
"Apalagi yang dia lakukan kali ini?" Tanya Yoon.
"Entahlah. Aku harap dia tidak melakukan hal-hal yang membuat kita pusing"
Luis, Yoon dan Ara tengah berada di luar. Untuk meeting dengan klien. Masuk ke sebuah hotel mewah. Ara sedikit melongo. Gadis itu begitu terpukau dengan interior hotel yang
"Ara....bisa kau tunggu di sini sebentar. Aku dan Yoon akan bertemu staf hotel dulu" Pamit Luis.
"Oke" Jawab Ara. Berjalan menuju sofa di ruang tunggu lobby hotel itu. Duduk di salah satu sofa. Sambil mengamati orang-orang yang berlalu lalang di depannya.
Hingga ekor matanya menangkap sebuah patung yang berada di tengah lobby hotel itu. Entah kenapa dia begitu tertarik pada patung itu. Sebuah patung malaikat dengan sayap indahnya.

Kredit Pinterest.com
Sementara, Krum yang ternyata berada di rooftop gedung itu. Langsung membuka matanya.
"Dia ada di sini" Guman Krum. Seketika pikirannya langsung menjelajah gedung itu. Namun sejurus kemudian dia langsung menghentikannya. Krum bisa merasakan aura Luis di gedung itu juga.
"Dia berhubungan dengan adikmu"
Satu ucapan dari Sherpa membuat Krum mengepalkan tangannya. Dia belum bisa terang-terangan menunjukkan kalau dia sudah mengetahui soal Pure Blood itu. Terutama pada Luis.
Sampai pada akhirnya, Krum menemukan sebuah cara untuk memancing pemilik Pure Blood itu mendekat padanya. Dia harus tahu lebih dulu, jati diri Pure Blood yang sebenarnya.
Ara terlihat berjalan mendekati patung itu. Ia merasa seperti ada sebuah tarikan khusus pada patung itu. Juga bisikan yang menyuruhnya mendekat.
"Come to me, my dear. Datanglah padaku"
Bisikan terdengar berulang-ulang di telinganya. Tepat di bawah patung itu Ara berhenti. Ditatapnya patung mata patung itu. Seolah ada daya tarik tersendiri padanya. Seperti sebuah hipnotis yang perlahan menguasai jiwanya.
Ara perlahan naik ke pinggiran patung itu. Entah kenapa tidak ada seorangpun yang melarang ataupun menegur Ara. Saat gadis itu sudah berada tepat di depan patung itu.
"Come with me, darling. Ikutlah bersamaku"
Lagi bisikan itu terngiang di telinga Ara. Hingga kemudian, pelan Ara berjinjit. Seperti gerakan slow motion. Ara mencium bibir patung itu, lama. Seolah patung itu adalah benda hidup.
Begitu bibir Ara berlabuh di bibir patung itu. Seketika dia merasa kalau jiwanya seperti terhisap ke dimensi lain. Membuat tubuhnya terombang-ambing tidak karuan. Rasa pusing langsung menghantam kepalanya. Hingga pada akhirnya dia merasa tubuhnya mulai melemah. Dengan pandangannya yang mulai mengabur.
"I got you, baby"
Tapi tiba-tiba saja...booooom....satu ledakan hebat terjadi. Patung itu hancur berkeping-keping. Dengan satu sosok yang langsung menyambar tubuh Ara. Yang sudah tidak sadarkan diri. Lantas menghilang dalam satu kedipan mata. Tanpa disadari oleh orang-orang yang ada di tempat itu. Kehebohan terjadi saat orang-orang melihat patung itu hancur berkeping-keping dengan tiba-tiba.
"Sialan kau Luis!"
Maki Krum. Dia jelas marah. Karena hanya tinggal sedikit lagi. Dia bisa mendapatkan jiwa Ara. Mata pria itu berkilat merah. Menandakan kemarahan yang teramat besar.
"Ara...jadi namamu Ara" Guman Krum. Menunjukkan seringai tipis di wajah tampannya. Dia gagal mendapatkan jiwa Ara. Tapi setidaknya dia tahu, siapa buruannya.
__ADS_1
"Baik, kau bisa lolos dariku kali ini. Tapi tidak lain kali. Anggap saja hari, perkenalan kita. Arabella Sofia....perburuan di mulai"
***
"Ara....Ara....kau bisa dengar aku?" Tanya Luis panik. Keduanya sudah berada di kamar Luis. Yang kali ini, tirainya terbuka. Memberikan sedikit cahaya matahari pada kamar mewah itu.
Kredit Pinterest.com
"Bagaimana dia?"
"Shock berat. Ada yang berusaha mengambil jiwanya" Hans menjawab cepat. Menyentuh pelan kening Ara. Di mana dia mencoba mencari tahu kejadian sebenarnya.
"Mantra pelepas jiwa?" Yoon bertanya.
"Bukan. Orang itu berusaha menghisap jiwa Ara" Hans melepaskan tangannya dari kening Ara.
"Sesuatu yang sama kuatnya denganmu" Hans menyimpulkan.
"Krum" Desis Luis.
***
"Lucas bertemu Krum pagi ini. Jadi besar kemungkinan itu adalah dia" Aiden berkata. Mereka sudah berkumpul di ruang tengah. Membiarkan Ara beristirahat.
"Dia sepertinya mulai tahu. Siapa targetnya" Hans menambahkan.
