
Semua orang menatap takjub pada pasangan pengantin, yang baru saja memasuki aula. Berjalan menuju sisi lain dari tempat itu. Di mana dua orang tetua berada di sana untuk mengesahkan pernikahan Sherpa dan Ara. Sebuah batu melayang di depan dua orang tetua itu. Di sebuah altar pernikahan.
Sherpa dan Ara berhenti tepat di depan batu itu. Love Stone atau batu Cinta. Sebuah batu yang sudah dimantrai dengan mantra kuno.Hingga batu itu bisa mendeteksi perasaan cinta sepasang pengantin itu melalui darah mereka. Dan batu itu yang akan menjadi bukti sah pernikahan siapapun di dunia atas dan bawah.
Seorang tetua langsung berdiri untuk memulai upacara pernikahan itu. Tepat ketika itu, satu ledakan keras terdengar dari arah tangga masuk. Beberapa pengawal terlempar sampai ke aula. Ketika Lucas dan Hans melempar mereka dengan kekuatan keduanya.
"Tamuku sudah datang" Sherpa bergumam. Menatap ke arah Ara yang tidak menunjukkan ekspresi apapun. Datar dan dingin. Hampir semua orang berdiri dari duduknya. Panik. Tapi ketika melihat Sherpa yang terlihat tenang. Merekapun kembali tenang.
"Kembalikan dia padaku!" Luis berteriak ketika masuk ke aula itu.
"Luis mereka mengadakan pernikahan" Bisik Aiden yang baru saja melempar Zhang ke dinding aula.
"Kurang ajar kau Sherpa!"
"Bukankah dia adalah milikku sekarang?" Jawab Sherpa enteng.
Menunjukkan Ara yang diam. Tanpa ekspresi. Gadis itu sungguh cantik dalam pakaiannya sekarang.
"Ara...Ara...aku datang menjemputmu" Teriak Luis mendekat ke arah Ara yang diam. Ekspresi wajah Ara menunjukkan kalau gadis itu tidak mengenali Luis.
"Luis, dia melakukan sesuatu pada Ara" Yoon berucap lalu melangkah maju.
"Ara...ini aku" Yoon berucap menatap wajah Ara. Dalam jarak sejauh itu, Yoon mampu menerobos masuk ke pikiran Ara.
"Kak...Yoon" Ara berucap lirih. Menatap Yoon dengan tatapan memohon. Jelas Ara mengenai Yoon.
"Mantra penghapus ingatan" Gumam Yoon.
Sherpa tertawa puas seketika.
"Kau cukup pandai rupanya" Sherpa berucap tajam. Semua yang ada di sana hanya diam menonton. Seolah yang tengah terjadi adalah pertunjukan yang sangat menarik.
"Kembalikan dia seperti semula" Luis meradang.
"Tidak akan! Kami akan menikah. Dan kalian tidak akan bisa menghentikannya" Sherpa memberi kode dan semakin banyak pengawal yang masuk ke sana. Mengepung Luis dan yang lainnya. Di pimpin Zhang yang terlihat baik-baik saja. Padahal Aiden baru saja melemparnya ke dinding dengan kekuatan penuh.
"Show time" Lucas menyeringai ke arah para pengawal itu. Dan mulailah baku hantam terjadi di aula pernikahan. Kilatan sinar berwarna warni seketika terlihat di ruangan itu. Saat Luis dan yang lainnya memilih menggunakan sihir untuk melawan para pengawal Sherpa.
Ketika pengawal mereka semakin banyak yang tumbang. Sherpa mengangkat satu tangannya. Mengarahkannya pada Luis. Yang seketika langsung jatuh terduduk. Memegangi dadanya.
"Luis, kau tidak apa-apa?" Hans bertanya. Mendekati Luis yang meringis menahan sakit. Pria itu langsung menatap Sherpa yang hanya menaikkan satu alisnya.
"Dia mengaktifkan sisa racunnya. Kau brengsek!" Hans merangsek maju tapi pria itu langsung terpelanting ke belakang. Menghantam sebuah meja. Ketika Sherpa mengibaskan tangannya. Dan sebuah sinar menghantam tubuh Hans.
__ADS_1
"Brengsek!" Hans mengumpat. Perlahan bangkit dari jatuhnya.
"Kalian melawan dan jantungnya akan kuhentikan sekarang juga" Sherpa berucap. Sejurus kemudian pengawal yang baru datang, kembali mengepung Luis dan yang lainnya.
Satu mantra dan keempat orang itu langsung merasakan ikatan tak kasat mata pada seluruh tubuh mereka.
"Sial!" Lucas mengumpat.
Sedang Yoon tampak diam berkonsentrasi. Begitupun Aiden. Sementara Luis hanya bisa terdiam. Menatap pada Ara yang terlihat mengkhawatirkan Yoon. Tapi tidak mengenalinya sama sekali.
"Inikah akhir kisah kami. Setelah menunggu sekian lama. Dan bertemu kembali. Aku tidak percaya jika kami akan berakhir seperti ini" Batin Luis pilu. Air matanya mulai mengalir.
