Ara & Pangeran Vampir

Ara & Pangeran Vampir
Ara Menghilang


__ADS_3

Krum menepis cekalan tangan Luis di lehernya. Memandang penuh kebencian pada adik tirinya itu.


"Jangan asal menuduh!" Krum berucap penuh penekanan.


"Lalu bagaimana kau menjelaskan kenapa kau ada di sana?" Perkataan Luis meyiratkan kalau dia benar-benar menganggap Krum adalah pelaku pembunuhan itu. Keluarga Ara habis dalam waktu satu malam. Dan ibunya menghilang tak lama sesudahnya.


"Apa kau percaya kalau aku tidak sengaja berada di sana?"


"Bohong!" Raung Luis. Kali ini habis sudah kesabarannya. Dia begitu marah saat tahu Krumlah pelaku dari semua kehilangannya di masa lalu. Dia pikir kebencian Krum padanya hanyalah sebatas karena ayah mereka memiliki dua istri. Ternyata lebih dari itu. Krum bahkan berlaku kejam dengan menyingkirkan ibunya.


"Terserah jika kau tidak mempercayainya. Tapi satu hal aku beritahu ada yang menginginkan kematian ibumu saat itu. Dan aku berhasil menyingkirkan mereka. Tapi soal ibumu menghilang dan kematian keluarga Ara. Aku tidak ada hubungannya dengan hal itu!" Krum menegaskan.


"Kau pembohong!" Luis sudah bersiap akan menyerang Krum. Ketika suara sang ayah terdengar di belakang Luis. Pria itu datang bersama Lucas.


"Apa yang kalian lakukan?" Suara berat dan dalam seakan memberikan peringatan pada dua vampir itu.


"Dia yang sudah menghabisi ibuku!" Luis berteriak. Lucas dan Hellas sejenak saling pandang.


"Jangan menuduh jika kau tidak yakin dengan kebenarannya"


"Tapi ingatan Ara..."


"Sebuah ingatan tidak bisa dijadikan dasar untuk menentukan sebuah kebenaran. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan lagi. Kecuali Ara bisa menceritakan kalau Krumlah yang menghabisi keluarganya"


Luis menatap marah pada Hellas dan Krum. Berpikir kalau dua orang itu sengaja menutupi kebenaran darinya. Menatap penuh kemarahan, Luis berlalu dari sana. Dalam hati bersumpah kalau dia akan membongkar semua kebusukan Krum, sang kakak dan membalas atas kematian keluarga Ara dan juga ibunya.


Di sisi lain, Krum sama marahnya dengan Luis. Salah paham ini sampai kapan akan berakhir. Krum, iya dia membenci Luis. Karena kehadirannya membuat sang ayah mengabaikan ibunya. Membuat Nereida, mengalami nestapa yang sangat dalam. Patah hati, kecewa juga sakit hati. Membawa Nereida pada kematiannya. Meski ibu Krum adalah istri pertama. Tapi gelar ratu tidak pernah disematkan pada Nereida. Satu hal yang juga memicu kesedihan sang ibu.


"Baik, kau pikir aku mengambil milikmu. Kalau begitu mari jadikan itu nyata. Akan kuambil hal yang paling berharga dalam hidupmu" Krum berucap dengan kemarahan yang membuncah di dadanya.


***

__ADS_1


"Bisakah dia tinggal di sini, sementara aku harus pergi" Luis tidak punya pilihan selain menitipkan Ara pada Paul. Dia harus pergi ke Utara di mana sebuah pemberontakan dari klan vampir minoritas tengah terjadi.


"Tidak masalah" Senyum mengembang di bibir Paul seperti biasanya. Pria itu selalu tersenyum bagaimanapun keadaannya.


Luis langsung menghilang begitu Ara masuk ka rumah Paul. Olivia langsung cemberut begitu melihat Ara. Peri kecil itu kini tinggal dengan Paul. Dan Luis tidak mempermasalahkannya.


"Tidurlah dulu jika kau lelah" Ara mengangguk lalu naik ke lantai dua. Di mana ada kamar yang biasa digunakan dirinya atau Erika saat berkunjung ke rumah Paul.


"Kenapa kau membiarkan dia ada di sini?" Olivia sedikit protes. Sebab dia merasakan ada sesuatu buruk yang mengikuti Ara. Sesuatu yang auranya sangat gelap. Dan juga kejam.


"Dia kan teman kita, Liv. Ingat, kau sudah berjanji akan berubah lebih baik" Paul memperingatkan Olivia. Mendengar perkataan Paul. Olivia hanya bisa mendesah lirih.


