Ara & Pangeran Vampir

Ara & Pangeran Vampir
Sumber Masalah


__ADS_3

Yoon menatap Erika yang tampak meringkuk di sudut kamarnya. Malam ini adalah malam bulan purnama. Dan Erika sudah menggigil sejak tadi.


"Minum ini dulu" Pinta Yoon. Mengulurkan segelas darah pada Erika. Tapi gadis itu malah memundurkan dirinya.


"Coba dulu" Bujuk Yoon lagi. Berusaha mendekati Erika. Lagi-lagi Erika menghindar. Yoon menghela nafasnya.


"Oke, aku tahu rasanya menyiksa. Tapi apa perlu kucarikan manusia untuk kau hisap darahnya?" Erika langsung menggeleng mendengar ucapan Yoon.


"Kalau begitu minumlah ini. Ini akan mengurangi rasa hausmu" Erika menatap Yoon. Sejurus kemudian, gadis itu merangsek maju. Menepis tangan Yoon yang memegang gelas berisi darah. Lalu tanpa aba-aba, menggigit leher Yoon. Menghisap darahnya.


"Kau masih dendam padaku ya. Aku kan hanya mencicipi darahmu. Tapi kau sudah menggigitku dua kali" Gerutu Yoon. Tidak melawan saat Erika terus menenggelamkan taringnya di leher Yoon.


"Maaf" Bisik Erika lirih. Begitu mode Vampirnya sudah hilang.


"Lalu imbalannya untukku apa?" Goda Yoon. Erika menarik dua sudut bibirnya. Lalu menautkan bibirnya ke bibir pria kulkas berjalan itu. Yang jelas terkejut dengan ulah Erika.


"Kakak belum pernah ciuman ya?" Erika tertawa melihat wajah Yoon memerah.


"Itu...."


"Bilang saja iya. Susah benar" Ledek Erika. Tidak percaya jika Yoon belum pernah mencium wanita manapun seumur hidupnya.


"Jangan meledekku!" Kesal Yoon. Sebal karena yang dikatakan Erika benar adanya.


"Berarti benar. Wah...aku dapat durian runtuh. Dapat Vampir perjaka" Kekeh Erika. Yang langsung membuat Yoon manyun. Kulkasnya lupa dicolokin jadi mode dinginnya lagi tidak on.


***


"Luis minggir!" Ara mendorong tubuh Luis yang masih memeluk dirinya.


"Apa sih?" Protes Luis. Tidak ingin mengubah posisinya.


"Aku masih marah padamu"


"Tidak masalah kau masih marah padaku. Asal kau tidak menolak pernikahan ini"


"Berarti ada cara untuk menolak pernikahan ini. Apa aku harus bertemu dewan konstitusi Vampir?"


"Ngaco kamu. Kami tidak punya yang seperti itu"


Dan pertengkaran itu masih berlangsung hingga mereka turun untuk sarapan. Ara dan Erika lebih tepatnya. Sedang yang lain seperti biasa. Hanya berkumpul di ruang tengah.


"Kau kenapa Yoon?" Hans bertanya melihat Yoon yang terlihat berbeda.


"Apa dia menggigitmu lagi. Semalam kan bulan purnama" Yoon terdiam mendengar pertanyaan Aiden.


"Sepertinya dia lebih bernafsu padamu. Daripada manusia" Ledek Lucas.


"Diam kalian!" Desis Yoon.


"Yang satu otewe dekat. Yang satu gelut aja kerjaannya" Hans menatap Luis yang tampak santai meminum darahnya.

__ADS_1


"Dia yang mulai. Bukan aku"


"Tapi kau melayannya" Lucas berucap kesal.


"Kalau tidak dilayan tidak seru. Perempuan itu makin cantik kalau sedang marah"


"Salah...perempuan paling cantik ya kalau lagi bercinta. Naked begitu beeuuhhh....aduuuhhh" Lucas menggaruk kepalanya yang mendapat lemparan bantal dari Aiden.


"Pagi-pagi tu mulut dikondisikan" Aiden berseru.


Semua langsung kicep mendengar ucapan hyung mereka.


***


Luis dan yang lainnya sudah duduk di hadapan Rakuten. Dengan Lupin duduk di samping Raja Iblis itu. Wajahnya jelas menunjukkan rona tidak suka dengan kedatangan Luis and the genk.


"Lihat wajahnya sudah seperti mau menelan orang" Bisik Hans tengil.


"Kita vampir, bukan orang" Balas Lucas iseng.


"Selamat datang di dunia kami" Rakuten menyapa ramah. Jenderal Renra dan Zaga berada di belakang Rakuten. Luis mengangguk sambil tersenyum.


"Terima kasih atas sambutan Anda" Aiden menyahut.


"Jadi maksud kedatangan kalian ke sini adalah..."


"Kami ingin meluruskan masalah yang terjadi di antara bangsa kita selama ini"


"Tunggu dulu. Yang ingin kami tanyakan. Kenapa kalian seolah menganggap kami musuh kalian"


"Kalian mengelak?" Desak Lupin.


"Beritahu dulu kami masalahnya" Luis berucap tegas. Sebab selama ini mereka tidak pernah membuat masalah dengan ras Iblis. Penyerangan atau apapun itu.


"Kau menyangkal kejadian lima puluh tahun?" Lupin bertanya penuh kebencian.


Luis dan yang lainnya saling pandang.


