
Dikesunyian malam, di ruang berbeda, perasaan Arka pun tak jauh sama dengan apa yang tengah dirasakan Anastasya. Arka sadar jika Anastasya kecewa padanya. Tetapi apa mau dikata, bayangan Rangga yang berlutut dikaki, membuat Arka membuang jauh-jauh fikirannya untuk bisa menjamah setiap inci tubuh Anastasya.
Ia tak sanggup. Ia juga takut jika suatu saat Rangga datang dan menagih janjinya kembali untuk bisa membawa Anastasya kembali dalam dekapan. Pasti sahabatnya itu akan kecewa luar biasa dan menganggap jika ia memanfaatkan keadaan yang ada.
Arka menghempaskan tubuhnya ke ranjang. Meski sama sekali tak mengantuk, namun ia memaksa untuk cepat terlelap berharap lekas mengusir bebagai fikiran yang membuatnya pusing tujuh keliling.
💜💜💜💜💜
Beberapa bulan berlalu, namun keadaan tak jauh berbeda dengan sebelumnya bahkan terkesan ada jarak yang membentang.
Arka kembali dingin, bahkan lebih dingin dari pada memperlakukan Anastasya saat pertama kali memasuki istananya. Pernah sewaktu malan, Anastasya nekat menggoda Arka di ruang kerja dengan baju tipisnya. Memamerkan lekuk tubuh yang pastinya membuat kaum pria akan tergiur melihatnya, namun reaksi yang ditunjukan Arka berbeda. Tidak kasar, namun pria itu menolak dan kembali menutupi tubuh Anastasya dengan piyama yang memang sengaja dilepaskan oleh sang pemilik tubuh.
Anastasya tergugu pilu. Dikamar senyap ia menumpahkan sesak di dada. Meski nyatanya Arka pun melihatnya dari kamera pengintai.
Pria itu memang sengaja tak memberitahu pada Anastasya tentang alasan apa yang membuatnya enggan untuk menjamahnya. Sebab Arka takut, jika Anastasya menuduhnya telah bersekongkol dengan Rangga hingga terjadilah sesuatu hal yang tak diinginkan. Arka yakin jika sang istri akan kecewa bila mana rahasianya ini terungkap. Maka dari itu Arka sengaja menutup rapat, dan tak sekalipun membahasnya.
Dulu, Anastasya memang tak sedikit pun memiliki rasa pada Arka, seperti sebuah rasa yang tautkan kepada Rangga. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu juga berbagai cobaan hidup yang sudah mereka lalui bersama, membuat rasa kagum dan cinta itu mulai tumbuh dalam diri Anastasya.
Gadis itu sempat berangan, jika rumah tangga mereka akan lebih baik kedepannya. Hidup bersama, dengan menghadirkan banyak cinta. Namun, saat sikap dingin yang kembali ditunjukan Arka, membuat angan gadis itu meredup. Anastasya sadar, jika pernikahan mereka dulu memang hanya berdasarkan rasa iba dan bukan cinta.
Diterpa gelombang dahsyat untuk kesekian kali, membuat Anastasya lagi-lagi terjatuh kedalam lembah hitam dunia malam. Alkohol dan juga nikotin, kembali menemani malam-malamnya.
Anastasya tak secara terang-terangan menuju klub untuk bergabung bersama teman-temannya. Hanya saat Arka pergi, barulah Anastasya keluar dengan menyelinap. Mengelabuhi pelayan dan pengawal meski pada akhirnya ketahuan.
__ADS_1
Arka cukup murka, namun sebisa mungkin mengontrol emosi dan tak menunjukkan kemarahannya di depan Anastasya. Arka sadar, jika mental Anastasya masih tertekan dan akan melakukan hal yang membuatnya senang tanpa berfikir panjang.
Mirah yang memang diawal sudah tak menyukai Anastasya, cukup terhenyak saat sewatu malam mendapati Anastasya pulang dengan keadaan mabuk juga menggunakan pakaian yang agak terbuka. Spontan perempuan paruh baya itu mencecar sang putra dengan begitu banyak pertanyaan. Sejujurnya ia tak rela jika putra sematawayangnya menikahi gadis yang dari kalangan sembarangan dan menyukai hiburan malam. Tapi, apa mau dikata. Keduanya sudah terikah hubungan yang sakral dan Mirah pun akan berdosa jika meminta keduanya untuk bercerai.
Beberapa waktu berlalu, akan kembali tersadar jika mungkin saja Anastasya kecewa sebab ia lalai akan peran pentingnya sebagai seorang suami yang sejatinya akan lebih memperhatikan sang istri dan juga memberinya kasih sayang.