"Apa kalau berteman, kita juga mau membahayakan diri kita untuk mereka"


"Bukan membahayakan tapi membantu sebisa kita" Lagi Paul berucap. Menatap peri imut yang terbang dengan mengepakkan sayap kecilnya.


"Kenapa tidak disuruh tinggal dengan Asha di dunia bawah" Olivia lagi-lagi bertanya. Entah kenapa perasaanya semakin tidak enak.


"Ara turunlah, kita makan dulu" Paul memanggil Ara dari meja makan. Ara keluar dari kamarnya. Bersamaan dengan pintu rumah Paul yang diketuk. Olivia langsung waspada.


"Jangan dibuka" Bisik peri kecil itu.


"Siapa tahu itu Luis atau yang lainnya" Paul berjalan menuju pintunya. Membuka pintu dan "gubrak". Tubuh Paul terpental menghantam sofa ruang tamunya.


"Lari Ara!" Paul berteriak. Sebelum kesadarannya hilang. Olivia langsung memberi kode pada Ara untuk keluar dari pintu belakang. Bersamaan dengan suara langkah kaki yang masuk ke rumah Paul. Ara langsung menghambur keluar dari rumah Paul. Sementara Olivia langsung masuk ke dalam lengan baju Paul. Agar aromanya bisa tersamarkan oleh aroma manusia Paul.


"Mau lari ke mana kau?" Suara itu berkata, begitu dingin dan kejam. Menatap pada Paul yang pingsan.


"Dasar manusia lemah!" Desis suara itu. Lantas menghilang dari pandangan Olivia.


Sementara itu, Ara terus berlari tanpa henti. Kali ini siapa lagi yang mengejar dirinya. Waktu itu dia melarikan diri dari Sherpa yang ingin menikahinya. Tapi kali ini dia tidak tahu siapa yang tengah mengejarnya.

__ADS_1


Wanita itu tidak mau menghubungi Luis atau yang lainnya. Takut jika mereka sedang sibuk. Hingga terpikir satu nama di kepalanya.


"Asha...Asha...kau bisa mendengarku?" Tidak ada jawaban. Apa Asha juga sedang sibuk.


Arrrrggghhh, Ara meringis ketika dia terjatuh. Kali ini dia lelah sekali. Hingga kemudian malah mendudukkan dirinya. Sementara sesuatu yang mengejarnya semakin dekat. Ara bisa merasakan hal itu.


"Di sini kau rupanya?" Suara itu membuat Ara mengangkat wajahnya. Dilihatnya Krum yang berdiri tidak jauh darinya.


"Siapa kau?" Ara bertanya. Karena dia memang belum pernah bertemu kakak tiri Luis itu.


"Kau tidak mengenalku? Aku kakak Luis" Menatap tajam pada Ara yang sedikit ketakutan.


"Kakak Luis? Kalau begitu apa dia baik atau tidak?" Krum menyeringai mendengar pikiran Ara.


"Aku diminta Luis untuk menjemputmu"


"Benarkah?" Ara bertanya curiga.


"Kau tidak percaya? Tanyakanlah pada Luis" Tantang Krum.


"Dia tidak bisa aku hubungi dari tadi" Jawaban Ara membuat Krum tersenyum.


Pada akhirnya, Ara bersedia ikut dengan Krum. Pria Vampir itu tentu senang. Rencananya berjalan sesuai dengan keinginannya. Saat Krum meminta Ara memegang tangannya, untuk melakukan teleportasi. Wanita itu sedikit enggan. Dia tidak pernah bersentuhan dengan pria lain selain Luis dan keempat temannya.


"Jangan takut aku tidak akan menyakitimu" Ucapan Krum membuat Ara tersenyum. Perlahan mengulurkan tangannya. Tepat ketika tangan mereka bersentuhan. Satu cahaya terang terlihat di belakang Ara. Tubuh Ara dengan cepat terhisap ke dalamnya. Seiring dengan cahaya itu yang semakin memudar dan akhirnya hilang.


"Ara.....!" Teriakan Krum menggema di tengah hutan. Dalam satu kedipan mata. Ara menghilang dari pandangan Krum. Pria itu menggeram marah. Padahal sedikit lagi dan dia bisa membawa Ara. Tapi usahanya gagal. Dan sekarang dia tidak tahu ke mana portal sihir itu membawa Ara. Sebab portal sihir itu bisa muncul di mana saja.


"Sial!" Krum mengumpat marah. Lalu menghilang dari tempat itu. Setelah gagal mencari aura Ara. Krum tidak menemukan Ara di manapun. Boleh dikatakan jika saat ini Ara menghilang.


****

__ADS_1


__ADS_2