"Ada satu waktu tentara kami sedang melakukan latihan di wilayah utara. Dan semuanya tewas dengan gigitan di lehernya" Zaga menjelaskan secara singkat. Kembali Luis saling memandang dengan yang lainnya.


"Masih menyangkal?" Lupin menyeringai.


"Kami tidak pernah masuk ke wilayah kalian dalam seratus tahun terakhir ini. Kecuali Lucas yang tidak sengaja masuk untuk menolong putrimu" Aiden menatap Lucas galak. Yang dibalas cengiran oleh pria itu.


"Kau yakin?" Rakuten bertanya heran.


"Kami mengontrol ketat bangsa kami selain di dunia manusia. Jadi mereka tidak akan bisa masuk ke dunia kalian, atas dan langi tanpa kami ketahui. Kecuali mereka memiliki kekuatan di atas kami"


"Kau lihat? Kaupun mengakuinya"


"Kami bukan tidak mengakui kalau bisa saja terjadi kelalaian di pihak kami. Tapi itu belum bisa dijadikan bukti kalau bangsa kamilah pelakunya" Bela Lucas.

__ADS_1


"Kau lihat betapa arogannya bangsa mereka" Lupin berucap berusaha mempengaruhi Rakuten.


"Arogan, mungkin sifat itu yang melekat di bangsa kami. Tapi untuk kali ini mari kesampingkan arogansi kita masing-masing. Kami benar-benar ingin menyelesaikan kesalahpahaman di antara kita" Luis bicara menatap lurus pada Rakuten.


"Bukankah sudah jelas. Kalianlah pelakunya. Kalian menyerang bangsa kami saat kami lengah. Saat kami tidak punya persiapan apa-apa" Provokasi Lupin.


***


"Dialah biang keroknya" Yoon mengeluarkan pendapatnya.


"Memang dia. Siapa lagi?" Timpal Lucas.


"Selirnya juga satu klub dengan Lupin. Mereka sepertinya sudah lama ingin menguasai tahta. Tapi Rakuten tidak bisa dihasut" Analisa Aiden.


"Jadi satu-satunya cara adalah membuat bangsa ini dikucilkan. Tidak mempunyai sekutu..."


"Atau mencari sekutu yang satu server dengan mereka. Pangeran yang akan dinikahkan dengan Asha. Aku sudah menyelidikinya. Selir Jia pernah menemui Pangeran itu"


"Jangan bilang jika si Jia itu menggunakan tubuhnya yang tidak seksi itu untuk membuat pangeran itu bekerja sama dengan mereka. Dan Asha yang dijadikan umpannya. Dengan begitu mereka bisa menguasai bangsa ini dengan cara yang tidak Rakuten sadari"


"Brengsek!" Lucas mengumpat kesal.


"Jangan emosi dulu. Sekarang pikirkan cara untuk membuat tiga orang itu saling tidak mempercayai" Hans memberi saran.


"Tunjukkan saja video yang kemarin itu" Usul Yoon.


"Haissh, itu tidak beretika namanya. Itu kan video oye-oye. Masak dipertontonkan di depan umum." Aiden memberi pertimbangan.


"Akan kuberitahukan lewat jalur pribadi. Atur pertemuanku dengan Rakuten. Ajak Asha untuk mengelabui duo biang kerok itu" Luis memutuskan pada akhirnya. Dan Lucas langsung bersorak senang. Dia bisa bertemu Asha.


"Juga Hans dan Yoon kalian bisa melihat apa yang terjadi lima puluh tahun di tempat itu" Pinta Luis.


"Ide yang bagus, Luis" Hans mengacungkan jempolnya pada Luis. Meski setengah hati menerima jabatan raja. Tapi Luis benar-benar melakukan tanggung jawabnya dengan sepenuh hati.


***


"Kita harus berhati-hati sekarang. Raja Vampir yang sekarang tampaknya serius untuk menyelesaikan masalah ini" Jia berucap panik.


"Apa yang kau takutkan Sayang. Jangankan raja Vampir. Dewa langit saja tidak akan bisa membuka kedok kita" Lupin berbisik di telinga Jia. Membuat wanita itu menggigit bibirnya. Ketika tubuhnya mulai meremang.


"Kau harus lebih waspada" Suara Jia hampir berubah menjadi *******. Saat tangan Lupin mulai masuk ke dalam baju atasan Jia.


"Kita pikirkan itu nanti. Jangan khawatir. Aku sudah punya rencana untuk itu. Lalu bagaimana tugasmu?" Tanya Lupin. Pria itu sudah menempelkan tubuhnya ke tubuh Jia.


"Dia selalu meminumnya setiap hari. Sebentar lagi dia akan mati perlahan seperti ibunya" Balas Jia senang. Sejurus kemudian, keduanya sudah saling menautkan bibir. Mulai bertukar saliva. Juga saling melucuti pakaian masing-masing. Tak berapa lama keduanya sudah saling melenguh. Saat tubuh mereka saling beradu. Memberi kenikmatan satu sama lain.


Tanpa mereka sadari. Sepasang mata menatap aksi dua makhluk tidak tahu malu itu, sambil menutup mulutnya. Tidak percaya dengan apa yang dilihat dan di dengarnya.


"Jadi mereka berdualah sumber masalah di dunia bawah selama ini. Dasar makhluk tidak tahu diri" Umpat orang itu. Sambil berlari meninggalkan tempat rahasia tersebut.


***

__ADS_1


__ADS_2