
Pasangan pengantin baru itu pulang ke rumah. Kembali ke kamar Rylee karena mereka tidak memesan kamar di hotel. Sementara para orang tua malah memilih bertahan di sana bersama Eric dan kedua teman Abbey.
"Kita sudah menikah, tetapi tidak ada malam pertama," ujar Rylee terlihat manyun.
"Salah siapa memaksaku dengan cara seperti itu? Aku tidak mau melakukan apa pun karena takut kalau kamu akan mencelakai bayiku."
Benar juga. Apalagi ini masih trimester pertama kehamilan Abbey. Tentu itu tidak akan mudah baginya. Terlebih hari ini mereka sudah melangsungkan pernikahan sampai resepsi hingga berakhir.
Belum lagi rencana Abbey yang akan memilih tinggal di rumah orang tuanya. Hal itu mendapatkan penolakan dari Rylee karena tidak setuju.
"Aku minta maaf, Sayang. Bisakah kita memilih tempat tinggal yang lain?"
Dalam perjalanan pulang, mereka memang sudah membahasnya. Abbey merasa tidak nyaman di rumah ini karena Dixie. Sementara Rylee, dia tentu saja tidak cocok dengan Arthur yang notabene sudah mengunggulkan Eric dari segi apa pun.
Belum lagi nantinya dia harus mengurus perusahaan yang dimiliki Arthur. Sementara perusahaan milik papanya akan kembali lagi pada Eric yang kinerjanya jauh lebih bagus ketimbang Rylee. Rasanya Rylee ingin mengubah wujudnya ke bentuk yang lain sehingga mereka tidak mengenalinya.
Satu-satunya cara yang tepat adalah tinggal di tempat lama Abbey. Mereka bisa memulai bekerja. Mungkin di perusahaan Van atau siapa pun yang mungkin mereka kenal. Mereka juga tidak tahu kabar Van selanjutnya.
"Jangan bilang kalau kita akan kembali ke tempat lama?" Selidik Abbey.
"Itu bukan masalah. Lagi pula, aku juga punya misi untuk mendekatkan Eric dengan Helen. Kurasa mereka cocok. Dengan kita berada di sana, Eric pasti akan sering datang untuk mengunjungi. Nah, kesempatan itulah bisa kita manfaatkan untuk membalas kebaikannya. Aku tidak tahu kalau sampai gagal menikah denganmu. Sudah kupastikan akan bisa semakin gila."
Jika beberapa hari yang lalu Rylee mendapatkan penolakan dari Dixie. Mungkin akan berlaku juga bagi Eric yang notabene akan menikahi janda seperti Helen. Terlebih wanita itu belum pernah hamil sama sekali.
Agak membingungkan juga saat Van menghamili Anne. Mungkinkah Helen tidak subur? Atau ada sesuatu yang tidak dia ketahui selama ini?
"Aku takut kalau rencana kita akan gagal, Rylee. Kamu tahu mamamu, bukan? Dia tipikal wanita perfeksionis. Tentunya akan sangat sulit menerima Helen ketimbang aku."
"Soal dia belum bisa hamil? Eric bisa mengatasinya. Kamu jangan khawatir."
Rylee membantu Abbey melepaskan gaun pengantinnya. Walaupun berada di dalam kamar, Rylee tidak akan tergoda lagi karena Abbey masih fokus pada kehamilannya. Justru Rylee malah mengambilkan baju tidur untuk istrinya.
__ADS_1
"Kamu tidak mau membersihkan diri dulu?" tanya Rylee.
"Aku akan ke kamar mandi sebentar."
Tentu saja Abbey berjalan hanya mengenakan bra dan ********** saja. Selebihnya dia tidak peduli dengan respon Rylee, padahal dia sangat menahan diri sekali.
"Andaikan kamu tidak hamil, bisa kupastikan kalau kamu akan habis malam ini. Percayalah, Abbey! Aku sangat mencintaimu," gumam Rylee.
Abbey hanya mengguyur tubuhnya menggunakan shower. Sebagai wanita hamil, dia tidak bisa mandi terlalu lama. Setelah mengambil bathrobe, dia kembali ke kamar untuk mengganti pakaiannya.
"Lebih baik kamu segera mandi. Aku mau mengganti pakaianku," ujar Abbey.
Rylee menurut saja. Setelah itu, dia ingin bermanja-manja bersama sang istri untuk membahas masa depan.
