Ara & Pangeran Vampir

Ara & Pangeran Vampir
Tekad Runyu


__ADS_3

Luis mengumpat marah. Ketika dia harus kembali ke rumahnya.


"Ada apa?" Tanya Luis gusar. Dia ingin segera menemui Ara. Tapi satu panggilan dari Aiden membuatnya memutar balik. Bukannya mendapat jawaban tapi sebuah kode yang Luis dapat. Pria itu langsung mengikuti arah pandang Aiden.


"Jenderal Zaga" Gumam Luis.


"Kami ke sini ingin menyampaikan pesan dari raja kami bahwa kalian dilarang masuk ke dunia bawah. Semua hubungan akan diputus mulai saat ini" Zaga berucap singkat, padat dan jelas.


Luis dan lainnya hanya saling pandang. Mereka tahu akan ada hal seperti ini yang terjadi. Mengingat pengaruh Lupin dan Jia sangat kuat pada Rakuten.


"Sampaikan pada Rajamu. Pesan kami terima. Dan terima kasih telah bersedia menerima kedatangan kami sebelum ini" Jawab Luis ramah.


Zaga langsung berdiri lalu melangkah keluar. Namun ketika sampai di pintu. Pria tinggi besar itu berhenti lalu membalikkan badannya.


"Hubungi aku jika kalian memerlukan bantuan"


"Tentu saja" Luis menjawab dengan senyum penuh arti. Setelahnya Zaga langsung menghilang dari hadapan mereka.


Luis langsung memijat pelan pelipisnya. Dia tahu tidak akan semudah itu menyelesaikan masalah antara klan Vampir dan ras Iblis. Tapi jika semua datang bersamaan, ya dia jelas pusing.


"Pusing Pangeran?" Ledek Lucas.


"Pusing tapi setidaknya aku tidak akan sepanik dirimu" Luis menyandarkan tubuhnya di punggung sofa.


"Maksudmu?" Lucas bertanya dengan raut wajah tidak pahammya.


"Kau ini jenderal perang, mboknya mode bocilnya itu dihilangkan. Diupgrade gitu jadi mode waspada atau analisa tingkat dewa"


"Dewa yang mana ini. Masa aku harus naik ke dunia langit dulu" Balas Lucas ngawur.


"Aaaw...aaaww" Satu jitakan dari Yoon mendarat di kepala Lucas.


"Seriuslah sedikit" Aiden berucap tajam.


"Iya...iya..."


"Menurutku mereka akan segera melakukan satu hal untuk semakin memperkuat kedudukan biang kerok itu" Aiden mulai berbicara.


"Yap dan itu adalah....menikahkan Asha" Luis menyahut cepat.


"Whaatt!!???" Lucas langsung berteriak.


"Calm down, Lucas" Yoon bicara.

__ADS_1


"Berani mereka melakukan itu akan kubawa Asha kabur"


"Kabur kemana?" Ledek Luis. Lucas langsung cengo mendengar pertanyaan Luis.


"Pakai tak tik pak Jenderal" Kembali ledekan datang dari Yoon.


"Tapi aku setuju dengan idemu" Luis tiba-tiba berkata. Lucas langsung mengembangkan senyumnya.


"Luis apa kau gila? Kekacauan akan terjadi jika Lucas membawa kabur Asha"


"Memang itu yang ku mau. Mengacaukan pernikahan mereka. Membuat malu duo biang kerok itu. Hingga kepercayaan dari pangeran timur itu luntur"


"Wah, Raja Vampir dan Jenderal Vampir hobinya merusak pernikahan orang" Hans yang baru datang langsung berseloroh.


"Seru tahu" Lucas menjawab sambil menaikkan satu alisnya. Melihat pada Luis yang termenung. Dia tengah masuk ke dunia bawah. Mencoba mencari tahu.


"Sherpa membangun sebuah portal di taman ilusi milik Asha" Luis berucap ketika dia kembali pada kesadarannya.


"Sherpa?"


"Mungkin dia tahu hal ini akan terjadi" Menatap pada Lucas penuh arti. Yang sejurus kemudian langsung mengembangkan senyumnya.


Dan sesuai dugaan Luis, di dunia bawah. Asha langsung berteriak menolak pernikahan yang awalnya sang ayah setuju menolak. Kini malah dipercepat.


"Kau harus berkorban untuk dunia bawah kita"


"Untuk apa? Agar duo biang kerok itu bisa menguasai kita? Tidak! Aku menolak pernikahan ini!" Teriak Asha histeris.


Sementara di belakang Rakuten, Lupin dan Jia saling melempar senyum. Puas rencana mereka berjalan lancar.


"Aku harus kabur. Kabur....kabur...kabur" Gumam Asha panik.


"Runyu....Runyu..." Asha memanggil pelayan setianya. Namun bukan Runyu yang datang.


"Mana Runyu? Kenapa kau yang datang?" Tanya Asha heran pada pelayan yang masuk ke kamarnya.


