Asmara Anastasya

Asmara Anastasya
Pernikahan Kedua


__ADS_3

Anastasya tidak pernah merasakan sesakit ini, tetapi ia pun juga tak pernah merasa seyakin ini pada keputusannya. Bentuk perhatian yang sepertinya tanpa sadar Arka tunjukan pada Zara, membuat sudut hati terdalam Anastasya meyakini jika Arka sebenarnya memiliki rasa pada gadis yang ditolongnya itu meski enggan mengakui.


Benarkah jika Zara adalah gadis yang ia cari selama ini? Gadis yang tanpa sadar sudah mengambil hati suaminya?


Entah mendapat ide dari mana hingga Anastasya membawa Zara kerumahnya setelah dirawat dari rumasakit. Zara sendiri yang masih dalam keadaan lemah pasca pingsan kala itu, tak bisa menolak selain mengikuti keinginan Anastasya.


Arka tetap cuek. Kehadiran Zara di rumahnya juga tak mempengaruhi apa pun. Hingga sekali lagi muncul ide gila di benak Anastasya. Sebuah ide yang kemungkinan besar akan ditolak mentah-mentah oleh Arka.


Saat senggang Anastasya meminta pada Arka untuk meluangkan waktu berdua, sekedar untuk berbicara.


Tepat dugaan, Arka spontan menolak saat dirinya meminta pada pria itu untuk menikah lagi dengan Zara. Seperti yang kerap pria itu tegaskan jika Anastasya hanya akan menjadi istrinya seorang. Meski dengan alasan apa pun Arka tetap ingin mempertahankan pernikahannya dengan Anastasya tanpa ada orang ketiga atau seterusnya.


Batin Anastasya teriris pilu. Sama dengan Arka, ia pun sejujurnya tak ingin memasukkan siapa pun dalam kehidupan pernikahannya, hanya saja gadis itu pun tidak ingin diliputi rasa bersalah seumur hidup mengingat pernikahan yang mereka jalani pada awalnya memang karna keterpaksaan. Mungkin Arka akan menolak jika disebut demikian, tetapi dengan tidak ada kontak fisik di antara keduanya membuat Anastasya yakin, jika sebenarnya Arka memang tak mencintainya.


'Bunuh diri'. Anastasya mengancam akan bunuh diri jika Arka menolak permintaannya. Mungkin ini gila. Arka bahkan sudah frustrasi karnanya. Kondisi Anastasya dulu yang nyaris depresi membuat gadis itu kerap ingin mengakhiri hidup, sebagai bentuk penyerahan diri.

__ADS_1


Tentu Arka tak ingin hal konyol semacam itu benar-benar terjadi. Segala upaya ia akan lakukan, termasuk menikahi Zara, sesuai yang Anastasya inginkan. Akan tetapi apakah Zara mau menerimanya?.


Nasib seakan berpihak saat Arka dan Anastasya yang sedang berbicara serius, kedatangan seorang tamu yang mungkin saat ini tengah kedua insan itu harapkan.


Wajah Zara sudah nampak tidak nyaman saat ikut duduk bergabung dengan sepasang suami istri tersebut. Entah mengapa Zara merasakan atmosfer yang berbeda saat mulai memasuki kediaman mewah ini.


Dan benar saja, sebuah kalimat yang tak disangka-sangka terlontar dari bibir Anastasya tanpa bisa dicegah. Zara nampak syok, berharap jika semua hanya mimpi namun kenyataan yang terjadi justru membuat hatinya tersayat.


Gadis itu tak bisa menolak. Saat Anastasya meminta padanya untuk menikah dengan Arka, suami perempuan itu sendiri. Ancaman bunuh diri membuat Arka dan Zara mau tak mau menyetujui untuk menikah. Akan tetapi Zara sendiri memiliki syarat yang harus disetujui.


