
"Berhenti!"
Teriakan melengking dari Ara. Membuat dua pria beda dunia itu menghentikan aksinya. Mereka sudah mengeluarkan pedang masing-masing. Siap saling serang. Keduanya memundurkan langkah masing-masing ketika Ara berdiri di tengah mereka.
"Minggir!" Luis berucap tajam.
"Tidak!"
"Ara....minggir dari situ" Giliran Sherpa yang berucap.
"Diam kau!" Bentak Ara. Sherpa langsung menurunkan pedangnya. Luis yang melihatnya seketika merasa kecewa.
"Hei apa yang kau lakukan? Kita belum berduel"
"Aku banyak urusan. Pending saja dulu. Urus dia saja" Sherpa berucap lalu menghilang.
"Dasar pengecut!" Maki Luis.
"Kau yang kurang kerjaan!" Balas Ara. Menyeret Luis pergi dari sana. Dan bisa dibayangkan reaksi Aiden dan yang lainnya. Mereka tertawa terbahak-bahak. Melihat Luis, si raja Vampir takhluk pada sang istri, Ara.
***
Dalam beberapa hari keadaan di dunia bawah sudah semakin membaik. Lupin dipastikan mati. Sedang Jia diusir dari kerajaan Iblis. Dibuang ke wilayah barat. Di mana hanya ada lava pijar di sana. Bisa dipastikan jika Jia juga akan mati di sana.
Hubungan ayah dan anak itu membaik. Rakuten secara khusus minta maaf pada Asha soal ibunya. Soal dirinya yang mudah terpengaruh oleh ucapan Lupin dan Jia. Tanpa menyelidiki dulu kebenarannya. Begitu keadaan membaik, Lucas diminta Luis untuk segera melamar Asha. Dengan begitu akan terlihat kalau dia benar-benar serius pada Asha.
"Kenapa gak langsung nikah saja sih. Kelamaan pakai acara lamar-lamaran" Gerutu Lucas yang langsung mendapat keplakan dari Ara.
"Itu kesannya kau memang hanya tubuhnya saja" Serang Ara balik.
"Memang itu salah satunya. Gak tahan" Cengir Lucas.
"Haisshh, bocil ini. Pokoknya semua harus ikut aturan. Awas kalau kau nyolong start lagi" Ancam Luis.
"Iya-iya...iya gak janji" Lucas langsung kabur. Hingga Luis hanya bisa berdecak kesal.
__ADS_1
"Yoon kau juga. Kalau sudah cocok. Nikahi Erika. Berapa lama kau jomblo"
"Aku nanti saja. Tunggu Ailee sembuh" Yoon menjawab lirih. Ailee menjalani terapi rahasia menggunakan darah Ara. Satu tetes darah Ara dan Hans memecahnya jadi ratusan botol serum untuk Ailee.
Sementara dua dunia itu mulai tenang. Sherpa terlihat akan memulai perjalanannya ke selatan. Setelah beberapa kali menunda karena berbagai hal. Akhirnya hari itu dia melayang terbang meninggalkan istananya. Setelah mewakilkan semua urusan pada Zhang.
"Bawalah ratu betulan kali ini. Yang masih single. Jangan jadi pebinor lagi" Ledek Zhang sebelum Sherpa pergi.
Perjalanan ke Selatan cukup memakan waktu. Sebab medan yang ditempuh berupa hamparan hutan lebat. Lalu sebuah daratan dengan gurun pasir panasnya. Terakhir yang menjadi tujuan Sherpa adalah puncak gunung yang selalu ditutupi salju.
"Beuuuhhh, dia benar-benar patah hati denganku" Gerutu Sherpa begitu dia mulai melayang. Mendaki puncak pegunungan yang mulai ditutupi salju. Dia pria ular. Jelas dia agak kesulitan untuk beradaptasi dengan hawa dingin. Mengingat ular adalah hewan berdarah panas. Semakin ke atas. Salju semakin tebal. Dengan hujan salju yang turun dengan lebatnya.
"Ada ya yang bisa hidup di tempat beginian" Gerutu Sherpa lagi. Berusaha bertahan dengan suhu ekstrim tempat itu. Dia harus menerobos tumpukan salju tebal dengan berjalan kaki. Dia sudah tidak bisa menggunakan kemampuan terbangnya.
Benar-benar cobaan untuk Sherpa. Pria itu tertatih dengan baju dan jubahnya yang sudah basah. Dia heran apa sampai ke puncak gunung juga seperti ini. Jika seperti ini apa Nangmi sanggup hidup di sini. Nangmi, dewi bunga. Perlu hawa hangat. Apa tidak salah memilih tempat seperti ini untuk mengasingkan diri.
