Ara & Pangeran Vampir

Ara & Pangeran Vampir
Cintamu Lebih Drama


__ADS_3


Kredit Pinterest.com


Tubuh Sherpa melewati deretan pilar-pilar raksasa nan megah berwarna putih. Yang berjajar di kiri dan kanannya. Cahaya matahari nampak terang menerangi wilayah itu. Dihiasi awan-awan putih yang menaungi bagian atas pilar tersebut.


Setelah melewati portal, Sherpa muncul di sebuah air terjun tanpa batas di ujung dataran tersebut. Pria itu terus melayang melewati lembah di antara dua pilar. Menuju ke kawasan pegunungan yang tampaknya akan menjadi akhir dari perjalanan mereka.


Dunia atas, bukanlah dunia para dewa. Tempat itu hanyalah satu kawasan yang berada lebih tinggi dari dunia fana, manusia. Namun begitu, tempat itu terlindungi oleh sihir dan mantra kuno. Juga hanya bisa di masuki melalui sebuah portal.


Sesuai namanya, dunia atas dipenuhi oleh cahaya terang dari sang surya. Yang senantiasa memberikan kehangatan pada setiap makhluk yang hidup di bawahnya.


Namun sepertinya tempat yang hangat dan terang bukanlah kesukaan Sherpa. Terbukti pria itu terus melayang melewati tempat yang dipenuhi sinar itu. Menuju ke area pegunungan, lebih tepatnya cekungan di antara dua gunung yang ada di dunia atas.


Di mana semburat keremangan menyambutnya. Sejenak Sherpa menatap wajah Ara yang tertidur dalam gendongannya. Pria itu sengaja menidurkan Ara. Takut jika gadis itu memberontak dalam perjalanan mereka.


Sebuah kawasan istana bergaya Cina kuno menyambut mata Sherpa. Komplek istana yang terdiri dari dua tempat. Di darat dan melayang. Sherpa melayang menuju komplek istana terbangnya.


Sekumpulan bangunan Cina kuno yang berdiri di atas sebuah tebing yang melayang. Sherpa mendaratkan tubuhnya dengan mulus. Di salah bagian dari istana terbangnya. Bukan di istana utama. Tapi sebuah istana yang menjadi tempat tinggalnya. Pria itu langsung melangkah masuk. Sherpa pikir berapa lama dia sudah meninggalkan dunianya.


Ketika dia melangkahkan kaki, masuk ke kediamannya. Barisan pelayan sudah berdiri untuk menyambutnya. Mereka menunduk patuh, memberi hormat ketika Sherpa melewatinya.


"Zhang, temui aku di paviliun barat" Perintah Sherpa. Dan seorang pria berpakaian militer lengkap dengan atributnya, yang berdiri paling dekat dengan Sherpa langsung mengangguk patuh.


Sherpa melenggang masuk ke sebuah bangunan dengan desain mewah. Yang ternyata adalah kamar pria itu. Menidurkan Ara di ranjangnya. Pelan diusapnya pipi gadis itu. Menyusut air mata yang masih tersisa di sana.


"Berbohonglah selagi kau bisa" Sherpa berucap ambigu. Lalu melangkah keluar dari sana.


"Ming, layani ratumu dengan baik" Perintah Sherpa pada seorang pelayan perempuan. Yang sepertinya adalah pelayan kepercayaannya.


Wanita yang dipanggil Ming itu, mengangguk patuh. Sekian lama melayani Sherpa, baru kali ini pria itu membawa seorang wanita masuk ke istananya. Ming tahu jelas, berapa kali tuannya menolak perjodohan yang diajukan oleh ibunya. Namun kali ini, Ming jelas penasaran. Sekian lama menghilang. Akhirnya sang tuan akhirnya pulang. Dengan membawa seorang wanita yang langsung diklaim sebagai ratunya. Apalagi Ming sempat mencium aroma wanita yang dibawa oleh tuannya berasal dari dunia manusia.


"Bagaimana keadaannya selama aku pergi?"


"Seperti yang Anda tahu, dia hanya membuat kekacauan" Jawab Zhang kesal. Sherpa tersenyum tipis.


"Apa kau jadi segan padaku? Setelah aku meninggalkanmu begitu lama" Sherpa menatap Zhang yang langsung mengubah raut wajah seriusnya.


"Kau membuatku kesal. Pergi tidak mengajakku. Kau menyiksaku dengan meninggalkanku di sini" Gerutu Zhang.


Zhang adalah orang kepercayaan Sherpa. Sekaligus sahabat Sherpa. Hanya Zhang-lah teman Sherpa bicara selama ini.


"Kau marah padaku?"


"Apa aku harus menjawabnya?" Sungut Zhang. Kali ini Sherpa terkekeh.

__ADS_1


"Ya...ya...nanti aku ajak kau touring ke dunia fana. Kau tahu kan aku baru bisa melepas kutukan sialan itu sekarang. Tidak mungkin aku mengajakmu jalan-jalan dengan tubuh setengah ularku"


"Kenapa baru sekarang kembali?"