Seorang putri yang pamit untuk mengais rezeki di kota, justru menikah dengan seorang pria dan hanya dijadikan istri kedua. Orang tua mana yang tak kan kecewa mendapati kenyataan demikian. Zara tak sanggup. Ia belum berani berterus terang dan akan memilih membuka semuanya pada saat yang tepat.



💗💗💗💗💗

__ADS_1


Pernikahan pun digelar. Semua prosesi berjalan lancar dan khidmad meski tanpa dihadiri orang-orang penting dari kedua mempelai. Jika perempuan-perempuan lain akan menangis pilu saat sang suami mengucap ijab dan Qobul untuk perempuan lain, namun semua itu tak terjadi pada diri Anastasya yang nampak tenang bahkan tersenyum senang sepanjang proses proses akad digelar. Seluruh dekorasi bahkan hingga ranjang pengantin, Anastasya pun ikut andil dalam proses pengerjaannya.


Bukannya kebahagiaan yang Zara rasakan sebagai mempelai wanita, namun rasa bersalah yang mendominasi dirinya. Sebagai seorang perempuan, ia tahu benar seperti apa perasaan Anastasya saat ini. Tapi, apa mau dikata, justru Anastasya sendirilah yang menginginkan pernikahan ini terjadi, sedangkan Zara pun tak memiliki kuasa untuk sekedar menolak atau mengatakan 'tidak'.


Tubuh Zara membeku. Duduk di tepi ranjang dengan degub jantung tak beraturan. Ini malam petama baginya dan Arka, namun sepertinya gadis itu masih ragu untuk memenuhi tugasnya sebagai seorang istri yang sah di mata hukum dan negara.


Pintu kamar berderit, Arka muncul dari balik pintu yang terbuka. Akhir-akhir ini semenjak hubungan keduanya akan menjadi sepasang suami istri, sikap Arka tak sedingin sebelumnya. Sikap dan perlakuan pria itu berubah total, menjadi lebih hangat dan mulai banyak bicara. Perhatian-perhatian kecil selalu pria itu tunjukan tanpa sungkan, hingga perlahan Zara mulai merasakan nyaman dan tak lagi tertekan.


Dulu, tersimpan banyak ketakutan kiranya akan bermuara di mana rumah tangganya. Bisa dibayangkan jika seorang pria hidup dengan dua istri, tentu semua tak akan semudah yang orang lain bayangkan. Beruntung Zara meminta untuk tinggal di toko, selepas beberapa hari akad nikah digelar. Meski diawal Arka cukup keberatan, namun pria itu pun tak bisa menolak. Sepertinya kedua perempuan itu saling menjaga hati satu sama lain dan tak ingin berujung dengan saling menyakiti.


Arka cukup adil memperlakukan keduanya. Mulai dari materi juga perhatian. Jika untuk nafkah bathin, semenjak akad Arka memang belum menyentuh Zara. Bukan tanpa alasan, Arka sadar jika pernikahan keduanya terjadi sejatinya atas paksaan Anastasya. Dirinya memang pria dewasa yang mendamba sentuhan, terlebih bersama Anastasya pun Arka tak pernah melakukannya. Hanya saja, pria itu enggan berhubungan intim andaikata Zara sendiri masih ragu akan perasaannya. Pria itu tak ingin memaksa dan akan menunggu hingga gadis itu benar-benar siap dan menyerahkan diri untuk disentuhnya.


Disela semua prahara pernikahan kedua Arka yang terjadi, rupanya terselip sebuah rahasia besar dari seorang Anastasya. Diam-diam gadis itu berencana untuk mengakhiri biduk rumah tangganya dengan Arka yang berjalan kurang lebih dua tahun lamanya. Meski terasa berat, namun Anastasya yakin jika inilah keputusan yang dirasanya paling tepat. Ia akan melepaskan diri. Perannya sebagai nyonya Arkana, kelak akan digantikan oleh Zara. Sosok gadis pilihannya yang memang pantas bersanding dengan seorang Arka.


Anastasya akan melepaskan Arka. Pria yang sudah menyelamatkan harga dirinya, sekaligus pria yang mencuri hatinya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2