
5 Tahun kemudian, pantai..
Wuush.. Wuushh..
Angin berhembus kencang, menyibakkan gaya rambut Pria tersebut, disamping pria itu pula ada sosok wanita yang sangat cantik dan berkulit putih. Wanita itu memiliki bibir seksi bak boneka barbie.
"Oh, akhirnya sampai juga."
"Hei, kalian tidak menungguku! Kalian ini pergi kemana tadi?" teriak paruh baya memegang pundak pria tersebut.
Pria itu menoleh dan menatap wanita yang memanggilnya tadi. Lalu ia pun tersenyum dan memalingkan pandangannya ke arah air pantai berwarna biru muda itu.
"Huuaaa! Segar sekali di pantai ini, ayo pergi ke sana," teriak wanita yang menepuk pundak pria tersebut.
"Anton, kau tak mau ikut?" tanya Mery melambaikan tangan.
"Haha, kau saja dengan Wilky, dia sudah berlari dulu. Kau pergilah bersenang-senang."
__ADS_1
Mery tersenyum dan berlari mengejar Wilky (Nama panggilan di Korea) Anton merasa senang melihat kedua wanita yang sedang di tatapnya tersenyum ceria sembari bermain air.
Menatap masa lalu Aku akan sedih, jika melihat Mery akan duka lagi seperti 5 tahun lalu. Tetapi bagaimana tahun ini? Dia ingin pulang ke rumah orang tuanya dan ingin bertemu dengan keluarga kecilnya di kampung.
Sudah 5 tahun lamanya Mery, Anton dan Wilky kuliah di negara orang. Namun, setiap kali Anton melihat Mery. Tidak ada satupun yang berubah darinya, setiap tertidur Wilky selalu cerita bahwa Mery selalu memimpikan kedua orang tuanya.
Mendengar curhat dari sang adik, Anton merasa sangat bersalah dengan Mery karena memisahkan mereka dan anaknya. Tetapi di sisi lain, Anton hanya ingin membantu Mery untuk melupakan kekasih lamanya dan memiliki kehidupan yang baru.
Beberapa pria di Korea pernah menyatakan cinta pada Mery, tetapi Mery selalu saja menolak dengan perlahan memberitahunya. Anton benar-benar sangat menjaganya seperti ia menjaga Wilky adik kandungnya.
Mereka ke Korea pun bersama paman dan bibi mereka karena Sesil memiliki penyakit yang serius, tetapi sudah 3 tahun lalu. Sesil pulang ke Indonesia untuk pemulihan selanjutnya.
"Wahh! Tampan sekali dia! (bahasa Korea)"
"Aku ingin sekali berpacaran dengannya, sangat jarang bertemu pria seperti itu, haha (bahasa Korea)" sahut teman di belakangnya.
Wilky yang mendengar wanita-wanita itu bergosip tentang kakaknya sangat tidak puas, sudah ratusan orang yang menatap sang kakak pasti akan berbicara bucin tentang Anton.
__ADS_1
"Ck, dasar wanita murahan. Lihat tampang begitu aja sudah heboh!" gerutu Wilky memasang wajah kesal.
"Haha, sudahlah. Kau ini seperti tidak pernah mendengar wanita manapun membicarakan Anton sih? Ayo, kita bersenang-senang mumpung masih di Korea."
"Hmm, kau tak merasa kesal kah? Atau cemburu gitu?"
Wilky menyelidik perasaan yang sebenarnya di diri Mery. Namun, reaksi Mery memang benar-benar tidak memancarkan kecemburuan di matanya. Bahkan jawaban yang Wilky dapat hanya gelengan kepala darinya.
Tak semudah itu bagi Mery untuk membuka hatinya lagi, cinta pertamanya sudah membuat ia sangat menggila saat menatap pernikahan diantara kedua orang yang tidak bisa Mery pilih salah satu darinya.
Pantai yang sangat indah, membuat Mery sangat menikmati pemandangan air laut biru muda. Wajahnya yang sudah terlihat dewasa beranjak di usia yang ke 26 tahun ini, Mery sudah menjadi sarjana di Korea.
Ia ingin pulang ke Jakarta untuk membuktikan bahwa dirinya benar-benar lulusan dari sana. Mery menginginkan pekerjaan tetap di Indonesia agar bisa dekat dengan orang tua. Apalagi sikap manja Mery terhadap Umi-nya, sudah lama ia tahankan untuk besok.
Ketika Mery mendengar kabar dari Anton bahwa mereka bisa pulang ke Indonesia, sejak itulah dia selalu tersenyum setiap hari. Kebahagiaan yang selama ini ia pendam akhirnya terungkap saat kabar di hari itu.
Anton mengajak Wilky dan Mery ke pantai ialah sebagai hadiah darinya karena sudah meraih nilai tertinggi di jurusan komunikasi.
__ADS_1
Wilky pun merasa sangat bahagia, melihat sang kakak meraih nilai tertinggi danlagi wajah Mery yang akhir-akhir ini terlihat ceria seperti pagi ini.