! Yey kakek pulang," seru adelia berjingkrak kegirangan.
"Aduh~ cucu kakek semangat sekali ya liat kakek pulang. Hahaha!" sahut sang Abi langsung mencium kening adelia. Mery pun mencium tangan Abinya dengan sambutan senyum yang manis dibibir tipisnya.
"Umi dimana dek?" tanya Abi melihat sekeliling.
"Kakek, panggil adek siapa? Adelia atau adek tante mery?" sahut Adelia bingung.
"Hahaha, duh pinternya. Ya kakek panggil adek mery, sayang cucu kakek paling lucu ..." ujar Abi mencubit manja dipipi lembutnya.
Adelia menyengir sambil tertawa, Mery pun tertawa karena kelakuan lucu keponakannya mengalahkan versi kecilnya dulu. Umi langsung keluar dari kamar karena mendengar kebisingan diruang tamu.
"Ma syaa Allah, abi? kapan rumahnya ... Kok umi gak tau sih?" ujar Umi langsung meraih tangan kanan Abi untuk mencium tangannya.
"Baru saja dateng Mi," jawab Abi sambil menggendong sang cucunya.
"Assalamualaikum Bi," ujar Tery meraih tangan dan menciumnya.
"Waalaikumsalam, alhamdulillah. Kumpul begini rasanya seneng banget ya? Rasa capenya hilang. Apalagi ketemu sama cucu kesayangan kakek nih," goda Abi mencolek pipi Adelia.
__ADS_1
"Iih ... Kakek genit sama Adelia," ujar Adelia manja.
"Hahaha ..." Semua ikut tertawa kecuali Tery yang hanya mengiringi tawa mereka dengan senyuman. Mery melihatnya, ia merasa sedikit iba terhadap sang kakak. Mungkin lepas kejadian pagi itu telah menyadarkan betapa keterlaluan Tery terhadap anaknya.