Baby Berondongku

Baby Berondongku
Bab 10. Dugaan Perselingkuhan


__ADS_3

Hilang dalam sekejap. Rylee mengambilnya. Dia juga meninggalkan bibit masa depan di dalam rahim Abbey. Wanita itu menyadarinya.


"Keluar dari unitku sekarang juga!" bentak Abbey.


Rylee sudah merasa nyaman, tetapi karena tidak bisa menahan hasrat, akhirnya memerkosa Abbey dan tidak membiarkan wanita itu lepas begitu saja.


"Abbey, aku minta maaf."


"Keluar kataku!" bentaknya sekali lagi.


Rylee turun dari ranjang. Dia mengambil pakaiannya yang berserakan di kamar itu. Kamar yang menjadi saksi betapa mengerikannya sosok Rylee.


Setelah memastikan laki-laki itu pergi, Abbey masuk ke kamar mandi. Dia mengguyur tubuhnya yang sangat kotor. Bagaimana lagi? Tidak ada bedanya antara dia dan masa lalu Thanos. Sama-sama membuat sakit hati dan kecewa.


Setelah itu, Abbey melihat cermin. Rupanya bukan hanya tubuhnya saja, Rylee meninggalkan jejak kepemilikan secara paksa. Dia pun menutup jejak itu supaya orang lain tidak melihatnya.


Selang beberapa menit dari kejadian itu, rupanya Zaylin mengirimkan pesan. Teman-temannya mengajak bertemu di rumah Helen.


"Apakah aku harus datang tanpanya?" Menyebut nama Rylee seakan menjadi momok bagi Abbey.


Bukan masalah yang rumit. Abbey harus datang apa pun kondisinya. Kalaupun mereka bertanya, mudah saja mengatakan putus dan tidak cocok.


Sementara di kediaman Helen, Van juga sedang berada di rumah. Hari ini dia pergi ke kantor setengah hari saja.


"Sayang, tidak mengapakan aku mengundang teman-temanku? Seperti biasa hanya Thanos, Zaylin, dan Abbey."


"Abbey lagi?" Van terheran.


"Iya, Sayang. Kenapa? Kamu masih ingin merekrut dia?"


"Bukan. Kupikir dia tidak mau datang karena kelakuanku tempo hari." Van menunjukkan bagaimana dia sempat menahan gajinya kala itu. Padahal ketakutannya bukan di situ. Dia hanya takut kalau Abbey mengatakan bahwa Van dan Anne memiliki hubungan khusus.


"Tidak. Dia bilang akan datang. Mungkin sedikit terlambat."

__ADS_1


Van semakin cemas. Selama Anne tidak mengirimkan pesan padanya, itu artinya Thanos juga tidak tahu. Kabar baiknya lagi, Abbey benar-benar mengunci mulutnya rapat-rapat.


Zaylin datang sendiri. Dia membawa satu kantung belanjaan berisi makanan dan beberapa buah-buahan.


"Wah, Zaylin! Kenapa repot-repot?" tanya Helen setelah menerima kantung tersebut.


"Setidaknya kami tidak terlalu merepotkanmu. Oh, ya, Thanos dan Abbey belum datang?"


"Mungkin sebentar lagi. Tunggu saja!" sahut Van.


Kedatangan Abbey bersamaan dengan Thanos dan Anne. Thanos memandang Abbey dengan tatapan kesal, sedangkan Anne merasa tidak nyaman diperhatikan Abbey seperti itu.


Namun, bukan itu yang menjadi perhatiannya. Abbey datang sendiri tanpa laki-laki muda itu. Itu menjadi poin penting untuk Thanos yang akan membalas perbuatan Abbey beberapa waktu yang lalu.


"Wah, apakah pria itu kabur lagi? Sudah kubilang kalau kamu tidak layak mendapatkan kebahagiaan, Abbey!" cibir Thanos.


"Itu bukan urusanmu, Thanos. Mau dengan pria mana pun, selagi dia singel, kenapa tidak? Calon suamiku sedang ada urusan. Kenapa?" Abbey sempat melirik Anne. Wajahnya terlihat sedikit panik. "Daripada aku tebar pesona pada suami wanita lain."


Setelah mengucapkan kata itu, Abbey lebih dulu masuk. Dia langsung disambut oleh Helen dan Zaylin. Setelah saling memeluk, Abbey duduk tidak jauh dari tempat Van sekarang.


"Maaf, kami sedikit terlambat. Aku baru pulang dari luar negeri," ucap Anne yang sempat memandang ke arah Van lalu mengedarkan pandangannya ke beberapa orang yang ada di sana.


"Wah, senangnya memiliki kesibukan sebagai model. Sayangnya aku tidak memiliki bakat apa pun," sesal Helen.


