Baby Berondongku

Baby Berondongku
Bab 34. Kondisi Anne


__ADS_3

Pria mana yang tidak emosional saat mengetahui istrinya hamil dengan pria lain. Komitmen yang dibuat bersama seakan diabaikan begitu saja. Thanos kehilangan akal sehatnya. Dia menarik paksa rambut Anne untuk dibawa keluar, menuju ke ruang keluarga.


Melihat perlakuan kasar Thanos, Rylee menepis tangan itu sehingga keduanya bertengkar.


"Thanos, apa pun masalahmu, jangan perlakukan wanita seperti itu! Selesaikan secara baik-baik!" tegas Rylee.


"Kamu jangan ikut campur. Minggir!" bentak Thanos.


"Thanos, lepaskan Anne!" teriak Van.


Van bersikeras untuk menolong Anne. Sementara Rylee sedang mencoba membantu Anne agar terlepas dari cengkeraman Thanos. Berniat untuk memukul Rylee, justru Thanos membuat Anne terlepas dan jatuh berbenturan dengan lemari di dapur. Anne pingsan membuat para wanita histeris.


"Anne!" pekik Abbey dan Zaylin.


Zaylin mencoba membantu Anne. Sementara Abbey ingin maju, tetapi dicegah oleh Helen yang kebetulan posisinya dekat. Sementara itu, Van, Thanos, dan Rylee masih bersikeras mempertahankan ego masing-masing.


"Thanos, jangan kasar! Kamu, Van, sebaiknya masalah ini selesaikan dengan baik!" tegas Rylee.


"Rylee, cepat bawa Anne ke rumah sakit!" teriak Zaylin.


"Biarkan suami dan selingkuhannya yang membawa. Aku tidak mau ikut campur," tegas Rylee. Sebenarnya kasihan, tetapi Rylee juga perlu menjaga Abbey yang sedang hamil.


"Tidak, Rylee. Mari kita bawa Anne ke rumah sakit. Van, pinjam mobilmu! Zaylin, bantu Rylee mengangkat tubuh Anne." Abbey merasa perlu melakukan sesuatu.


Van memberikan kunci mobil. Lalu, Rylee dan Zaylin membantu membawanya ke dalam mobil. Posisi Anne masih pingsan. Sesampainya di sana, Abbey memangku kepala Anne. Sementara Rylee yang akan mengemudikan mobilnya.


"Aku tidak ikut, Abbey?" tanya Zaylin.


"Bantu Helen menyelesaikan masalahnya. Kurasa Thanos sudah benar-benar tidak ingin kembali pada Anne. Biarkan saja mereka yang memutuskan. Bila Van sepakat, minta dia datang ke rumah sakit untuk bertanggung jawab!" pesan Abbey.


Mobil itu meluncur dengan cepat. Walaupun Abbey pernah disakiti, tetapi dia merasa kasihan pada Anne. Terlebih dia sedang mengandung. Hanya saja nasib Anne dan dirinya sama-sama membingungkan.


Zaylin kembali. Melihat tiga orang itu masih berada di posisinya. Thanos sama sekali enggan untuk menyentuh Anne. Apalagi kehamilan wanita itu disebabkan oleh Van, suami dari temannya sendiri, Helen.

__ADS_1


"Oke, sebelum Abbey dan Rylee pergi, mereka memintaku untuk menyelesaikan masalah kalian. Thanos, aku tahu hubunganmu dan Anne baik-baik saja sebelum masalah ini mencuat. Jadi, apa keputusanmu? Kamu mau menerima Anne dengan kehamilannya atau melepaskan Anne untuk orang lain?" tanya Zaylin.


"Biarkan aku yang melepaskan Van, Zaylin. Kurasa dia memang tidak peduli padaku!" tegas Helen.


Sebagai wanita yang disakiti seperti itu, bertahan adalah pembodohan. Kalaupun harus bercerai, Van pasti menyesal sudah menyakiti hatinya.


"Aku juga. Tidak ada lagi yang perlu kupertahankan, Zaylin," ungkap Thanos. Dia teringat pada Abbey yang pernah sakit hati karena perselingkuhannya dengan Anne waktu itu. Mungkin seperti ini rasanya. Sakit, tetapi tidak berdarah.


"Van, Helen dan Thanos sudah memutuskan. Sekarang kuminta tanggung jawabmu. Susul Anne ke rumah sakit. Mungkin itu yang pantas kamu terima saat ini. Helen, apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?" Zaylin hampir terbiasa menyelesaikan masalah seperti ini.


"Aku akan berkemas. Mungkin sementara waktu akan tinggal di apartemenmu. Bagaimana dengan Abbey dan Rylee yang akan menginap di sini?" Tentu saja Helen khawatir.