"Maaf Putri, pelayan Runyu minta izin untuk pulang menemui saudaranya yang sedang sakit"


"Kenapa dia tidak pamit padaku? Ini aneh" Asha merasa ada aneh dengan Runyu. Meski dia sempat marah karena dulu Runyu membocorkan pelariannya. Tapi itu tidak berlangsung lama. Setelah Runyu menceritakan bahwa dia diancam.


"Lucas bawa aku pergi dari sini" Gumam Asha sambil menggigit bibirnya. Tanpa wanita itu sadari, gelang di tangan Asha bersinar. Motif Lilynya mengeluarkan sinar. Bersamaan dengan itu sebuah cahaya yang terang terlihat dari taman ilusi yang Sherpa buat.


"Jika kau pintar, kau akan menemukan sesuatu yang menarik di dalamnya"

__ADS_1


Satu pesan dari Sherpa terlintas di benaknya.


"Itu portal dimensi. Oooo, terimakasih Kakak" Seru Asha. Tidak peduli portal itu akan membawanya ke mana. Yang penting dia bisa keluar dari kamarnya yang mulai dijaga ketat.


Asha melompat masuk ke dalam portal dan merasa tubuhnya merasa dihisap masuk ke sebuah dimensi. Semua terasa berputar di kepala Asha. Sedikit terhuyung ketika kakinya berpijak di lantai karpet tebal.


Gadis itu langsung bersorak gembira begitu sadar dia ada di mana. Apalagi ketika dari arah belakang. Tiba-tiba pintu terbuka.


"Asha.....apa yang kau la..mmmppphhh"


Suara Lucas langsung tenggelam ketika Asha menubruk dirinya. Lalu menautkan bibir keduanya. Awalnya Lucas terkejut. Namun detik berikutnya pria itu mulai membalas pagutan wanita yang memang tengah ia rindukan.


"Aku rindu padamu" Bisik Asha sebelum kembali menyatukan bibir mereka.


Lucas jelas bahagia bukan kepalang. Dalam sekejap, suasana menjadi panas. Lucas baru saja selesai mandi. Dia hanya memakai handuk dipinggangnya. Tubuh atasnya topless. Tangan Asha melingkar di leher Lucas. Sementara tubuh keduanya sudah menempel ketat satu sama lain. Membuat gairah keduanya melesat naik seketika.


"Lucas..." Bisik Asha sensual di telinga Lucas.


Mereka sudah berbaring di kasur Lucas. Saat dua orang beda gender berada di satu kasur dengan tubuh tanpa pakaian. Sudah bisa ditebak apa yang akan terjadi. Ketika keduanya sama-sama tidak bisa mengendalikan diri. Ya...begitulah akhirnya.


Petir menyambar di dunia bawah dan dunia fana ketika Lucas menyatukan diri dengan Asha untuk pertama kalinya. Baik Rakuten, Luis maupun Hellas Verona tahu artinya itu. Rakuten jelas menggeram marah. Sedang Luis dan Hellas langsung memijat pelipisnya bersamaan.


"Perang benar-benar akan terjadi" Gumam Luis sambil menarik nafasnya pelan.


Sementara itu, di suatu tempat di dunia bawah. Di sebuah ruang yang sangat pengap dan gelap. Membuat siapa saja yang masuk ke sana akan merasa sesak. Di sudut ruangan, terlihat seorang pria yang tengah duduk tidak berdaya. Dua tangan dan kakinya diikat. Tubuh dan wajahnya penuh dengan luka dan lebam.


Suara pintu yang dibuka membuat pria itu mengangkat wajahnya. Sebuah seringai tipis terukir di bibirnya yang bengkak karena pukulan bertubi-tubi.


"Bagaimana sudah menyerah?" Sebuah suara yang terdengar kejam dan dingin terdengar di telinga orang itu.


"Kau tidak akan bisa membunuhku. Aku pastikan semua rencanamu akan gagal. Aku akan keluar dari sini. Dan memberitahu Yang Mulia Raja Rakuten soal kebusukanmu!"


Dan "crash" satu kilatan sinar berwarna merah terlihat. Menimbulkan sebuah luka cambuk di dada pria itu. Darah langsung mengalir deras. Menambah deretan luka di tubuh pria itu.


Lupin menggeram marah. Dia sudah melakukan semua untuk mencoba membunuh pria yang ada di hadapannya ini. Tapi tidak bisa. Pria dihadapannya ini bisa terluka tapi mati seolah tidak bisa.


Sementara pria itu hanya tersenyum. Dia sungguh beruntung ketika sang tuan memberinya sebuah pil. Dan berkata "itu pil penahan jiwa, akan membuat jiwamu akan tetap bertahan selama kau punya keinginan untuk tetap hidup"


"Aku akan bertahan Putri. Saya akan terus memanggil mereka melalui pikiranku" Tekad pria itu.


Dia tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Membiarkan dirinya kalah karena diancam dan membuat pelarian sang putri sia-sia. Tidak kali ini dia akan berjuang. Dan membongkar kebusukan yang ada di dunia bawah. Itulah tekad Runyu.


***

__ADS_1


__ADS_2