Baby Berondongku

Baby Berondongku
Bab 54. Keputusan Sepihak


__ADS_3

Keributan tentang pekerjaan belum usai. Tiba-tiba Abbey mendapatkan penawaran kerja dari mantan kekasihnya, Thanos. Entah apa yang sedang disusun pria itu untuk Abbey?


Abbey meletakkan ponselnya kembali. Tatapannya fokus pada Rylee yang sedang menikmati makan malam. Seharian ini mereka saling mendiamkan.


"Kenapa kau letakkan kembali ponselnya?" tanya Rylee yang tidak tahan karena diam seharian.


"Ada tawaran pekerjaan dari Thanos. Kupikir aku akan mengambilnya."


Sejenak Rylee terdiam. Ini sangat lucu kalau membiarkan istrinya bekerja dalam keadaan hamil.


"Tidak. Kupikir akan lebih baik kalau aku meninggalkan pekerjaan baruku itu lalu menggantikan pekerjaanmu. Maksudku tawaran dari Thanos."


"Jadi, kamu mau menemui Thanos malam ini?"


"Tentu saja," jawab Rylee.


Malam yang sudah ditentukan, mereka bertemu kembali di restoran yang sudah disepakati bersama Thanos. Kali ini duda itu datang sendirian tanpa ditemani siapa pun.


"Akhirnya, kalian datang juga!" ujar Thanos.


"Oh, maaf, Thanos. Aku sedikit terlambat," balas Abbey.


Rylee menarik satu kursi agar sang istri duduk di sana. Setelah itu, dia mengambil posisi tepat di samping Thanos.


"Jadi, pekerjaan apa yang kamu maksud?" Abbey tidak mau berbasa-basi lagi.


"Pekerjaan ini sangat membantu kita semua. Apakah kalian tidak tahu kalau Van membuka lowongan pekerjaan untuk mencari sekretaris pribadi lagi? Makanya aku menawarkan itu pada Abbey."


Seketika Abbey terkejut mendengar penuturan Thanos. Dia tidak menyangka kalau mantan kekasihnya itu akan berpikiran sepicik itu.


"Kau gila, Thanos! Untuk apa aku kembali bekerja di perusahaan Van, hah? Kamu tahukan kalau pria itu brengsek?" Abbey meradang.


"Aku ingin membuat Van hancur, Abbey! Apa kamu tidak ingin membantuku?"

__ADS_1


"Tidak, Thanos! Aku tidak akan melakukan apa pun karena aku tidak mau berhubungan lagi dengannya. Cukup kesalahpahaman di masa lalu antara aku, Van, dan Helen. Selebihnya biarkan menjadi urusan masing-masing."


Rylee terdiam. Pembicaraan ini memang seharusnya terjadi antara Thanos dan Abbey saja. Selebihnya Rylee akan merekam apa pun informasi yang diperlukan untuk bergaul dengan teman-teman istrinya.


"Jadi, kau ingin penjahat itu hidup bahagia?" Satu pertanyaan yang membuat Abbey membeku.


"Aku tidak memiliki hubungan apa pun dengannya, Thanos. Kalaupun kau ingin membalasnya, lebih baik kalau kau melakukannya sendiri. Oh, atau kau tidak rela kehilangan Anne?"


Ketika perbincangan seru itu sedang terjadi, di sisi lain, di sebuah rumah terlihat sepasang suami istri yang duduk berdampingan menonton televisi. Siapa lagi kalau bukan Van dan Anne yang menjadi sepasang pengantin baru.


"Van, keputusanmu untuk membuka lowongan sektretaris sudah tepat. Kau harus mencari pengganti Abbey, bukan?"


Rupanya tanpa sepengetahuan Helen atau siapa pun, Van merasa kehilangan sosok Abbey. Wanita itu cukup cekatan dan bertanggung jawab dengan semua pekerjaannya. Belum ada yang bisa mengalahkan Abbey dalam hal ini.


"Sebenarnya aku menginginkan dia kembali ke perusahaan, Anne. Kau tahu kenapa? Aku memerlukannya karena dia sangat cerdas dan piawai. Belum lagi soal bisnis. Dia tahu betul bagaimana mengambil hati beberapa klienku di masa lalu."


Pujian yang ditujukan Van pada Abbey, diam-diam membuat hati Anne teriris. Apakah dia sedang cemburu pada suaminya? Kualitas Abbey memang tidak diragukan lagi. Mantan suaminya, Thanos pun pernah mengatakan hal yang sama tentang Abbey. Mengapa cuma wanita itu yang sangat spesial? Mengapa Anne tidak?


