Ara & Pangeran Vampir

Ara & Pangeran Vampir
Aku Mencintaimu Ara


__ADS_3

"Ara...kita perlu bicara" Luis mengetuk kamar mandi. Sejak tadi Ara masuk ke sana, tapi tidak kunjung keluar. Dia pikir tidak ingin menunggu lebih lama lagi. Masalah mereka harus segera diselesaikan.


"Ada apa? Tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan"


Ara berucap ketus. Berjalan menjauhi Luis. Yang langsung mengunci pintu.


"Buka!"


"Tidak! Sebelum masalah kita selesai. Kita tidak akan keluar kamar" Tegas Luis menyeret Ara untuk duduk di sofa.


"Lepas!" Ara berontak. Dia enggan bicara dengan Luis. Karena dia tahu, ujung-ujungnya dia akan kalah pada kharisma suaminya itu. Siapa juga yang tidak akan takhluk pada pesona seorang Luis.


"Katakan apa kau masih marah padaku?" Tanya Luis menatap teduh wajah Ara yang tidak berani menatap wajahnya. Sebenarnya Luis gemas melihat sikap Ara yang marah padanya. Lebih kepada lucu ketika sang istri merajuk padanya. Mengingat di masa lalu, wanita itu tidak se-ekspresif sekarang.


Ara yang dulu hanya akan diam padanya. Jika dia marah atau Luis berbuat kesalahan. Tapi Ara yang sekarang. Dia akan marah, sedih, tersenyum dan tertawa sesuai mood hatinya. Tidak ada yang ditutupi lagi.


"Kau tahu kan aku bukan hanya marah padamu soal pernikahan sepihak yang lakukan padaku. Tapi juga soal lain" Ara menjawàb dan kali ini dengan berani menatap wajah Luis.


"Untuk keduanya aku minta maaf. Benar-benar minta maaf. Aku ingin melindungimu..."


"Tapi tidak dengan menggunakan dirimu sebagai perisaiku" Potong Ara cepat. Lalu membuka paksa kemeja Luis. Di mana bekas kebiruan dan lebam, masih terlihat di sana.


"Ini tidak apa-apa. Tidak sakit sama sekali" Luis menahan tangan Ara yang mengusap lembut dadanya.


"Jangan bohong padaku! Jika tidak sakit, Hans tidak akan hilir mudik datang memeriksa dan memberimu ini dan itu" Salak Ara kesal. Yang mana malah membuat Luis mengukir senyumnya.


"Apa kau sedang mengkhawatirkanku, my Queen" Goda Luis. Mencondongkan tubuhnya ke arah Ara. Yang sigap menahan dada Luis yang hampir menindihnya.


"Jangan ge er. Sekarang cabut perlindunganmu padaku. Aku bisa menjaga diriku" Tegas Ara. Berucap tepat di depan wajah tampan Luis.


"Tidak akan pernah!" Balas Luis cepat. Kali ini wajahnya berubah serius. Dia tidak akan membiarkan Ara berkeliaran di luar sana tanpa perlindungan darinya. Pengawal bayangan untuk Ara dari Lucas belum selesai dipilih. Sebab Lucas sendiri yang akan memilihnya. Sedang pria itu sedang menikmati waktunya di penjara dunia bawah.

__ADS_1


"Kalau begitu aku sendiri yang akan melepasnya" Ara berdiri menjauh dari Luis. Dia teringat satu ucapan dari Olivia.


"Selama kau menginginkanya. Pure Blood, darahmu mampu memurnikan apapun yang masuk ke tubuhmu. Sesuai keinginanmu"


"Apa yang kau lakukan?" Luis bergerak maju. Namun dia kembali terlempar ke belakang. Ketika sebuah cahaya pelindung berwarna biru menyelimuti Ara.


"Aku tidak ingin kau terluka lagi karenaku" Bisik Ara sebelum memejamkan matanya. Memusatkan pikirannya. Meminta pada darahnya untuk memurnikan perlindungan yang Luis berikan padanya. Dengan kata lain, Ara sedang berusaha menghapus tato Vampire Flower di belakang telinganya. Meski dia tetap akan menerima pernikahannya dengan Luis.


"Jangan bertindak bodoh, Ara!" Luis kembali bergerak maju. Mencoba menerobos pelindung yang Ara buat. Namun pelindung itu seolah tidak memberikan celah untuk dirinya masuk.


"Aku harus memecah konsentrasinya" Gumam Luis pelan. Dia tahu pelindung itu adalah manifestasi konsentrasi Ara.


