Ara & Pangeran Vampir

Ara & Pangeran Vampir
Pertukaran Yang Sempurna


__ADS_3

Ara langsung menutup mulutnya, tidak percaya. Tubuhnya terasa lemas. Melihat Luis yang terbaring lemah dengan wajah pucat. Apalagi ketika mendengar percakapan Hans dan yang lainnya.


"Sherpa sengaja melakukannya. Satu aksi, dua keuntungan dia dapat. Dia jelas tidak bisa menyerang Luis secara terbuka. Jadi dia mengumpankan Ara. Luis pasti akan melakukan apapun untuk menyelamatkan Ara. Termasuk menghisap racun miliknya. Tanpa kita sadari, Luis memindahkan racun ke tubuhnya sendiri"


"Lalu bagaimana kita akan menawarkannya?"


"Penawarnya ada pada Sherpa. Dan sialnya ketika aku tadi ke sana. Dia melukaiku. Dia bukan Sherpa yang terbelenggu kutukan lagi. Darah Ara sudah membebaskan dia dari kutukan itu"


"Apa ada cara lain untuk menawarkan racunnya?"


"Aku pikir hanya penawarnya yang bisa menawarkan racun Shera"


"Kau bisa membuatnya Hans?"


"Bisa tapi ambilkan aku darah Sherpa lebih dulu. Setelah itu kita perlu empat hari untuk membuat penawarnya. Kau pikir Luis bisa bertahan selama itu?" Suara Hans meninggi.


"Kalau begitu malam ini kita ambil penawarnya. Tidak peduli kita mati atau kita hidup. Kita harus mencobanya" Aiden memutuskan pada akhirnya.


"Aku suka cara ini" Lucas menyeringai.


Ara membuka matanya. Dia ingat Sherpa dengan jelas. Dia ingat bagaimana ular besar itu berubah menjadi seorang pria tampan dengan lambang ular terukir di keningnya.


"Kau ingin menyelamatkannya? Datanglah padaku"


Satu bisikan masuk ke kepalanya. Dia tahu itu Sherpa. Sepertinya dia harus bisa membiasakan diri menggunakan pikirannya.


"Kau mau membohongiku lagi"


"Aku tidak pernah berbohong padamu, Ara"


Gadis itu menatap Luis yang sejak tadi tidak membuka matanya. Terlebih Hans sedikit memberikan obat tidur. Agar Luis tidak banyak bergerak. Sebab pergerakan Luis bisa mempercepat penyebaran racunnya.


"Cinta atau tidak, aku memang belum ingat. Tapi aku ingat semua yang kau lakukan padaku sejak aku bangun dari komaku" Gumam Ara. Keluar dari kamar Luis. Lalu keluar dari rumah besar itu.


"Jangan bertemu di hutan. Aku tidak suka"


"Tentu saja tidak. Pergilah ke taman di depan sana"


Ara berjalan sebentar lalu berbelok masuk ke sebuah taman. Yang lagi-lagi sepi.


"Sherpa..di mana kau?" Ara berteriak. Bodo amat jika hal itu akan menarik perhatian.


"Jangan berteriak, Nona" Sebuah suara terdengar. Ara mendongak dan dilihatnya Sherpa melayang turun ke arahnya. Dalam wujud manusianya.Pria itu tersenyum begitu mendarat dengan mulus tepat di hadapan Ara.


"Berikan penawarnya" Pinta Ara to the poin.


"Berikan? Lalu apa yang kudapat sebagai imbalannya?"


"Kau...


"Ara, sayang. Kau tahu aku bukan orang baik. Kau tahu aku tidak punya rasa kasihan atau baik hati seperti dirimu. Semua yang kulakukan harus ada imbal baliknya" Senyum Sherpa mengembang saat menjawab kekesalan Ara.


"Bukankah kalian sama-sama makhluk berbeda"


"Tidak...kami tidak sama. Aku berada di sini karena sebuah kutukan. Dan berkat dirimu aku bisa bebas dari kutukan itu. Aku bisa kembali ke asalku kapan pun aku mau"


"Kalau begitu berikan penawarnya dan kembalilah ke asalmu"


"Asal kau ikut denganku. Akan kuberikan penawarnya"


"Maksudmu?"

__ADS_1


"Aku menginginkanmu sebagai ganti penawar yang kuberikan untuk menyelamatkannya" Sherpa berucap tegas.


"Kau keterlaluan Sherpa!"


"Tidak. Kau sama berharganya dengan penawarnya. Dua jam. Dan aku akan menjemputmu"


"Aku tidak mau. Berikan penawarnya padaku!" Ara menyerang Sherpa. Tanpa sadar dia mengeluarkan keahlian bela diri yang dia miliki di masa lalunya.


Sesaat Sherpa tersenyum. Saat bergerak menyamping. Menghindari pukulan Ara. Dan "grab" Sherpa mengunci pergerakan Ara. Menahan tubuh Ara dengan mengunci leher gadis itu.


"Kau benar-benar menarik. Apalagi sejak Luis membuka segel ingatanmu" Bisik Sherpa di telinga Ara. Tubuh Ara langsung menegang. Kala pria itu menempelkan dada bidangnya pada punggung Ara.


"Lepaskan aku!" Desis Ara.


"Kenapa? Aku menyukainya. Aromamu benar-benar menggoda, Ara" Sherpa mengendus leher jenjang gadis itu.


"Sherpa..."