Itulah dosa masa lalu Anne yang terus saja meracuni Thanos dengan buaiannya. Walaupun usianya masih sangat muda, saat itu rasa cemburu menguasai hati dan pikirannya. Setelah itu, Anne menjebak Thanos untuk melakukan one night stand yang berujung kebiasaan mereka untuk tidur bersama sampai pada kehamilan Anne kemudian digugurkan karena takut pada kegagalannya sendiri.


"Apakah Abbey sangat istimewa di matamu?"


"Oh, ayolah, Baby! Pertanyaan konyol macam apa ini? Dia hanya spesial di dunia kerja, bukan soal percintaan atau apa pun. Abbey selalu menjaga diri dariku atau pria mana pun. Kurasa mantan kekasihnya yang sudah membuatnya seperti itu," ungkap Van.


Membahas Thanos, entah mengapa membuat Anne sedih. Dia sangat mencintai pria itu, tetapi terbuai dengan kehangatan dan sentuhan Van. Pada akhirnya, Anne mengandung.


"Ya, baiklah. Kalau kau menginginkan Abbey kembali, mengapa tidak langsung menghubunginya saja? Bukankah itu akan lebih baik daripada membuang waktu untuk menerima beberapa kandidat yang harus melakukan interview di perusahaanmu."


Pemikiran yang cerdas. Van mengambil ponselnya lalu mendial nomor Abbey.


Sementara itu, Abbey yang saat ini sedang menikmati makan malam bersama Thanos dan suaminya begitu terkejut saat melihat ponselnya berbunyi. Dia mengambil ponsel lalu melihatnya. Tertera nama Van di sana.


"Siapa, Sayang?" tanya Rylee.

__ADS_1


"Dari Van. Bolehkah aku mengangkatnya sebentar? Siapa tahu ini ada hubungannya dengan Helen."


Rylee mengangguk. Abbey segera menjauh dari dua orang itu. Tentunya suara bising di dalam restoran tersebut diakibatkan beberapa perbincangan tamu, dentingan pisau dan garpu yang beradu, serta bising troli pelayan saat mengantarkan makanan.


Namun, itu tidak terdengar begitu keras. Hanya beberapa orang saja yang bisa mendeskripsikan bagaimana keadaan restoran pada malam itu.


"Jadi, apakah kau mendukung ketika Abbey akan masuk kembali ke perusahaan?" tanya Thanos.


"Kurasa tidak. Aku yang akan bekerja. Sementara dia yang akan menungguku pulang setiap hari. Aku tidak ingin terjadi sesuatu pada bayi kami," jelas Rylee.


Tentu saja hal itu membuat Thanos terkejut. Pemikiran laki-laki seperti Rylee perlu diapresiasi.


"Rupanya pemikiranmu sangat matang, Rylee."


"Ya, tapi tidak sematang pemikiran Abbey. Bersamanya aku seperti anak kecil yang tinggal dengan orang dewasa. Aku akui kalau aku memang mencintainya, tetapi aku juga tidak mungkin membuatnya bekerja. Walaupun aku brengsek, tetapi aku layak untuk diperjuangkan," ujar Rylee membanggakan diri.


Abbey kembali dengan wajah yang tidak bisa diartikan. Antara kesal, marah, emosi, dan entahlah apalagi.


"Ada apa, Sayang?" tanya Rylee.


"Sebaiknya kita pulang sekarang. Oh, ya, Thanos, aku mengucapkan terima kasih karena kau sudah repot menawarkan pekerjaan untukku. Namun, aku menolaknya. Aku minta maaf!"


Mereka kembali ke apartemen menaiki taksi. Sepanjang jalan, Abbey tampak diam sehingga Rylee ragu untuk bertanya. Semakin tidak ada interaksi malah membuat Rylee tidak tahan.


"Sebenarnya ada apa, Sayang?" tanya Rylee.


"Van memaksaku kembali ke perusahaan. Bagaimana menurutmu?"


"Kenapa seperti sebuah kebetulan begitu? Maksudku, ketika Thanos memintamu, Van juga menghubungi. Apa sebenarnya di balik semua ini, Abbey?"


Abbey terdiam. Ingatannya kembali pada seseorang yang harus dilindungi. Sudah cukup penderitaan menghantui mereka, tetapi bagaimana Abbey akan menjelaskan itu pada suaminya?


"Kurasa kita akan bekerja sama, Rylee."

__ADS_1


"Hah, apa maksudmu?"


"Aku sudah memutuskan akan mengambil pekerjaan itu di kantor Van. Aku juga sudah menjelaskan bahwa saat ini sedang hamil. Jadi, aku hanya akan mengurus beberapa bawahanku saja," jelas Abbey.


__ADS_2