Sebelum mendapatkan jawaban dari Zaylin, Helen meninggalkan mereka untuk masuk ke dalam kamar. Dia akan mengambil beberapa pakaian lalu memasukkannya ke dalam koper.


"Van, lain kali jaga mata! Jangan kamu buat rumah tangga orang lain hancur seperti ini. Kelak kamu akan menyesalinya. Cepat susul Anne!" perintah Zaylin.


Thanos segera meninggalkan rumah Van untuk pulang. Dia tidak ingin bertemu dengan Anne lagi. Surat perceraiannya akan segera diurus dalam waktu dekat.


Sementara itu, Anne sudah masuk ke ruang emergency. Dia sedang ditangani oleh dokter. Sambil menunggu kabar dokter, Rylee duduk di samping Abbey. Laki-laki itu tidak canggung lagi untuk menggenggam erat tangannya.


"Kurasa Van."


"Kamu yakin?"


"Ya. Perselingkuhan mereka sudah membuktikan bahwa Van mencintai Anne. Namun, tidak menutup kemungkinan Thanos yang datang. Dia sangat mencintai Anne."


Rumit, tetapi kenyataannya begitu.


"Lalu, kamu akan menikah dengan siapa? Aku atau kakakku?" tanya Rylee mencoba mengkonfirmasi.


"Aku tidak tahu, Rylee. Kurasa hubunganku dengan Eric adalah sebuah kesalahan. Bagaimana aku bisa lari dari keputusan para orang tua?" Abbey terlihat sedih.


Sejujurnya, semakin ke sini perasaan Abbey semakin besar pada Rylee. Mungkin juga disebabkan hormon kehamilannya yang lebih condong pada Rylee, ketimbang Eric.

__ADS_1


"Belum terlambat kalau kita mau memperbaiki."


"Tidak mudah. Berkas pernikahan kami pasti sudah masuk ke kantor catatan sipil."


Abbey kali ini benar. Kakaknya akan menikahi Abbey secara hukum dan sah. Setelah itu, Rylee akan menjadi orang pertama yang melihat kebahagiaan pasangan baru itu. Rasanya Rylee ingin menenggelamkan diri ke dasar lautan agar tidak melihat mereka menjadi sepasang suami istri.


"Kalau begitu kita akan lari sebelum pernikahan. Atau kita carikan pengantin pengganti!" usul Rylee.


"Kamu gila, Rylee! Bagaimana dengan orang tuaku?"


Selain berkas, kendalanya ternyata pada restu orang tua. Apalagi Dixie seakan tidak setuju Rylee menikah dengan Abbey sebelum Eric menikah. Itu akan menjadi kendala tersulit.


Saat memikirkan diri sendiri, rupanya Van datang dengan terburu-buru. Tebakan Abbey mengenai Van rupanya benar.


"Bagaimana kondisi Anne?" tanya Van. "Apa dia baik-baik saja?"


"Duduk saja dulu! Dokter masih memeriksanya," ujar Abbey. "Bagaimana dengan Helen? Apa dia baik-baik saja?"


Van tidak mau berkomentar. Keputusan wanita itu memudahkan segalanya. Walaupun dia tidak tahu bagaimana dengan Anne. Apakah dia akan menerima Van atau tetap bertahan pada Thanos? Walaupun mereka semua tahu bahwa keputusan berpisahlah yang tepat.


"Van?" Sekali lagi Abbey memanggilnya.


"Oh, Helen sudah pergi. Dia ke tempat Zaylin sekarang."


Abbey memekik terkejut. Jika bukan di rumah sakit, dia pasti sudah berteriak. "Ck, kamu memang benar-benar pria yang menyebalkan! Mata keranjang! Tukang selingkuh! Ya, semua keburukan memang pantas dilabeli atas namamu, Van. Beruntung aku satu-satunya korban selamat kali ini. Oh, atau ada lagi wanita lain? Kamu tahu, aku berharap anak Anne tidak meniru keburukanmu!"


Abbey kesal. Dia terus merutuki kelakuan Van, mantan bosnya. Sementara Rylee tidak bisa melarang Abbey untuk bersikap. Memang kenyataannya seperti itu dan Abbey sudah mengenal Van cukup lama.


Dokter yang menangani Anne baru saja keluar. Dia mencari keberadaan keluarganya.


"Anda suaminya?" Dokter menunjuk Van.


Van sebenarnya tampak kikuk, tetapi dia harus mengiyakan agar semua urusannya cepat selesai.

__ADS_1


"Ah, Anda beruntung, Tuan. Istri Anda sedang hamil, tetapi dia baik-baik saja. Kondisi janinnya baru beberapa minggu. Sebentar lagi kami akan memindahkan ke ruang rawat."


Terlihat kelegaan di wajah Van. Apakah seperti ini rasanya saat akan menjadi seorang daddy?


__ADS_2