Antara Aku & Kakak

Antara Aku & Kakak
Series 2, bab 43


__ADS_3

Ccsstt...


Mobil berhenti, Mery, Anton dan Wilky turun dengan wajah penuh riang senang. Akhirnya selama 5 tahun mereka di Korea untuk kuliahnya, hari ini juga mereka akan pulang ke Indonesia tanah kelahirannya.


Mery merasa begitu senang dan wajahnya sangat terlihat bahagia, dirinya sudah tidak bisa menunggu lama lagi untuk melihat keluarganya.


Anton pun demikian, ketika menatap wajah Mery, ia hanya merasa bahwa dirinya telah di ambang laut penuh dengan bunga mawar. Entah sejak kapan Anton merasa nyaman ketika Mery tersenyum damai dihadapannya.


"Ahh, cie! Liat apa tuh," seru Wilky mulai menggoda Anton dan menyenggol pinggulnya dengan sedikit genit.


"Apa?" ketus Anton melotot.


Wilky sontak terdiam menahan tawanya, sebenarnya Wilky anak yang paling peka ketika sang kakaknya mulai jatuh cinta terhadap Mery.


Mery adalah wanita yang tumbuh dengan sempurna bagi Wilky, ia memiliki wajah yang berparas cantik, bibir seksi, tubuh yang ramping dan juga sikapnya sangat baik. Hati Mery sangat lembut seperti kapas. Wilky pun merasa bingung, mengapa ada wanita seperti Mery.


Pertama kali Wilky bertemu dengan Mery pun sudah merasa akrab, bahkan lebih dari kata tersebut. Wilky merasa bahwa Mery akan menjadi anggota keluarganya suatu saat nanti.


Dengan menyatukan cinta dari kakaknya, Anton. Wilky sangat yakin, bahwa Mery tidak akan menolak darinya. Karena selama 5 tahun berlalu Anton selalu menjaga dan memberikan perhatian lebih kepadanya.

__ADS_1


"Ayo, waktunya untuk naik pesawat."


Anton mulai menggandeng tangan Mery. Sedangkan Mery sedang menggambarkan bagaimana reaksi kedua orang tuanya melihat anak bungsunya menjadi wanita kuat dan mandiri itu.


Dasar kakak tidak tahu diri, adiknya jelas-jelas ada disampingnya. Dia justru menggandeng wanita lain selain adiknya, huh.


Gerutu Wilky dalam hati, ia sangat kesal namun merasa senang juga. Mungkin kemajuan Anton untuk mendekati Mery benar-benar membutuhkan tenaga dan pikiran. Untungnya kakakku cerdas jadi tidak perlu Aku susah payah untuk mengajarinya, haha!


***


Indonesia - Jakarta


Udara yang bercampur dengan asap kendaraan, cuaca panas yang sangat menampar. Mery tidaklah lagi peduli dengan suasana itu, bagi dirinya bertemu dengan Umi dan Abinya adalah suatu harapan sejak tinggal di Korea.


Mery mulai tersenyum, ia bergegas mengambil koper miliknya dan berusaha keluar dari bandara.


"Woi, tunggu!" teriak Anton berusaha mengejar Mery.


"Eh, ada apa? Bukannya kita berpisah dibandara kan?" jawab Mery sedikit bingung.

__ADS_1


"Haiss, wanita. Kau ini tidak lihatkah? Dia memanggilmu karena ingin mengantarmu ke rumah kau," jelas Wilky tiba-tiba muncul di permukaan dialog Mery dan Anton.


"Kata siapa?" tanya Anton.


"Bapakmu!" jawab Wilky.


"Ya, ya, ya, Aku tahu ini. Kalian mengulur waktuku saja jika mau bareng lagi. Maka jangan tertele-tele." ucap Mery menengahi pertengkaran antara adik dan kakaknya.


"Nah, begitu lebih baik!" jawab Anton dan Wilky barengan.


"Kompak juga," ejek Mery tertawa.


Wilky dan Anton saking bertatap muka. Mereka awalnya kebingungan dan tidak lama tiba-tiba tersenyum secara bersamaan karena menyadari jalan pikiran mereka selalu lurus seperti jalan tol, tanpa ada polisi tidur.


Anton pun mulai berjalan beriringan dengan Mery yang sedang berusaha menarik kopernya. Melihat Mery bersusah payah, Anton tidak tega melihatnya. Ia pun berinisiatif menawarkan diri untuk membantunya.


"Gitu saja repot, mau kubantu gak?" basa-basi Anton mulai berlevel tiga.


"Orang mah, yah. Kalau niatnya mau bantu, ya bantu aja. Jangan kebanyakan basa-basinya. Me-re-pot-kan-ta-hu!" sindir Wilky mengejek Anton.

__ADS_1


"Sudah, sudah, kalian ini selain berantem apa aja yang kalian bisa sih. Daripada ribut terus, mending cepat bawa koper kalian masing-msing. Jangan mentang-mentang ada asisten pribadi kalian, kalian seenaknya jidat menyuruh mereka. Mereka juga butuh istirahat tahu."


Seketika para asisten di belakang Anton dan Wilky memasang mata berbintang. Seolah-olah mereka menyetujui apa yang dikatakan oleh Mery.


__ADS_2