"Kau harus mulai berhati-hati pada siapa saja yang dekat pada Ara. Sebab Krum bisa saja menggunakan mereka untuk mencelakai Ara"
"Jadi selama dia belum mendapatkan darah Ara, dia aman. Tapi sekarang dia pasti sedang trending. Karena dia akan target perburuan bagi bangsa kita"
"Krum tidak akan sebodoh itu untuk membocorkan informasi ini. Karena dia tamak. Rakus, serakah. Aku pastikan dia ingin meminum darah Ara sendiri" Luis memberikan analisanya.
"Sebab dia memerlukannya untuk melampaui kekuatanmu" Yoon menyahut.
"Yoon benar. Kalian seimbang dalam kekuatan. Karena itu Krum mencari satu hal yang mampu meningkatkan kekuatannya"
"Sebenarnya dia hanya belum bisa memaksimalkan kemampuan pedangnya. Black Sword. Dia tidak mau menyatu dengan jiwa pedangnya. Karena arogansinya. Dia hanya menganggap pedangnya hanyalah alat. Pun dengan Black Fire-nya"
"Aku terkadang kasihan pada pedang kalian. Jiwa mereka menangis tiap kali mereka berbenturan" Aiden memberitahu.
"Sebab pada dasarnya Black Sword dan Blue Sword adalah saudara seperti kalian. Sama seperti Tesaiga dan Tetsusaiga. Berbeda dengan Excalibur yang memang dibuat untuk menjadi penguasa"
"Tapi Tesaiga dan Tetsusaiga, dua pedang yang berbeda. Hanya pemiliknya saja yang bersaudara. Seperti kalian. Yang satu Iblis murni yang satu setengah Iblis"
"Aku pernah mendengar. Hellas, ayahmu sengaja memesan mereka untuk kalian. Berharap kalian berdua bisa akur. Karena pada dasarnya kalian berasal dari satu kecebong vampir yang sama"
"Kami tidak kembar ya" Tolak Luis.
"Tapi kecebongnya sama. Cuma tempatnya berbeda" Hans menyahut santai.
__ADS_1
"Dasar dokter menyebalkan"
"Bagaimanapun dia adalah ayahmu. Hellas Verona"
Luia terdiam. Dia memang tidak bisa menolak kenyataan kalau Hellas Verona adalah ayahnya. Dia sebenarnya juga tidak masalah jika sang ayah memiliki dua istri. Tapi yang jadi masalah adalah ketika istri pertamanya, Nereida. Ibu Krum. Sangat membenci ibu Luis, Aira.
Nereida menganggap Aira telah merebut Hellas Verona dari dirinya. Padahal kenyataannya. Jauh sebelum Hellas menikah dengan Nereida dan Krum lahir. Hellas Verona telah jatuh cinta pada Aira.
Karena Aira yang sekarang adalah reinkarnasi dari kekasihnya dulu yang sudah meninggal. Dan di kehidupan ini, Hellas benar-benar mewujudkan keinginannya untuk menikahi Aira. Meski Hellas sudah memiliki Nereida dan Krum, juga meski dunia mereka berbeda.
Ketika Hellas dan Aira menikah. Mereka tidak pernah menyangka jika akan memiliki Luis. Karena biasanya Vampir dan manusia tidak akan bisa memiliki keturunan.
Namun nyatanya di tahun kedua pernikahan mereka. Aira dinyatakan hamil. Dan lahirlah Luis yang sayangnya memiliki separuh darah sang ayah dalam tubuhnya. Menjadikannya manusia setengah vampir. Atau klan Vampir menyebutnya darah campuran. Satu hal yang membuat Krum tidak terima sampai sekarang dan sangat membenci Luis.
"Luis...kau harus lebih waspada sekarang. Aku pikir, Krum sudah mengetahui jati diri Ara. Dia akan melakukan segala cara untuk mendapatkan Ara"
"Kalau begitu dia harus menghadapiku mulai sekarang. Dan kali ini tidak ada kata mengalah dalam kamusku. Untuk Ara, aku tidak mau kehilangan dia lagi" Tekad Luis.
"Untung saja tidak ada acara perjodohan dalam klan kita. Kalau tidak kau akan lebih pusing dibuatnya" Seloroh Hans.
"Siapa bilang?" Aiden
"Memangnya ada?" Hans kepo.
"Kau tahu Evelyn Hobart. Dia dulu dijodohkan dengan Luis. Tapi si keras kepala ini menolak dengan ancaman akan melepas semua atribut kepemimpinan yang dia punya dalam klan Vampir kita. Dan ayahnya bisa apa. Jika putra kesayangannya sudah berkata begitu"
Luis hanya memutar matanya jengah.
"Evelyn Hobart? Yang ini?" Hans mengirimkan sebuah visual kepada Aiden.
"Darimana kau tahu dia?" Aiden heran.
"Kalian boleh menertawakan aku sekarang. Beberapa waktu belakangan ini, dia sibuk mengejarku"
Dan tawa langsung meledak di ruang tengah itu. Bahkan Yoon ikut tersenyum.
"Dia tetap berharap bisa mendapatkan yang sebanding denganmu" Ledek Yoon pada Luis.
"Kan aku standar suami idaman, baik di dunia Vampir maupun dunia fana, manusia" Jawab Luis sombong.
****
Aku membayangkan visual Ara secantik ini,
Kredit Pinterest.com
Aku pikir akan cocok dengan Luis,
__ADS_1
***