Ara & Pangeran Vampir

Ara & Pangeran Vampir
Sisi Lain Dari Krum


__ADS_3

Sherpa memejamkan matanya. Saat tahu sihir kepemilikannya sudah dipatahkan oleh Luis.


"Kau benar-benar menģikatnya" Sherpa bergumam. Pria itu sudah pulih sepenuhnya. Menatap hampa pada kamar yang beberapa hari lalu Ara tempati. Menghirup pelan aroma gadis itu yang masih tertinggal. Sungguh dia belum rela untuk melepas Ara. Dia benar-benar jatuh cinta pada Ara.


"Kau benar-benar akan pergi?" Kesal Zhang. Dia jelas marah ketika Sherpa memutuskan untuk pergi ke Selatan. Menyelesaikan masalah hati yang sudah berlangsung sangat lama.


"Kenapa?"


"Seenaknya saja!" Gerutu Zhang.


"Aku kan rajanya. Jadi suka hati akulah"


Zhang hanya bisa menggeram kesal.


"Aku akan menemui Asha, sebelum pergi. Dia pulang besok"


"Terserah!" Zhang mengeja ucapannya.


"Mode ngambek on" Ledek Sherpa.


"Sialan kau!"


****


Ara melangkah kesal keluar dari rumah utama. Dia benar-benar marah.


"Egois! Bagaimana bisa melakukan ini padaku!" Makinya.


Gadis itu terus berjalan. Tanpa arah tujuan. Mulai berdesakan dengan banyak orang ketika Ara memasuki jalanan. Tanpa Ara sadari. Beberapa pasang mata menatap tajam padanya.


Mereka adalah ras selain manusia. Vampir, Iblis, juga makhluk lain yang hidup membaur bersama manusia. Aroma Ara yang tidak lagi terkekang. Menguar bebas di udara. Membuat para makhluk itu hampir saja meneteskan air liurnya.


Mencium aroma manis dan memabukkan milik darah Ara. Namun ketika mereka bergerak mendekati Ara. Saat itu juga mereka kembali memundurkan diri. Begitu mencium aroma lain yang melingkupi tubuh Ara.


Mereka jelas tahu milik siapa aroma yang tengah melindungi Ara. Alhasil mereka hanya bisa menatap Ara lapar. Tanpa berani menyentuhnya. Gadis itu menghentikan langkahnya. Menatap pada langit yang pekat di atas sana.


"Jangan mengikutiku!" Dia berucap lantang. Seolah dia sedang bicara pada seseorang di depannya. Di ujung lain, Luis menarik satu ujung bibirnya. Mendengar kemarahan sang istri.


Ara tahu jika Luis pasti mengikutinya. Mengawasinya. Melangkah masuk ke sebuah taksi yang pengemudinya langsung menatap tajam ke arah Ara. Mata merahnya berkilat penuh rasa lapar. Namun detika berikutnya dia kembali menormalkan diri. Begitu tahu siapa Ara.


"Ratu Klan Vampir sudah muncul" Satu berita yang orang zaman now akan membuatnya menjadi sebuah hashtag. Langsung viral begitu para Vampir dan yang lainnya meng-share informasi itu sama lain. Semua jelas penasaran dengan sosok ratu Vampir yang sudah lama tidak pernah ada. Bahkan Hellas Verona pun tidak mengumumkan kalau Nereida, ibu Krum sebagai ratunya. Hal yang membuat Nereida geram sampai sekarang.


Sama seperti yang Krum alami sekarang. Pria itu tengah berjalan dengan penuh amarah. Menemui sang Ayah.

__ADS_1


"Apa benar berita yang kudengar?" Krum bertanya to the point.


"Soal?" Hellas masih berpura-pura tidak tahu.


"Jangan berpura-pura Ayah. Kau menunjuk darah campuran itu menjadi penerusmu"


Hellas mengulas senyumnya.


"Kau tahu?"


"Jangan berpura-pura lagi! Kenapa dia? Bukankah seharusnya aku. Aku putra tertuamu" Marah Krum. Sementara Hellas langsung menghela nafasnya.


"Kau tahu kenapa aku tidak memilihmu. Tidakkah kau sadar. Kau sedang menunjukkan sifat aslimu padaku. Kau pemarah. Kau selalu menyalahkan orang lain. Kau ambisius. Dan itu yang membuatku tidak memilihmu" Hellas berucap tajam. Membuat Krum semakin marah.


"Lalu Luis? Dia sama sekali tidak punya ambisi"


"Kau salah Krum. Dia punya tapi tidak menunjukkannya pada semua. Dia akan bergerak jika ada yang mengganggunya. Asal kau tahu baru kali ini Luis menerima perintahku menjadi penerusku. Padahal aku sudah memberikannya sejak dulu lagi....arrghhh...


"Kau memang brengsek Ayah!" Krum menatap Hellas yang jatuh tersungkur di lantai. Setelah Krum menyerangnya.