"Aarggghhh" Luis meringis memegangi dadanya yang setengàh terbuka. Ara sontak membuka matanya. Melihat Luis yang terduduk di lantai sambil memegangi dadanya. Konsentrasi Ara buyar. Membuat lapisan pelindung Ara menipis. Saat itu Luis menerobos masuk. Dalam hitungan detik pria itu langsung meraih tengkuk Ara. Dan melesatkan sebuah ciuman ke bibir istrinya. Untuk menghentikan usaha Ara menghapus perlindungan darinya.


Buyar sudah konsentrasi Ara. Dia gagal memurnikan tato di belakang telinganya.


"Luis kau brengsek!" Maki Ara begitu dia bisa melepaskan diri dari ciuman Luis. Meski pria itu masih memeluk pinggang Ara. Juga tangan Luis masih berada di tengkuknya.


Mata Ara berkaca-kaca. Sudah dia bilang kan, dia tidak akan menang melawan Luis. Pria itu selalu bisa meruntuhkan semua dinding kemarahan yang susah payah dia bangun.


"Berjanjilah padaku satu hal. Tetaplah hidup bagaimanapun caranya. Kau hidup, aku hidup. Kau mati, aku..."


"Tidak punya alasan selain menyusulmu. Bodoh!" Potong Ara cepat. Sungguh dia sudah kehabisan akal untuk menghadapi sikap keras kepala Luis.Mendengar ucapan Ara, Luis tersenyum.


"Dengar Luis. Aku tidak mau terus menerus merepotkanmu. Membuatmu terluka. Aku juga ingin membantumu" Tambah Ara sendu.


"Kau bisa membantu untuk menyembuhkan lukaku" Bisik Luis.


"Caranya?" Tanya Ara waspada. Terkadang Luis hanya ingin menggodanya.


"Berikan aku darahmu"

__ADS_1


"Darah AB-mu kurang memuaskanmu?" Luis terkekeh.


"Tentu saja kurang. Darahmu adalah yang paling di lezat di semesta alam"


"Kalau begitu ambil sebanyak yang kau mau" Ara memejamkan matanya. Sedikit mendongakkan wajahnya. Hingga leher jenjang menggoda itu terpampang nyata di depan Luis. Pria itu seketika menelan salivanya dengan susah payah. Darah adalah hal yang paling vampir inginkan. Apalagi darah Ara yang notabene berada di puncak klasemen, hal yang paling diinginkan vampir manapun.


Tapi ada hal lain yang lebih mendesak untuk dilakukan. Membungkam ocehan Hans soal dirinya yang tidak buas.


"Tapi aku sedang tidak ingin meminum darahmu" Ara langsung membuka matanya kembali. Heran menatap Luis yang wajahnya tampak berbeda pada pandangan Ara.


"Lalu?"


"Aku ingin bercinta denganmu" Detik berikutnya pria itu sudah memulai aksinya. Mencium juga mencumbu tubuh Ara. Serangan Luis yang tiba-tiba membuat Ara gelagapan.


"Luis...." Ara menjerit ketika pria itu menggigit dadanya. Keduanya sudah bergumul panas di kasur besar Luis. Hingga kilatan petir terdengar di empat dunia bersamaan. Menandakan raja dari salah satu dunia sudah melepaskan status singlenya alias bercinta untuk pertama kalinya.


Hellas Verona, jelas orang yang paling bahagia dengan moment ini. Menatap ke arah kolam, dia bergumam pelan "tunggulah, waktunya tidak akan lama lagi. Mereka benar-benar sudah menyatu".


Sedang yang lain langsung memijat pelan pelipis masing-masing. Hans langsung menatap tidak percaya ke lantai atas. Tepatnya kamar Luis.


"Dia membungkam ocehanmu, Hans" Seloroh Yoon. Yang langsung membuat Hans menggaruk kepalanya.


Lain di rumah utama. Lain di penjara yang Lucas tempati. Pria itu mengumpat kesal.


"Bisa-bisanya kalian unboxing saat aku sedang dipenjara. Brengsek kau Luis!" Lucas mengirim langsung umpatannya ke pikiran Luis. Yang langsung diblok oleh pria itu. Menikmati sesi panas untuk pertama kalinya. Tidak akan dia biarkan ada orang yang mengganggu kegiatan mereka.


Pria itu akan membuktikan kalau ucapan Hans tidak benar. Mengajak Ara untuk menikmati surga dunia. Hingga pagi menjelang. Baru pria itu menghentikan aksi panasnya. Mencium lembut bibir Ara. Lalu memeluk tubuh sang istri. Menyusul terlelap ke alam mimpi.


"Aku mencintaimu Ara" Bisik Luis"


***

__ADS_1


__ADS_2