Arka bergerak cepat. Memperketat pengawalan dan memastikan jika Anastasya tak lagi keluar malam atau pun berkumpul dengan teman lamanya seperti Sarah. Sebab disaat kewarasan Anastasya goyah dan berlari mencari tempat untuk bersandar, Sarahlah orang pertama yang datang, namun bukan membawanya pada jalan yang benar dan justru menceburkan Anastasya pada jurang kehancuran yang membuatnya kian salah langkah.
"Anastasya, apa kau tau? Bukan hanya kau yang kehilangan Abigail, tetapi juga diriku, Ayahnya." Ucap Arka pada Anastasya suatu hari. Arka menangkupkan kedua tangan untuk membingkai wajah sang istri yang sudah basah oleh linangan air mata.
"Jadi aku mohon, jangan semakin merusak dirimu untuk semua hal yang tak perlu. Aku tau kau menderita selepas kepergian Abigail, tetapi apakah Abigail tidak akan sedih jika melihatmu justru terpuruk seperti ini."
Anastasya tak mampu menjawab ucapan Arka. Hanya bisa menangis dan menyesali kebodohannya.
💜💜💜💜💜
Adakah pengalaman hidup yang Anastasya dapat dari ujian hidupnya selama ini? Tentu saja. Anastasya kini mulai bangkit dan menjalani hari-harinya untuk bisa lebih baik dari sebelumnya.
Semua tak luput dari perhatian yang Arka berikan. Anastasya kerap mengunjungi panti asuhan untuk memberi bantuan. Bahkan ia menjadi donatur tetap, di beberapa panti asuhan juga tempat-tempat ibadah.
Arka tersenyum senang, saat Samudra melaporkan seluruh aktifitas Anastasya setiap harinya.
Arka sadar jika Anastasya sudah banyak berubah pasca kegilaannya beberapa waktu lalu. Gadis itu mulai membenahi diri menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi orang lain. Dan semenjak kejadian malam itu, Anastasya tak pernah lagi datang menggodanya dengan pakasian seksi. Anastasya rupanya sudah terbiasa dan memperlakukan Arka seperti layaknya teman saja.
__ADS_1
Akan tetapi ada satu hal yang membuat Arka tercengang. Anastasya malam memperkenalkannya pada beberapa gadis yang Arka sendiri tak tahu jelas apa tujuannya.
Arka tegas menolak dan menyatakan tidak ingin saat Anastasya mendesak suaminya itu untuk pergi makan malam dengan gadis yang Arka sendiri tak tau asal usulnya.
"Ana, hentikan! Stop memintaku untuk berkenalan dengan teman-temanmu. Aku ini suamimu dan aku tidak ingin makan malam bersama wanita selain dirimu." Begitu tegas. Terdengar seperti peringatan untuk Anastasya agar tak lagi berulah.
"Ingat Anastasya. Kau istriku. Walau serumit apa pun hubungan pernikahan kita, namun tetap yakini jika tak akan nyonya lain di rumah ini, selain dirimu." Selepas berucap Arla berbalik badan dan menghilang dari hadapan Anastasya.
Perih. Itulah yang dirasa Arka. Hubungan pernikahan mereka memang rumit. Tetapi tak bisakah istrinya itu berfikir sedikit saja tentang perasaannya. Bukan hanya Anastasya yang terluka. Tetapi juga dirinya. Hanya saja Arka menutupi semua. Berpura-pura tegar meski batin teriris perih.
Anastasya yang duduk termanggu, hanya mampu menatap punggung lebar Arka yang perlahan menjauhinya. Merasa bersalah? Tentu saja. Akan tetapi Anastasya pun takkan berulah jika tak mempunyai maksud dan tujuan.
Anastasya berkesimpulan jika selama ini Arka menikahinya, bukan karna cinta. Mungkin rasa iba-lah yang membuat hubungan pernikahan ini terbentuk.
Kebaikan dan ketulusan yang Arka miliki, rupanya mendorong hati Anastasya untuk merencanakan sesuatu hal yang mungkin saja tak masuk akal.
Arka tak pernah bahagia dengan pernikahan mereka, itulah yang bisa Anastasya tangkap. Mengingat Arka begitu membatasi diri dan tak pernah ingin menyentuh Anastasya seperti layaknya seorang istri.
Anastasya rela dimadu. Ia siap mencari gadis baik yang kelak akan ia sandingkan dengan suaminya sendiri.
Baca juga ya kak. Jangan lupa like dan komen dalam setiap bab😍
__ADS_1