Ara & Pangeran Vampir

Ara & Pangeran Vampir
Jenderal Perang Mode Bocil


__ADS_3

"Aku akan menerimanya. Dengan satu syarat. Hanya dia yang akan jadi ratunya"


Hellas tersenyum mendengar ucapan dari Luis, sang putra. Tidak masalah dengan syarat yang diminta oleh Luis.


Dua hari berlalu. Baik Luis maupun Ara, keduanya sudah pulih. Luis bahkan sudah masuk kantor sejak kemarin. Mengerjakan berkas-berkas yang tidak bisa ditangani oleh Yoon. Lebih tepatnya ogah menangani.


"Statusmu tetap asistenku. Kenapa kau jadi tidak mau mengerjakannya" Gerutu Luis.


Dia sebenarnya tahu kenapa Yoon tidak mau mengerjakan berkas itu. Sebab kliennya wanita. Yoon enggan berhubungan dengan klien wanita. Dan biasanya jika sudah begitu yang maju adalah Aiden atau Lucas. Bahkan Hans pernah diminta menggantikan keempat pria itu untuk meeting dengan seorang klien wanita yang super judes plus rewel.


Hans yang notabene selalu berotak tengil dan jahil berhasil membuat wanita itu menyetujui kontrak kerjasama dengan VR Company tak kurang dari setengah jam. Hebat, satu kata yang keluar dari bibir keempat CEO Vampir itu.


Lucas sedang melamun di taman belakang. Ketika Aiden menghampirinya.


"Kenapa kau?"


"Sedang meratapi nasib" Lucas berucap dramatis.


"Alahh sok drama lu. Kenapa?"


"Raja Iblis saja belum bisa aku lalui. Sekarang muncul Sherpa sebagai kakaknya Asha. Duh karma apa yang sedang kuterima ini" Drama Lucas semakin parah.


"Karma karena kau suka mempermainkan perasaan wanita. Sekarang rasakan betapa susahnya mendapatkan wanita yang kau inginkan"


Lucas memanyunkan bibirnya. Kesal dengan ledekan hyungnya.


"Aku harus bagaimana Hyung?"


"Ya jalani saja. Berusaha mendapatkan persetujuan mereka"


"Ngomong aja enak. Menjalaninya setengah mati" Dengus Lucas geram.


Aiden terkekeh mendengar kekesalan Lucas. Mau bagaimana lagi, Lucas harus bisa melunakkan hari dua pria itu jika ingin mendapatkan Asha. Apalagi Sherpa seolah menargetkan Lucas setelah dia gagal memiliki Ara.


"Ular itu pasti akan mempersulitku"


"Jangan berburuk sangka dulu"


Aiden berucap menenangkan Lucas.


Malam beranjak datang. Entah kenapa malam itu, Luis meminta semua orang untuk berkumpul di ruang tengah. Bahkan Erika dan Asha juga ada di sana. Hari ini hari terakhir. Sebelum Asha kembali ke dunia bawah. Sesuai janjinya pada sang ayah.


"Kenapa dia meminta kita berkumpul?" Lucas bertanya. Namun semua hanya menggelengkan kepalanya. Sementara di lantai atas. Tepatnya di kamar Luis. Dua orang itu malah berdebat.


"Aku tidak melakukan apapun dengan Sherpa" Ara berucap untuk kesekian kalinya. Meski Luis mengiyakan. Tapi nada bicara Luis, seolah menyiratkan kalau ada keraguan dalam ucapan pria itu.


"Kau meragukanku?" Ara bertanya kesal.


"Tidak juga"

__ADS_1


"Lalu kenapa nada bicaramu seperti itu"


"Aku tidak meragukanmu. Hanya saja aku ingin memastikannya" Luis menyentuh leher Ara. Tepat saat tangan Luis menyentuhnya. Rasa panas kembali terasa.


"Aarrghhhh"


"Kau lihat, dia masih meninggalkan tanda padamu"


"Tapi bukan aku yang menginginkannya" Ara menyentuh lehernya. Saat tato berbentuk ular masih terasa di sana.


"Karena itu aku akan menghilangkannya"


"Caranya?"


"Ikut denganku" Luis menarik tangan Ara. Membawa gadis itu keluar dari kamarnya. Menuruni tangga, menuju ruang tengah. Di mana semua orang sudah menunggu.


Semua langsung berdiri begitu melihat Luis dan Ara berdiri di ujung tangga.


"Aku meminta kalian berkumpul. Karena aku ingin mengumumkan sesuatu" Luis mulai bicara. Tangannya menggenggam tangan Ara. Gadis itu tampak tidak paham dengan apa yang tengah terjadi.


Semua terdiam. Menunggu Luis meneruskan ucapannya. Perlahan Luis membalikkan tubuhnya. Menghadap Ara yang tampak mengerutkan dahinya.


"Aku ingin mengumumkan kalau mulai saat ini Arabella Sofia Reyes adalah milik Luis Alexander Verona" Ucap Luis sambil menatap wajah Ara.


