Ara & Pangeran Vampir

Ara & Pangeran Vampir
Olivia Plus Evelyn


__ADS_3

Asha langsung berdiri begitu melihat sang ayah masuk ke kamarnya. Gurat kemarahan jelas terlihat di wajahnya. Dan "plak" satu tamparan mendarat mulus di pipi Asha. Hal yang sama, yang Rakuten lakukan pada Lucas.


"Kau benar-benar mengecewakan Ayah" Pria itu berucap pelan. Ada nada marah sekaligus sendu sekaligus di dalamnya.


"Kau menamparku?" Asha mulai berteriak.


Sifatnya yang emosionalnya kembali begitu dia pulang. Rasa kesal pada ayahnya. Rasa muak pada mereka yang hanya menjilat, berpura-pura baik pada ayahnya. Membuat Asha selalu merasa marah bila berada di dunia bawah. Belum lagi segala aturan dan kekangan yang Asha terima.


"Tidakkah kau sadar dengan yang kau lakukan?" Kemarahan Rakuten ikut terpancing dengan keberanian Asha menentang dirinya.


Sementara di belakang Rakuten,Jia tampak tersenyum puas. Melihat ayah dan anak itu bertengkar. Meski dia sedikit kecewa dengan kenyataan kalau Asha sudah menyerahkan diri pada salah satu petinggi dari bangsa Vampir. Tapi itu tidak masalah sekarang. Karena hubungan ayah dan anak itu akan berantakan sebentar lagi.


"Aku sadar dengan yang kulakukan. Bahkan aku bersyukur melakukannya dengan Lucas. Bukan dengan pangeran brengsek pilihan dia atau yang lainnya" Dan kembali sebuah tamparan, Asha terima. Membuat wanita itu meringis.


"Kau benar-benar menguji kesabaranku. Kau lihat dia akan dihukum mati lusa. Dan kau akan tetap menikah dengan pangeran Kiza dari Timur" Rakuten berucap penuh penekanan pada Asha yang langsung membulatkan matanya. Mengabaikan rasa perih dan panas di kedua belah pipinya.


"Kalau dia mati. Aku juga mati. Aku pastikan itu" Asha menatap tajam sang Ayah yang juga tak kalah marah menatapnya.


"Kau benar...."


"Apa? Apa kau akan melakan hal yang sama seperti yang kau lakukan pada ibuku. Asal kau tahu, kau akan melihatku berakhir sama seperti ibuku. Jika kau berani menyentuh Lucas meski seujung rambutnya aja" Ancam Asha.


Wanita itu langsung jatuh terduduk di lantai begitu sang ayah keluar dari sana. Air mata langsung mengalir di pipinya.


"Lucas...Lucas kau dengar aku...pilihan ada di tanganmu. Jika kau hidup aku hidup. Jika kau mati aku tidak punya pilihan selain menyusulmu"


Lucas langsung membuka matanya. Begitu mendengar teriakan Asha di kepalanya. Dia pikir pasti Rakuten melakukan sesuatu pada Asha hingga wanita itu hanya mengatakan ingin mati dan mati saja.


"Tentu saja aku akan hidup. Enak saja, baru sekali uji coba masak terus berhenti. Gak asik" Balas Lucas kocak.


Dia memang mencoba meyakinkan diri untuk bertahan selama yang dia mampu. Meski dia tahu, Luis dan yang lainnya akan mencoba membantunya sekuat tenaga. Tapi sebagai jenderal perang. Dia juga tahu, akan ada banyak hal yang bisa saja terjadi di luar rencana. Apalagi boleh dikatakan kalau ini adalah medan perang.

__ADS_1


Lucas baru saja kembali memejamkan mata, ketika dia mendengar suara minta tolong masuk ke pikirannya. Dia tahu, Luis yang mengirimkannya.


"Tolong aku Raja Vampir. Aku di kurung di menara selatan. Aku Runyu, pelayan setia Putri Asha"


Lucas langsung bergerak. Menelusuri istana itu. Menuju menara selatan. Dia yakin ada yang diketahui oleh pelayan Asha ini. Lucas mengerutkan dahinya. Begitu sampai di menara selatan. Tidak ada apapun di sana. Lucas tidak menemukan aura apapun atau aroma apapun.


"Luis, tidak ada apapun di menara selatan"


Lapor Lucas pada Luis. Dan sebuah jawaban langsung Lucas dapat. Membuat pria itu langsung tersenyum. Lalu memposisikan diri, mencoba untuk tidur.


Di sisi lain, Sherpa langsung muncul di hadapan Rakuten. Dia jelas tahu apa yang terjadi pada sepupunya, Asha.


"Kenapa kau muncul di sini. Ini bukan tempatmu. Bukan duniamu" Desis Rakuten tidak suka.


"Aku di sini untuk Asha"


Rakuten menatap tajam pada Sherpa. Dia pikir apa yang akan pria ular ini lakukan kali ini.