"Sudah kubilang aku baru menemukannya kemarin. Apa kau sudah tidak bisa menghandle si pembuat onar itu"


"Bukan begitu...tapi dia selalu menggunakan status sebagai ayahmu untuk mengancam pejabat yang lain. Dan yang paling parah aku tidak tahu bagaimana tapi dia berhasil menikahi ibumu"


Sherpa langsung menatap tajam pada Zhang.


"Kau bilang apa? Si brengsek itu menikahi ibuku?" Sherpa bertanya marah. Dan Zhang mengangguk.


"Kurang ajar! Sejak kapan?"


"Setahun setelah kepergianmu?"


"Lalu bagaimana dengan Love Stone-nya? Bukankah ibuku tidak pernah mencintai dia?"


"Nah itu dia...Love Stone langsung berubah merah begitu darah mereka menyatu"


"Ada yang tidak beres dengan batunya"


"Aku juga menduga begitu. Tapi mau bagaimana lagi. Tetua mengesahkan pernikahan mereka. Jadi selamat kau punya ayah tiri" Ledek Zhang.


"Jadi kapan kau akan melengserkannya? Aku bosan menuruti perintahnya" Keluh Zhang.


"Sebentar lagi. Biarkan dia menikmati duduk di singgasanaku sebentar lagi" Jawab Sherpa santai. Pria itu memainkan jari panjang dan lentiknya di atas meja kerjanya. Memejamkan mata. Pikiran pria itu menembus dinding di depannya. Masuk ke dalam kamarnya. Di mana Ara masih terlelap dalam tidur.


"Siapa dia?" Pertanyaan Zhang membuat Sherpa membuka matanya.


"Milikku"


"Ratumu?"


"Dalam dua minggu aku akan menikahinya"


"Kau serius? Tapi dia manusia"


"Dialah Pure Blood yang membebaskan kutukanku"


"Kau jatuh cinta padanya?"


Sherpa terdiam mendengar pertanyaan Zhang.


"Jatuh cinta? Aku sendiri tidak tahu apa yang aku rasakan pada Ara. Aku hanya ingin dia selalu ada di sisiku. Ingin dia jadi milikku"

__ADS_1


"Sherpa, kau dan dia harus lolos dari ujian Love Stone. Agar kalian mendapat pengakuan atas pernikahan kalian" Zhang berucap memberi pertimbangan pada Sherpa. Dan pria itu hanya bisa menopang dagunya dengan kedua tangannya.


***


"Berhati-hatilah" Luis berpesan pada Lucas dan Asha yang akan menyelinap masuk ke dunia bawah.


Dua orang itu mengangguk yakin. Lalu menghilang, setelah Luis membuka jalan ke dunia bawah. Waktu itu Lucas bisa masuk ke dunia bawah karena dia sendirian. Tapi saat berdua dengan Asha. Dia tidak bisa melakukannya. Lagipula Luis harus terus mengawasi keduanya. Karena aura Asha sebagai putri Iblis, begitu kuat saat dia kembali ke dunianya.


"Kau akan membuat Lucas menangis" Aiden berucap tajam.


"Kalau begitu biarkan saja dia menangis. Jika dia benar-benar mencintai Asha. Dia harus membuktikan kalau dia pantas untuk Asha. Bukan hanya suka main sosor saja" Gerutu Luis.


"Lucas bukan kau. Dia benar-benar akan nangis kejer kalau berpisah dengan Asha"


"Aku tidak memisahkan mereka. Asha harus kembali untuk menyelesaikan masalah intern rasnya. Dengan begitu Lucas akan punya kesan baik di mata mereka"


"Kau ingin membuat seolah Lucas mengantar Asha pulang?"


"Lebih kurang seperti itu. Tapi tenang saja. Aku belum akan melakukan hal itu sekarang. Aku perlu tahu di mana portal ke dunia atas dari dunia bawah"


"Kau mempermainkan perasaan mereka, Luis" Yoon membuka suaranya. Setelah sejak tadi hanya diam saja.


"Aku tidak mempermainkannya. Hanya sedang mengujinya" Jawab Luis enteng.


"Sama saja" Hans menyahut cepat.


Mereka semua saling memandang satu sama lain.


"Kau tidak sedang cemburu dengan mereka yang bisa bersama kan?" Tebak Aiden.


"Cemburu? Mereka juga akan mengalami ujian yang sama denganku. Lucas dan Asha, Vampir dan Iblis. Kau dan Erika, Vampir dan setengah Vampir"


"Dan kau yang paling tidak masuk akal. Vampir dan manusia"


"Tidak masuk akal bukannya tidak mungkin" Jawab Luis santai.


"Aku pikir kisahmu sudah selesai begitu kau menemukan dia. Ternyata belum. Masih ada pelakor, makhluk ular jadi-jadian dari dunia atas" Kata Hans santai.


"Cintamu lebih drama dari cinta kami" Ledek Yoon.


"Kau mengakui kalau mencintai Erika?" Aiden menyahut cepat ucapan Yoon.


"Uupppsss"


***

__ADS_1


__ADS_2