"Serang saja aku. Atau bunuh saja aku sekalian. Tapi kau tidak boleh menuntut Luis lagi. Kau tidak boleh menyerangnya lagi"


"Jangan harap. Kau harus tetap hidup untuk melihat bagaimana aku menghabisi putra darah campuran kesayanganmu itu!" Geram Krum. Berlalu dari hadapan Hellas.


Hellas langsung berkaca-kaca saat melihat Krum berlalu meninggalkannya begitu saja.


"Kau di sini?"


"Aku kebetulan ingin bertemu Jenderal Bei. Membicarakan soal keamanan untuk Luis"


Lucas membantu Hellas untuk duduk. Pria itu lalu mengambilkan minum untuk Hellas.


"Kau lihat sendiri bagaimana emosionalnya Krum. Menurutmu dengan sifat Krum itu, aku bisa memberikan gelar pemimpin padanya?"


"Memang Krum tidak pantas memimpin dengan sifatnya yang sekarang. Tapi memberikannya pada Luis yang menerimanya dengan terpaksa, itu juga bukan keputusan yang tepat"


"Lalu aku harus memberikannya pada siapa?" Pancing Hellas. Lucas cukup kekanakan di permukaan tapi jika sudah serius. Dia bisa jadi sosok yang berbeda.


"Itu terserah Paman. Aku tidak bisa ikut campur soal hal itu. Tapi setidaknya jika itu adalah Luis. Dia akan menjalankan tanggung jawabnya. Meski setengah hati"


"Dia akan melakukan tugasnya dengan baik. Asal dia ada di samping Luis. Itu janjinya padaku. Asal dia bisa melindunginya"


Lucas sekarang paham. Kenapa Luis menerima menerima tawaran dari Hellas. Mematahkan sihir kepemilikan dari Sherpa perlu menyamakan status dengan pria ular itu. Melindungi Ara adalah prioritas bagi Luis.

__ADS_1


"Lalu bagaimana denganmu?" Hellas membuyarkan angan Lucas.


"Aku? Maksud Paman?"


"Sudah memutuskan soal dirimu dan Asha?"


"Aku akan berusaha meyakinkan mereka kalau aku pantas untuknya. Setelah kami bisa menyelesaikan masalah kita dengan mereka"


"Sebenarnya tidak ada hal yang serius yang memicu perang ini. Hanya saja aku memilih diam. Asal mereka tidak membuat kekacauan"


"Luis akan turun untuk menyelesaikan masalah ini. Dia menemukan kalau ada orang di dunia bawah yang sengaja membuat hubungan kita memburuk beberapa waktu belakangan ini"


"Baik kalau begitu. Ini akan jadi tugas pertama Luis, sebelum dia resmi menggantikanku"


"Paman serius dengan ini semua. Maksudku, Krum bisa saja melakukan sesuatu di luar perkiraan kita. Paman, mereka bisa saling bunuh"


"Luis tidak akan melayan kemarahan Krum. Kecuali putraku itu mengganggu milik Luis"


Lucas langsung paham dengan maksud Hellas. Selama Krum tidak menyentuh Ara, Luis tidak akan terlancing. Masalahnya, Krum tengah mengincar Ara.


Di sisi lain, setelah Krum menyerang sang ayah. Pria itu pergi ke satu tempat di dunia fana. Mengabaikan panggilan Evelyn di kepalanya. Pria itu melayang turun di depan sebuah rumah sederhana. Sederhana namun terlihat bersih dan terawat. Begitu Krum melangkah masuk, seorang gadis berusia belasan tahun. Langsung keluar dari rumah itu. Menghambur lalu memeluk Krum. Yang langsung menunjukkan aura kemarahanya.


"Maaf" Lirih gadis itu.


Krum seolah tidak memperdulikan gadis itu. Melangkah masuk ke dalam rumah.


"Kakak, mau makan? Rin, tadi memasak ikan. Tadi Rin, menangkap ikan di sungai itu" Oceh gadis yang bernama Rin itu antusias. Dia begitu senang saat melihat Krum.


Dan kembali bukan jawaban yang Rin dapat. Tapi sebuah tatapan tajam.


"Maaf, Rin lupa kalau Kakak tidak makan makanan manusia" Rin menundukkan wajahnya. Krum tahu Rin ketakutan. Pelan, pria itu menghela nafasnya.


"Siapkan untukku" Ucap Krum singkat.


"Ha?" Rin terkejut dengan ucapan Krum. Tapi sejurus kemudian, gadis itu melompat senang. Lalu berlari menuju dapur. Menyiapkan makanan untuk mereka berdua.


Krum berjalan menuju jendela rumah itu. Menatap sihir yang dia bangun untuk melindungi rumah ini. Tidak tahu kenapa. Tiap kali pikirannya gundah dan dipenuhi amarah. Pria itu selalu lari ke sini.


"Aku sangat membenci manusia. Tapi aku sendiri memelihara seorang manusia di sini" Gumam Krum kesal pada dirinya sendiri.


Dia bingung pada dirinya. Karena sisi lain darinya selalu melarang Krum untuk membunuh Rin.


***

__ADS_1



***


__ADS_2