"*Luis masuklah ke pikiran Ara. Panggil dia kembali. Aku dan Aiden sedang melemahkan sihir pelindung di tubuh Ara" Pikiran Yoon masuk ke pikiran Lui*s.
Sejurus kemudian, Luis menatap ke depan. Di mana Sherpa tengah menatapnya tajam. Puas, melihat Luis dan kawan-kawannya tidak berdaya di hadapannya.
"Kalian akan jadi saksi dari pernikahanku dengan Ara" Sherpa menatap ke arah Luis. Yang tengah memejamkan mata. Seolah tengah menahan sakit.
"Ara...Ara....kau dengar aku"
"Siapa yang memanggilku?"
"Yoon...
"Tenanglah. Apa kau ingat Luis"
"Luis?"
"Ara...aku Luis"
Deg, jantung Ara seolah diremas saat mendengar suara Luis. Sama seperti yang Luis rasakan.
Tepat saat itu. Ritual penyatuan darah akan dimulai. Di mana dua orang itu mulai menyayat telunjuk masing-masing. Dan darahnya akan diteteskan di atas Love Stone.
"Mereka memulai ritualnya" Lucas berucap lirih sambil berusaha melepaskan ikatannya.
"Aku percaya padamu, Ara. Selamanya hanya kau yang kucintai dalam hidupku. Kembalilah padaku"
"Kali ini akan berhasil karena darah kami sudah menyatu"
Dua tetes darah itu menetes bersamaan di atas Love Stone. Sesuatu dalam diri Ara kembali berontak. Sama seperti Yoon dan yang lainnya berusaha melepas kekangan di tubuh masing-masing.
Teees,
__ADS_1
Darah itu meresap ke dalam Love Stone. Semua orang jelas penasaran dengan hasilnya.
Yoon dan yang lainnya menatap pada Luis. Sedang yang lain fokus pada Love Stone. Beberapa waktu...dan tidak ada reaksi dari Love Stone. Jika sepasang pengantin itu saling mencintai maka Love Stone akan bersinar merah seketika. Jika itu tidak terjadi maka bisa dipastikan bila dua orang itu tidak saling mencintai.
"Tidak mungkin!" Sherpa meradang. Ketika menyadari Love Stone tidak bersinar seperti biasanya. Satu remasan dan Luis langsung memuntahkan darah segar dari mulutnya. Membuat Hans langsung menghampiri tubuh Luis. Setelah berhasil melepas ikatannya ketika Sherpa lengah. Menyalurkan sedikit energinya untuk membantu Luis bertahan.
"Sherpa hentikan!" Zhang menahan tangan Sherpa.
"Luis...." Satu bisikan lirih dari Ara. Membuat Sherpa menoleh. Melihat Ara yang terlihat bingung. Pria itu mendekat lalu menempelkan telunjuknya di dahi Ara.
"Sherpa hentikan itu. Dia melawanmu" Zhang kembali memperingatkan Sherpa.
"Kembalilah padaku, Ara" Luis mencoba bangkit. Berjalan tertatih menuju altar pernikahan.
"Jika aku harus mati, setidaknya wajahmu akan jadi hal terakhir yang kulihat. Itu sudah cukup bagiku"
"Luis...Luis.." Sisi lain dari Ara berontak. Melawan mantra Sherpa yang tengah bekerja padanya. Hingga satu waktu, sisi lain dari Ara benar-benar menjerit memanggil nama Luis. Sejurus kemudian tiga orang langsung memuntahkan darah bersamaan. Ara dan Luis ambruk bersamaan. Sedang Sherpa langsung terhuyung ke belakang. Dengan Zhang sigap menahan tubuhnya.
Yoon menyongsong tubuh Ara begitu dia mampu melepas mantra pelindung di tubuh Ara.
"Ara...Ara bertahanlah"
Gadis itu tidak bergeming sama sekali dalam pelukan Yoon.
Sherpa menatap nanar pemandangan di depan matanya. Sementara Luis mendekat dibantu Aiden.
"Ara...Ara.."
"Apa yang harus kita lakukan?" Yoon berucap putus asa.
Pelan Luis meletakkan telunjuknya pada kening Ara.
"Luis...kau tidak bisa melakukannya. Separuh jiwamu taruhannya" Lucas mencegah Luis dengan menahan tangan pria itu.
"Lalu apa yang harus aku lakukan. Melihatnya mati. Lebih baik aku yang lenyap. Daripada melihatnya pergi" Luis menepis tangan Lucas.
Lalu memejamkan matanya. Menyalurkan Blue Fire miliknya. Bukan sebagai pemusnah tapi sebagai penyembuh. Tanpa Luis tahu. Lucas menempelkan satu telapak tangannya di punggung pria itu. Dia sendiri tidak tahu apa yang dia lakukan. Hanya saja sesuatu dalam dirinya menyuruh melakukan hal itu.
Sherpa jatuh terduduk. Rasa sakit di dadanya tidak dia hiraukan. Hingga satu suara membuat Sherpa mengalihkan pandangannya pada pemilik suara itu.
"Dia...tidak mungkin dia ada di sini"
***
__ADS_1
"Tidak mungkin!"