Sejurus kemudian, Luis menarik paksa kalung milik Ara. Membuat gadis itu terkejut. Tapi detik berikutnya, semua orang menutup mulutnya. Tidak percaya pada apa yang dilihat. Saat Luis dengan cepat meraih tengkuk Ara. Lantas mencium lembut bibir gadis itu.


Saat itulah, tato ular milik Sherpa perlahan menghilang dari leher Ara. Berganti dengan sebuah tato berupa setangkai mawar hitam. Yang mulai terukir di belakang telinga Ara. Mawar hitam atau klan Vampir menyebutnya Vampire Flower. Lambang klan Vampir.



Untuk beberapa saat, Luis menahan ciumannya. Tanpa Ara tahu, pria itu sedang mengalirkan darahnya kepada Ara. Darah Luis menyatu dengan darah Ara. Saat tato mawar hitam itu selesai terbentuk. Luis melerai ciumannya.


"Aku mencintaimu, Arabella Sofia" Luis berucap, kali ini menatap dalam bola mata Ara.


"Itu maksudnya apa?" Erika berbisik lirih pada Yoon.


"Secara teknis mereka telah menikah menurut hukum klan vampir" Jelas Yoon singkat.


Erika ber-ooo ria. Sedang yang lain hanya bisa saling pandang.


"Ini maksudnya apa?" Ara mengejar Luis.


"Aku menciummu. Apa masih kurang jelas?" Jawab Luis menggenggam kalung Ara.


"Aku tidak sebodoh itu Luis. Kau mengatakan aku adalah milikmu. Apa status kita menikah menurut hukum klan Vampir?" Desak Ara.


Luis langsung menghentikan langkahnya. Berbalik menghadap Ara.


"Kau membiarkan aku meminum darahmu. Itu cara lain agar darah kita menyatu. Cara sama seperti cara Love Stone bekerja" Desak Ara.

__ADS_1


"Lalu?"


"Kau memutuskan semuanya tanpa bertanya padaku. Aku tidak menyukainya" Ara setengah berteriak. Dia paling benci pada orang yang egois.


"Itu tidak penting lagi Ara. Yang penting kau adalah milikku sekarang" Tegas Luis. Menyentuh pelan wajah Ara.


Tapi Ara yang kesal. Langsung menepis tangan Luis.


"Aku tidak bisa menerimanya. Kau sama saja dengan Sherpa. Suka memaksa!" Ara berucap tajam.


Lantas berbalik meninggalkan Luis. Setengah berlari saat menuruni tangga. Luis segera memejamkan matanya. Menjaga keseimbangan Ara saat menuruni tangga.


Aiden yang lainnya hanya terdiam. Melihat Ara yang berlari keluar dari rumah itu. Tak lama, Luis sudah duduk di kursi kebesarannya.


"Dia marah" Luis berucap lirih.


"Jelas saja dia marah. Kau menikahinya tanpa meminta persetujuan darinya" Yoon bersuara.


"Aku harus segera mematahkan sihir kepemilikan Sherpa. Jika tidak, dia masih bisa mengendalikan Ara. Juga melindunginya" Luis beralasan.


"Kau bisa membicarakannya lebih dulu dengan istrimu" Aiden menambahkan.


"Dia akan menolak"


"Tentu saja dia akan menolaknya. Apalagi jika dia tahu, konsekuensi dari pernikahan kalian"


Memiliki tato Vampire Flower membuatmu berada dalam perlindungan raja Vampir. Sebab tanda Vampire Flower hanya bisa dibuat oleh raja Vampir. Namun itu juga membuat semua sihir yang dikirim pada Ara akan beralih menyerang Luis. Dengan kata lain, Luis menjadikan dirinya tameng bagi Ara.


Luis melepas paksa kalung Ara. Ia tahu dengan begitu, tidak ada lagi segel yang mengekang aura maupun aroma Ara. Hanya saja, aroma dan aura Ara akan tertutup oleh aura Luis sebagai suaminya. Hingga tidak ada seorangpun atau makhluk manapun yang berani menyerang atau mendekati Ara.


"Karena ini kau menerimanya?" Tanya Aiden. Dan Luis mengangguk.


"Bersiaplah. Sebentar lagi Krum akan meledak" Hans memperingatkan.


"Kalau begitu aku akan sedikit merepotkan kalian"


Semua langsung mengembangkan senyumnya. Mereka jelas lebih suka Luis yang jadi pemimpin mereka.


"Asyiik gelut" Lucas berucap riang.


"Jenderal perang mode bocil" Hans meledek Lucas.


Sejenak semua tersenyum. Namun itu hanya sebentar. Sebab mereka tahu setelah ini akan ada banyak masalah yang harus mereka selesaikan.


"Ada yang gagal malam pertama, nih" Lagi Hans berucap sambil menaikkan satu alisnya.


"Istrinya kabur" Kekeh Aiden. Tumben mode lawaknya keluar.


Luis mendengus geram. Sedang yang lain kembali terkekeh.

__ADS_1


***


__ADS_2