"Dia salah. Jelas salah. Apa kau akan membela orang yang melakukan kesalahan?"


Deg, Rakuten langsung terdiam. Bayangan kejadian ratusan tahun lalu kembali berlarian di benaknya. Dia yang tergila-gila pada ibu Asha, Yunze. Nekad melakukan hal paling mengerikan pada dewi dari dunia atas itu. Hingga terlahirlah putri cantik mereka, Asha. Meski pada akhirnya, Yunze mau memaafkan dan bisa mencintai Rakuten. Tapi tetap saja, cerita mereka sama. Hanya saja kali ini, Asha dan Lucas saling mencintai.


"Kau ingin kisahmu sendiri terulang. Asha selalu menderita saat bersamamu. Apa aku harus membawanya pulang ke dunia atas?"


"Berani kau melakukan itu? Kau akan tahu akibatnya" Ancam Rakuten.


"Kalau begitu ambillah keputusan yang benar"


"Yang kulakukan sudah benar. Kau tidak berhak ikut campur dalam urusan duniaku"


Rakuten memberi sebuah peringatan keras pada Sherpa. Dia jelas tahu seberapa besar kekuatan Sherpa. Dia adalah penguasa dunia atas sekarang. Tapi dia juga tidak boleh kalah ataupun mengalah. Egois, satu kata untuk Rakuten.

__ADS_1


"Semua tergantung Asha. Jika dia meminta. Aku akan menurutinya" Ucap Sherpa lalu menghilang dalam sekelip mata. Meninggalkan Rakuten yang langsung menyandarkan tubuhnya di kursi kebesarannya.


"Yunze, katakan padaku. Apa yang kulakukan ini salah. Aku hanya ingin putri kita berada di tangan yang tepat. Tapi kenapa dia justru memilih jenderal dari klan Vampir itu"


Sherpa muncul di kamar Asha. Dilihatnya wanita itu, duduk meringkuk di lantai. Penampilannya berantakan. Air mata tak kunjung berhenti dari dua mata cantiknya.


"Asha...." Asha langsung mengangkat kepalanya. Lalu berlari memeluk Sherpa. Yang langsung memberikan pelukan balasan.


"Tenanglah. Semua akan baik-baik saja"


***


Olivia terbang keluar dari rumah utama. Setelah Ara tahu, kalau Luis mengurung peri kecil itu. Lalu memohon pada suaminya. Dan apalagi yang bisa Luis lakukan, jika Ara sudah memohon. Meski Ara masih enggan bicara pada Luis. Tapi Ara tidak mungkin tega, membiarkan Olivia terkurung di sangkar kecil itu.


Peri itu terus mengumpat. Memaki Ara, meski dia tahu Ara yang sudah meminta Luis untuk membebaskan dirinya.


"Dasar manusia penipu. Kau pikir aku akan berterima kasih padamu. Meski kau sudah meminta pada Raja Vampir untuk membebaskanku. Jangan harap. Raja Vampir adalah milikku. Selamanya tidak boleh ada yang merebutnya dariku"


Gerutu Olivia sepanjang jalan. Tanpa dia tahu, Evelyn yang tengah berjalan-jalan. Menyadari kehadiran Olivia. Dia cukup paham, apa yang dikatakan oleh peri kecil itu. Hingga sebuah seringai muncul di bibirnya.


Dia cukup kesal akhir-akhir ini. Krum terus mengabaikan dirinya. Mengira kalau pangeran Vampir itu juga ikut mengejar Ara. Hans, jangan ditanya lagi. Dokter tengil itu sama sekali tidak peduli padanya. Hal itu membuat kebencian Evelyn pada Ara semakin menjadi. Kenapa semua orang, tidak peduli manusia ataupun vampir sangat menyukai Ara.


"Aku benci...benci....padanya" Olivia kembali mengumpat.


"Apa kau ingin bekerjasama denganku? Akan kubantu kau menyingkirkan dia. Dia yang membuat Raja Vampir lebih memperhatikannya dari pada dirimu"


Olivia menatap Evelyn yang berdiri menjulang di hadapannya. Klan Vampir. Peri kecil itu tahu, yang dia lakukan salah. Tapi dia ingin diperhatikan oleh Luis. Menemani Luis bekerja. Ataupun sekedar menatap wajah tampan raja vampir itu. Dia tidak ingin ada yang lain, yang merebut perhatian Luis darinya.


"Lalu apa yang harus aku lakukan untuk menyingkirkan ratu Vampir" Jawab Olivia setelah terdiam sejenak. Tanpa pikir panjang lagi.


Evelyn langsung tersenyum puas. Dia pikir akan perlu usaha ekstra untuk membujuk peri kecil itu. Tapi nyatanya tidak. Tanpa banyak kata, Olivia langsung menerima tawarannya.

__ADS_1


"Aku rasa, yang tidak menyukaimu tidak hanya aku saja. Ara"


***


__ADS_2