Antara Aku & Kakak

Antara Aku & Kakak
Season 2, bab 63


__ADS_3

"Lho, Ndra! Kok kamu ada di sini. Umi, abi ... Siapa yang sakit?" pertanyaan yang begitu polos seperti tidak memiliki dosa. Anton tersenyum dan bertanya lagi, "oh iya! Mery ada di sini juga kah? Kalian kenapa diam saja? Kenapa menatapku begitu."


Dengan rasa kesal dan rasa sakit yang membekas di hati Umi, ia pun langsung bangkit dari tempat duduknya memarahi Anton.


"Kamu! Gara-gara kamu anak saya menjadi seperti ini. Pergi sana! Aku tidak akan sudi menikahkan kamu dengan anakku." Umi begitu ketus mengusir Anton dengan suara beratnya.


Begitu kecewanya ia terhadap Anton. Bukan hanya menghancurkan hati Mery. Tapi karena dia juga Tery ada di rumah sakit sampai satu hari ini belum bisa di jenguk.


Umi sangat kecewa berat dengan percintaan kedua putrinya. Tery yang tidak pernah mendapatkan cinta dari sang suami, mery yang selalu pecah dalam perasaannya ketika berusaha mencintai orang lain.


Entah apa takdir telah memainkannya, begitu banyak penderitaan yang telah keluarga itu rasakan. Umi harap Anton dan Mery tidak akan bersatu. Sebab, karena dialah yang telah menghancurkan keluarganya hanya karena masa lalunya.


"Apa maksudnya? A..aku salah apa? Apa ada yang terjadi pada Mery? Katakan padaku Ndra, tolong jawab pertanyaanku! Aku tidak tau apa maksud dari semua ini. Danlagi, umi tolong jangan batalkan pertunanganku dengan Mery. Aku sungguh-sungguh mencintainya, Mi." Anton memohon wajahnya langsung pucat, tatapannya begitu membingungkan. Indra pun hanya terdiam sembari meneteskan air matanya.

__ADS_1


"Ngomong apa kau ini? Kau sudah menghancurkan hati anakku sehingga dia ingin memberimu pelajaran yang pantas untukmu. Tapi apa? Anakku, tery! Sekarang dia sekarat di rumah sakit karena mengejar adiknya. Semua ini berawal dari dirimu. Kau telah menghancurkan keluarga kami dengan sekali cerita masa lalumu. Kau ini apa, hah? Kau punya hati tidak? Bisa-bisanya kau membohongi keluarga kami? Aku benci kehadiranmu!" Umi serentak membentak Anton dengan nada yang begitu berat Umi katakan.


Namun, setelahnya telah membuat dirinya sadar. Umi terdiam, menatap kembali daun pintu ruangan ICU berharap dokter keluar segera dan memberitahu perkembangan sang anak.


Anton langsung terpaku, bagaikan sambaran petir yang menyambar dirinya. Jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Tangannya bergetar tubuhnya melemas, bibir menganga seakan tidak percaya yang Umi jelaskan padanya.


Karenanya Tery di dalam ruangan ICU, mery entah tidak tahu kabarnya. Karena dirinya semua hancur dalam sekejap. Tidak ada lagi cinta yang akan direstui oleh orang tua Mery. Susah payah Anton mengumpulkan niatan melamar Mery dalam 6 tahun ini. Namun, hasil yang dia dapat hanya kekecewaan. Akhir yang tidak pernah ia duga selama ini.


"Kemana saja kamu selama ini? Kau telah membuat Mery kecewa! Kau juga telah membuat istriku di dalam sana!" Indra tiba-tiba langsung mencengkram kaos Anton berwarna hitam.


Sudah beberapa hari di rumah sakit tapi tetap saja dokter belum memberitahukan kondisinya, menjenguk saja tidak diperbolehkan sebab itulah Indra benar-benar terpukul.


Ia tidak berani kembali ke rumah yang harus menghadap pertanyaan sang anak danlagi harus bertemu dengan Mery, penyebab istrinya kritis dirumah sakit.

__ADS_1


"Aku .. Aku.." gagap Anton tidak bisa menjelaskan alasan dirinya menghilang.


Bodohnya Aku, aku memperdulikan Ara dibanding Mery tunanganku. Sekarang akibatnya seperti ini semuanya hancur.


Ara, aku tidak tahu lagi harus bagaimana Aku kesal denganmu. Kali ini kau benar-benar menghancurkan Aku. Gumam Anton menatap kosong ke arah daun pintu ICU.


"Lepaskan Aku." Ucap Anton pelan.


"Kemana?" tanya Indra.


"Kemana apanya?"


"Kenapa minta lepas?" tanya Indra dengan suara beratnya.

__ADS_1


"Aku ingin pergi menemui Mery. Aku ingin menjelaskannya, memangnya kenapa?" teriak Anton marah.


__ADS_2