Rylee memanfaatkan kesempatan ini untuk lebih dekat dengan Abbey. Setelah dibuat kepanasan oleh Eric, sekarang dia mau bertanggung jawab.
"Jadi, apa rencanamu selanjutnya? Kita tinggal di apartemen lalu kamu mengurusku. Biar aku yang bekerja," ujar Rylee saat berada di ranjang bersama Abbey.
Sebagai wanita pekerja selama bertahun-tahun kemudian diminta untuk menjadi patung di apartemen. Rasanya itu seperti sebuah hukuman. Mungkin akan terasa sulit di awal, tetapi Rylee berharap itu akan menjadi awal yang baik untuk hubungan mereka.
Kehamilan Abbey harus benar-benar dijaga. Jangan sampai menyesal di kemudian hari sehingga kedua orang tua mereka akan semakin murka pada Rylee. Anggap saja Rylee dan Abbey sama-sama tidak diizinkan untuk menikah, tetapi cintalah yang mempersatukan mereka.
"Jangan bilang kalau kamu mau bekerja? Itu tidak akan mungkin terjadi, Abbey. Jangan buat aku semakin rendah di mata orang tuamu!"
"Tidak seperti itu juga. Aku akan bekerja dari rumah. Mungkin menjadi pengarang buku atau apa pun itu asal aku tidak bosan."
Tentu saja membuat Rylee tidak setuju. Dia ingin agar Abbey fokus pada kehamilannya saja. Selebihnya biar diserahkan kepadanya.
"Jangan lakukan apa pun sebelum anak kita lahir! Kalau kamu mau pergi bersama teman-temanmu, silakan! Aku tidak peduli ke mana pun kalian pergi."
Sebenarnya Abbey memang memiliki rencana seperti itu. Namun, saat dirinya membuka ponsel karena ada notifikasi, Abbey langsung mengatakannya pada Rylee.
__ADS_1
"Kurasa jadwal pertama kita sudah menanti di depan mata."
"Apa itu?"
"Pernikahan Van dan Anne."
"Bukannya mereka belum bercerai?"
"Tidak mungkin mereka menikah kalau belum mengantongi surat cerainya. Itu artinya, Eric bisa kita ajak untuk hadir di sana. Tentu saja bersama dengan Helen dan Zaylin."
Ini sebenarnya hubungan yang begitu rumit. Eric, Helen, dan Thanos sama-sama patah hati dengan pasangannya masing-masing. Mungkinkah mereka akan datang di hari yang membahagiakan itu?
"Terserah kamu saja, Sayang. Apakah mereka mendapatkan pesan yang sama sepertimu?" Selidik Rylee.
"Kurasa Van hanya akan mengirimkan pesan itu pada Zaylin."
"Kenapa begitu?"
"Van tipikal pria brengsek. Jadi, aku paham arah permainannya ke mana. Apa kamu lupa kalau dia bisa saja membuatku dianggap sebagai selingkuhannya sehingga Helen sakit hati padaku? Aku sudah menolaknya ribuan kali sampai pada penamparan pipiku oleh Helen saat di vila itu. Ya, Helen salah paham!" tegas Abbey.
Rumit sekali mengingat hubungan pertemanan mereka. Walaupun Van tidak terikat secara langsung dengan Anne, tetapi pertemuan intens mereka yang membuat Van akhirnya memilih berselingkuh dengan Anne. Entah, sebenarnya bagaimana sikap Thanos selama ini.
Rylee menarik selimut, berbaring di sebelah Abbey, lalu memeluk istrinya dengan penuh cinta.
"Aku akan menjadi pria yang baik sehingga kamu tidak takut lagi padaku. Aku memang tidak sebaik Eric, tetapi aku akan bertanggung jawab pada perbuatanku. Aku memang masih muda, tetapi jangan remehkan kemampuanku untuk membuatmu bahagia. Kamu percaya padaku, kan?"
Abbey menggeleng, memandang ke atas, lalu melirik ke arah Rylee.
"Aku tidak yakin dengan semua ucapanmu sebelum ada pembuktian. Asalkan kamu tahu bahwa pernikahan kita ini tidak sepenuhnya mendapat restu dari kedua keluarga. Jadi, aku di mata mamamu adalah musuh. Begitu juga dirimu di mata papaku. Mereka hanya butuh pembuktian dan keseriusan kita dalam menjalani hidup."
__ADS_1