Asmara Anastasya

Asmara Anastasya
Dia, Prioritas Utama


__ADS_3

Brak.. Brak..


Suara benda terjatuh, berpadu dengan teriakan, bergema dalam sebuah kamar yang ditempati oleh Sarah. Perempuan itu mengamuk, membanting dan menghamburkan seluruh benda yang mengisi kamar luasnya.


Ancaman Broto terdengar tak main-main diterima Sarah. Pria bergelar suami sirinya itu bahkan berucap akan membuangnya hanya karna seorang Anastasya.


"Anastasya, Anastasya dan Anastasya," gumam Sarah dengan mengepalkan kedua tangan.


"Aku sudah mengangkat derajatmu, namun apa balasanmu padaku. Dasar gadis tak tahu diri," maki Sarah.


Ia harus lekas menyusun strategi baru. Membawa gadis itu, atau bahkan menculiknya bila perlu dan membawanya kehadapan Broto.


Gila..


Sarah mengelengkan kepala, bahkan sesekali menjambak rambutnya sendiri yang sudah tak lagi rapi.


Sarah sejujurnya enggan berbuat hal demikian. Akan tetapi ia bisa apa, sedari awal pertemuannya dengan Anastasya juga segala bantuan yang ia berikan adalah ide dari Broto. Begitu pun dengan seluruh biayanya yang ia dapat dari pria paruh baya tersebut untuk bisa menjadikan Anastasya model terkenal seperti saat ini.


Pada awalnya, Sarah yang memang gemar berpenampilan serba wah, merasa jijik untuk menginjakkan kaki kesebuah warung kecil tempat Anastasya bekerja.


Akan tetapi, dengan iming-iming rupiah yang akan dikirim Broto kerekeningnya, membuat Sarah mau tak mau melakukannya. Meski pun perempuan itu enggan untuk memesan sesuatu, apalagi sampai memakan hidangan yang warung kecil itu sediakan.


"Sial." Lagi, Sarah mengumpat dan memaki entah pada siapa. Pada Anastasya ataukah Broto? Entah, perempuan itu tak tau pastinya.


"Kau semakin sulit untuk bisa kukendalikan, Ana. Terlebih kini ada seseorang yang berdiri menjadi tamengmu." Sarah teringat pada sosok pria yang menggagalkan rencananya. Rangga, pewaris Wiratama group. Kenapa pria itu melindungi Anastasya? Apakah desas desus yang diberitakan media benar adanya?

__ADS_1


"Aku harus bisa bermain lebih cantik." Sarah tersenyum miring. Beberapa rencana licik mulai terancang di benaknya.


"Jika aku tidak bisa menjadikanmu sebagai model panas, maka aku akan mencari cara lain untuk bisa menghancurkan karir, juga kehidupanmu."


Perempuan itu tergelak kemudian berjalan kearah kaca.


"Sial, aku bahkan sampai rela menjatuhkan tubuh dari atas motor untuk menyempurnakan ektingku. Sayangnya gagal total." Sarah menatap pantulan tubuhnya di depan cermin. Mengamati penampilannya yang teramat menyedihkan. Pakaian koyak di beberapa bagian pun dengan banyak perban yang membalut tubuhnya.


Jemari lentik Sarah mulai bergerak melepas perban di daerah kening. Bukannya meringis sakit, perempuan itu justru tergelak.


"Bodoh," rutuk Sarah lagi. "Ini bukan luka sungguhan, Ana. Aku hanya bekerja sama dengan petugas medis klinik untuk membuat luka palsu untuk mengelabuhimu," sambung Sarah dengan tergelak. Memang ada beberapa luka sungguhan di tubuhnya yang berbalut perban. Seperti di daerah lutut dan siku. Selebihnya hanya luka yang direkayasa oleh para petugas medis yang sudah ia bayar.


Sarah engan ambil resiko. Luka yang ia buat dengan cara menjatuhkan diri dari motor saja sudah membuatnya kesakitan. Apalagi dengan luka bohongan yang berada disekujur tubuhnya kini, bisa-bisa ia cacat permanen dan kehilangan kecantikannya.


Sarah mencebik. Broto yang sudah ia anggap sebagai ATM berjalan, sudah mulai banyak tingkah. Ia tak terima. Mungkin ia akan segera menjalankan rencana licik bukan hanya pada Anastasya, tetapi juga Broto.


"Saya sudah mendapatkan semua informasi tentang perempuan di dalam foto semalam, tuan." Seorang pengawal yang ditugaskan Rangga, mengangsur sebuah map berwarna coklat kehadapan sang tuan.


"Terimakasih."


"Saya permisi, tuan." Pemuda itu menundukan kepala, memutar tumit kemudian berlalu pergi.


Selepas kepergian sang pengawal, Rangga mulai membuka lembaran kertas yang berada di dalam map.


Cukup lama pria tampan berjambang itu memeriksa secara detail semua data diri dari seorang Sarah.

__ADS_1


"Apa, jadi selama ini dia juga memiliki hubungan dengan beberapa produser terkenal?" Rangga geleng kepala. Rupanya selain menjadi model majalah pria dewasa Sarah juga kerap menjadi simpanan beberapa produser yang paruh baya yang lebih cocok menjadi ayahnya.


Rangga mengusap wajah kasar. Jangan sampai perempuan itu memberi dampak buruk bagi Anastasya.


"Sial," maki Rangga pada dirinya sendiri. "Andai aku lebih dulu menemukanmu dari pada perempuan itu, pasti hidupmu tidak akan seperti ini." Pria itu faham jika sang kekasih menerima tawaran tak masuk akal Sarah, adalah sebagai bentuk balas jasanya. Seperti membayar hutang dengan meng-iyakan semua keinginan Sarah, meski merugikan dirinya sendiri.


Masih banyak lagi hal-hal mengejutkan yang ia temukan di data diri Sarah. Perempuan itu merantau ke ibukota saat usianya menginjak enam belas tahun.


Tak memiliki pendidikan tinggi pun bekal yang memadai, membuat Sarah hidup lontang lantung tanpa arah dalam waktu berbulan-bulan. Hingga ia mendapatkan pekerjaan disebuah karaoke sebagai tenaga kebersihan.


Rangga mengabungkan satu persatu fakta yang ada. Pria itu pun berkesimpulan jika memang Sarah adalah sosok perempuan yang mudah tergiur akan kemewahan dan kesenangan. Hingga ia memilih jalan pintas untuk mengapai mimpinya.


"Ini tidak bisa dibiarkan." Rangga melempar map tersebut keatas meja. Anastasya tetap menjadi prioritas utama, meski lusa ia akan bertemu dengan keluarga Amara.


Bersambung..


Hai hai..


Izin promosi lagi ya akak. Dari otor remahan rempeyek yang masih butuh banyak bimbingan๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š



Bercerita tentang gadis bernama Sasmita yang merasakan sakitnya pengkhianatan dari seseorang yang dicinta. Berawal dari trauma masa lalu, gadis bernama Sasmita tanpa sengaja dipertemukan dengan sosok pria nyaris sempurna yang mampu mengobati goresan luka hati yang simpan sendiri. Akankah keduanya bersama? Tetap ikuti kelanjutannya. Wajib like dan komen disetiap bab dan jangan lupa kasih dukungan.


Terimakasih๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


Salam manis๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


__ADS_2