"Tidak masalah, Helen. Asalkan kamu memiliki suami yang bisa memberikan nafkah setiap bulan. Sementara aku adalah seorang janda yang harus hidup mandiri. Kalau aku tidak kerja, siapa lagi yang akan memberikan aku uang? Tentunya bukan suami orang, kan?" canda Zaylin.


Anne dan Van tampak diam. Sesekali mereka bermain mata, tetapi tidak seorang pun menyadarinya. Kalaupun Abbey tahu, dia pun masa bodoh. Masalahnya saja sudah rumit. Dia tidak mau lagi menambah beban pikiran hanya untuk mengurusi orang lain.


"Abbey, calonmu mana? Tumben tidak diajak?" tanya Helen.


"Dia ada urusan, Helen. Sekali-kali aku mau menemani Zaylin. Biar kompak," canda Abbey.


Sebenarnya tujuan Helen meminta teman-temannya datang adalah untuk meminta saran. Sekitar satu bulan lagi, Helen akan melangsungkan anniversary pernikahannya. Ya, walaupun mereka belum dikaruniai anak, tetapi Van sangat menyayangi Helen. Semua kebutuhan istrinya terpenuhi. Van juga tidak menuntut Helen segera memiliki anak.

__ADS_1


"Bulan depan aku dan Van anniversary. Aku ingin saran dari kalian. Baiknya mengadakan pesta seperti apa? Nah, kenapa aku katakan sejak jauh-jauh hari seperti ini? Aku berharap kalian semua bisa hadir," jelas Helen.


"Kenapa tidak staycation ke hotel saja. Selain itu, bisa mengadakan pesta di restorannya. Kamu bisa reservasi dari sekarang," saran Thanos.


"Privasi hotel masih didominasi orang luar, Thanos. Bagaimana kalau ke villa?" saran Abbey. "Kamu bisa menyewa satu villa dan bisa tinggal di sana rame-rame."


"Bagaimana menurutmu, Van? Apa kamu punya waktu untuk itu?" Helen mencoba meminta persetujuan Van.


Sementara pemilihan lokasi itu disengaja oleh Abbey karena Van dan Anne akan memiliki kesempatan besar untuk bertemu. Selain itu, saat keduanya memiliki affair di belakang Helen dan saat wanita itu tahu, bom akan meledak di dalam rumah tangganya. Selama ini Helen juga sering merendahkan Abbey, makanya untuk membalas wanita itu harus melalui tangan orang lain.


"Kejutan anniversary yang mengerikan!" batin Abbey.


"Ide yang bagus!" balas Van.


Terlihat sekali bahwa pria mata keranjang itu setuju dengan ucapan Abbey barusan. Sementara itu, Abbey ingin pergi ke toilet sebentar.


"Helen, aku ke toilet sebentar, ya!" pamit Abbey.


"Pergilah! Kamu masih ingat di mana letak toilet, bukan? Jangan sampai tersesat!" canda Helen. Sejujurnya Helen malah curiga kalau suaminya masih mengejar Abbey. Itulah mengapa dia tidak percaya penuh pada wanita itu walaupun terlihat baik di matanya.


"Sayang, aku ke dapur sebentar. Aku akan melihat persiapan pelayan untuk menyiapkan makanan tamu kita." Salah satu alasan yang diutarakan Van seperti tidak masuk akal, tetapi demi mendapatkan bukti, Helen membiarkan saja.


"Lakukan apa saja yang kamu suka, Sayang. Bulan depan aku pasti memergokimu dengan Abbey," batin Helen.


Kecurigaan Helen cukup besar pada Abbey. Awalnya, Van selalu memprioritaskan mantan senior sekretaris di perusahaan saat wanita itu bekerja di sana. Kedua, saat Abbey baru saja resign, Van seakan tidak terima. Ketiga, tiba-tiba Abbey menggandeng laki-laki lain dengan begitu cepat. Semua itu mungkin akal-akalan yang dibuat antara Van dan juga Abbey untuk mengalihkan kecurigaannya.


"Abbey, tunggu!" Van mengendap-endap hanya untuk berbicara empat mata dengannya.


"Ada apa? Apa kamu mulai ketakutan sekarang, Bos?"


"Jaga bicaramu, Abbey! Kalau sampai Helen tahu, kupastikan bahwa kamu tidak akan hidup dengan tenang." Ancam Van.


Sayang, pembicaraan itu tidak didengar oleh Helen yang kebetulan sengaja memata-matai mereka. Dia pun tidak langsung melakukan konfrontasi dugaan perselingkuhan yang terjadi antara Abbey dan Van.

__ADS_1


"Kamu jahat, Van!" batin Helen.


__ADS_2