Hingga kemudian telinganya menangkap sayup-sayup suara harpa yang tengah di mainkan. Harpa? Ditengah pegunungan bersalju. Yang benar saja? Siapa yang kurang kerjaan memainkannya. Apalagi saat ini hari mulai gelap. Semakin lama suaranya semakin keras terdengar. Sherpa semakin penasaran di buatnya.
Dengan tubuh mulai menggigil. Sherpa mulai mendekati sumber suara. Dia berharap akan bertemu seseorang. Sebab dia tidak lagi yakin bisa bertemu Nangmi. Dia sudah sampai di puncak gunung. Dan tidak menjumpai apapun dan siapapun selain tumpukan salju dan hujan salju yang hampir menguburnya hidup-hidup.
"Siapa kau? Kenapa kau masuk ke wilayahku?!" Tanya suara itu. Sherpa mengangkat wajahnya. Seketika bisa dilihatnya wajah Nangmi yang terkejut melihat dirinya.
"Lama tidak bertemu denganmu, Dewi Bunga, Nangmi" Sapa Sherpa.
***
"Aduuh, pelan-pelan" Suara Sherpa terdengar begitu kesakitan. Tapi Namgmi yang sebal. Malah menekan bekas luka di dada pria itu.
"Ampuuunn deh, dendam amat sama aku" Batin Sherpa. Menahan perih di dadanya.
"Sudah! Pakai bajumu dan pergi!" Usir Nangmi. Sherpa menahan tangan dewi cantik itu. Menatap lekat wajah Nangmi. Baru kali ini, Sherpa mengakui kecantikan Nangmi....satu hal yang akhirnya Sherpa sadari. Wajah Nangmi dan Ara sangatlah mirip.Pada akhirnya Sherpa menertawakan dirinya sendiri. Kenapa dia bisa jatuh pada pesona Ara.
"Lepaskan tanganku!" Nangmi menepis kasar tangan Sherpa. Namun pria itu masih tidak melepas tangan dewi itu.
"Kau masih marah padaku?" Tanya Sherpa.
__ADS_1
"Kau tahu, aku bukan hanya marah padamu. Aku sakit hati, aku dendam padamu. Aku mengutukmu...apa sekarang kau sudah kapok...mmmmppphhh...."
Umpatan Nangmi terhenti ketika pria ular itu menarik tangannya lantas mencium lembut bibir dewi itu. Nangmi langsung membulatkan matanya. Berani-beraninya pria ular ini menciumnya. Nangmi berusaha melepaskan diri dari Sherpa. Tapi pria itu malah menarik pinggang sang dewi. Hingga posisi mereka jadi begitu intim.
Nangmi terus berontak dalam dekapan Sherpa. Mendorong dada bidang Sherpa yang terbuka. Dengan darah yang kembali mengalir dari luka di dada pria ular itu.
"Maafkan aku Nangmi. Maafkan kebodohanku" Lirih Sherpa setelah pria itu melepas ciumannya yang lumayan lama. Tangan Nangmi masih berada di dada pria itu.
"Kau tidak termaafkan. Sakit hatiku tidak akan sembuh hanya dengan kata maaf" Desis Nangmi tajam.
"Kalau begitu sembuhkan luka hatimu dengan hidupku"
"Maksudmu?"
"Bunuh aku, jika itu bisa membuat luka hatimu sembuh" Bisik Sherpa.
"Nyawamu tidak sebanding dengan hatiku" Pedas Nangmi.
"Jadi kau tidak mau nyawaku. Berarti kau membiarkanku hidup. Membiarkanku hidup akan berbahaya bagimu" Goda Sherpa.
"Sebab aku akan mengejarmu sampai kau jadi milikku. Kali ini kau tidak akan kulepaskan" Tekad Sherpa.
Dia baru menyadari kalau hatinya sudah terpaut pada Nangmi sejak pertama kali dia melihat dewi bunga itu. Tapi karena kesombongan dan gengsi yang begitu tinggi saat itu. Membuat Sherpa mengingkari kata hatinya.
Sementara Nangmi hanya bisa menatap tidak percaya pada Sherpa. Pria ular yang sudah ditakdirkan menjadi belahan jiwanya. Tapi bersikeras mengingkarinya. Bahkan membuat hatinya terluka. Karena penolakan Sherpa dilakukan di depan Kaisar Langit. Pemimpin tertinggi semesta alam.
"Kau tidak akan semudah itu menakhlukkanku" Balas Nangmi tajam.
"Jadi mari lihat. Berapa lama kau bisa bertahan dari karismaku. Juga pesonaku"
"Dasar pria ular narsis" Maki Nangmi. Berlalu pergi dari hadapan Sherpa yang tersenyum mendengar umpatan Nangmi.
"Kali ini aku akan benar-benar melupakanmu, Ara" Putus Sherpa
***
__ADS_1