"Dua jam lagi. Atau aku akan merenggut jantung Vampir Luis"


"Hah" Ara sedikit terhuyung. Ketika Sherpa melepas cekalan di lehernya. Lantas menghilang dalam satu kedipan mata.


"Dua jam Ara"


***


Ara berlari masuk ke dalam kamar Luis.


"Dia tidak akan bertahan sampai malam" Hans berucap panik.


Ara langsung membekap mulutnya.


"Kau lihat. Racun itu adalah milikku. Dan jantung Luis sekarang ada dalam genggamanku"


"Kau tidak ingin dia mati. Ikutlah denganku"


"Kau kejam Sherpa!"


"Kejam adalah diriku. Kau harus tahu itu"


"Bagaimana keadaannya?" Tanya Ara setelah mengusap air matanya.


Semua saling pandang.


"Katakan saja. Aku tidak apa-apa"


"Keadaannya buruk. Lebih tepatnya, kita bisa mengatakan kalau racun itu mengikuti perintah Sherpa. Seberapa cepat penyebarannya. Semua tergantung ular brengsek" Maki Hans.


"Dalam setengah jam. Kami akan pergi untuk mengambil penawarnya. Kau dan yang lainnya tetap di sini" Aiden memberitahu Ara rencana mereka.


"Yang lain?"


"Erika dan Asha dalam perjalanan kemari"


"Tapi bagaimana jika kalian...


"Apapun yang terjadi kami harus berusaha mendapatkan penawarnya" Yoon menyahut.


Ara tahu mereka berempat punya kekuatan yang besar. Tapi jika menyerang Sherpa di sarangnya. Bukankah sama saja dengan bunuh diri. Tidak! Ara tidak ingin ada korban lagi. Luis sedang terbaring lemah. Yang lain tidak boleh sampai tumbang juga.


"Sudah waktunya" Lucas memberi kode.

__ADS_1


Dan keempatnya berjalan keluar kamar Luis. Ara menatap wajah Luis.


"Aku tidak ingin ada yang terluka lagi"


Gadis itu berlari keluar kamar Luis. Dia tahu. Empat pria itu langsung menghilang begitu keluar dari kamar Luis.


"Ara...kau mau kemana?" Erika berteriak ketika melihat Ara keluar kamar Luis.


"Aku keluar sebentar. Tolong jaga Luis untukku"


"Kau mau kemana?" Asha bertanya. Namun Ara sudah berlari keluar.


"Jaga Luis. Aku akan mengejarnya" Erika mengangguk. Membiarkan Asha berlari menyusul Ara.


"Aku terima tawaranmu!" Ara berteriak sekeras-kerasnya. Dia harus membuat Sherpa keluar dari sarangnya. Sebelum, Aiden dan yang lainnya sampai.


"Keputusan yang bijak, Ara" Sherpa langsung muncul di hadapannya. Sungguh tampan wajah itu. Tapi hatinya benar-benar iblis.


Ara hampir menangis ketika Sherpa mengangkat tangannya. Dan sebuah botol kaca berbentuk bulat panjang, langsung muncul dalam genggaman tangan Sherpa.


"Jika aku menolak ikut denganmu?"


"Maka ini yang akan terjadi pada Luis" Sherpa mengangkat satu tangannya lagi. Membuat gerakan meremas. Dan teriakan Luis langsung terdengar di telinga Ara. Semakin lama semakin nyaring. Seiring rasa sakit yang menusuk jantung Luis.


"Hentikan..hentikan..."Ara berteriak.


Namun Sherpa semakin menambah rasa sakit di tubuh Luis. Membuat tubuh Luis menegang hebat. Erika jelas ketakutan. Berteriak tolong. Dan seketika Yoon dan yang lainnya muncul.


"Sherpa hentikan! Hentikan! Aku mohon" Ara memohon sambil menutup telinganya. Tidak sanggup mendengar teriakan kesakitan Luis.


"Pilihan ada di tanganmu, Ara" Sherpa berucap dingin. Matanya sudah berubah kuning. Menatap tajam pada Ara yang berlutut di depannya.


"Berikan penawarnya" Bisik Ara lirih.


Dan sejurus kemudian, botol biru dan ungu itu melayang ke arahnya. Berhenti tepat di hadapan Ara.



Kredit Pinterest.com


"Aku membencimu, Sherpa" Ucap Ara tajam.


"Kau pikir aku peduli pada perasaanmu?" Sherpa menjawab dingin.


Ara dengan cepat meraih botol itu. Begitu botol itu berada di tangan Ara. Rasa panas langsung terasa di leher Ara. Seiring tato berbentuk ular berwarna hitam melingkari leher Ara.


"Apa yang kau lakukan padaku? Aaarrghhh" Ara mengerang. Memegangi lehernya. Gambar yang sama dengan yang terukir di kening Sherpa.


"Itu adalah tanda pertukaran kita. Penawar ditukar dengan dirimu. Kau adalah milikku sekarang dan selamanya"


Bisik Sherpa sambil mengangkat dagu Ara. Agar gadis itu menatap wajahnya.


"Sherpa! Kau Iblis"


Pria itu hanya tersenyum. Mendengar makian Ara.


"Berikan penawar itu padanya. Setelah itu aku akan menjemputmu"


Sherpa menghilang. Meninggalkan Ara yang langsung menangis. Menggenggam penawar milik Luis.


"Pertukaran yang sempurna" Bisik Sherpa puas.

__ADS_1


***


__ADS_2