Baby Berondongku

Baby Berondongku
Bab 12. Curiga Tak Berkesudahan


__ADS_3

Satu bulan berlalu begitu cepat. Abbey tidak pernah bertemu lagi dengan Rylee. Pernah sekali waktu dia mencoba jalan-jalan ke pusat perbelanjaan, tetapi tidak menemukan keberadaan laki-laki itu.


Hari ini Van dan Helen bersiap untuk pergi ke vila. Tentu saja membutuhkan perjalanan yang lumayan panjang. Sebenarnya Abbey sudah diminta untuk ikut di mobil Van dan istrinya, tetapi Zaylin lebih memilih di mobil Thanos, Abbey pun memutuskan untuk bersama Zaylin.


"Kenapa kamu tidak ikut dalam rombongan Van saja?" tanya Thanos.


Tentu saja dia kesal karena mantan kekasihnya itu lebih memilih di tempat yang sama dengannya ketimbang di mobil lain.


"Ini bukan karena kamu, Thanos. Lagi pula, masa lalu juga sudah lewat. Kamu dan Anne juga sudah menikah. Apa aku salah kalau pergi dengan mobil kalian? Zaylin saja tidak protes, kenapa kamu yang sewot?" maki Abbey.


"Sudahlah, Abbey. Abaikan saja. Dari jaman sekolah sampai tua pun kelakuan Thanos memang seperti itu. Diam saja dan mari kita nikmati perjalanan ini," sahut Zaylin.


Sementara Anne berpura-pura mendengarkan musik daripada keributan beberapa orang di mobilnya. Terlebih Abbey dan Zaylin memutuskan untuk memarkirkan mobil di kediaman Van.


Perjalanan ke vila membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Selama itu pula, Anne lebih banyak diam ketimbang berinteraksi dengan teman-teman suaminya.


"Abbey, apa kamu tidak menyiapkan kado untuk anniversary Helen?" tanya Zaylin sebelum mereka turun.


"Tidak. Kurasa itu tidak perlu. Kehadiran kita saja sudah lebih dari cukup. Kalaupun mau menyiapkan hadiah, harusnya Van saja untuk istrinya. Benar begitu, kan?" tanya Abbey.


"Kupikir aku saja yang tidak menyiapkan hadiah itu. Ternyata kamu pun sama," balas Zaylin.


Kali ini Thanos tidak berkomentar. Pada akhirnya, Thanos akan ribut dengan Abbey bila dia membuka suara.


Mereka segera turun dari mobil lalu membawa koper masing-masing ke dalam kamarnya. Kebetulan vila yang disewa itu luas. Sehingga mereka mendapatkan jatah kamar masing-masing.


Abbey dan Zaylin juga memilih kamar masing-masing. Helen sengaja membaginya sendiri-sendiri karena ingin menjebak Abbey yang dianggap selingkuhan suaminya.

__ADS_1


Setiap kamar hampir menghadap ke kolam renang. Khusus kamar Abbey dipilih Helen paling luar untuk memancing Van datang ke kamar itu.


"Mari kita lihat, Abbey! Sebenarnya kamu jujur atau tidak. Kejadian di rumahku sebulan yang lalu membuktikan bahwa kamu memiliki hubungan spesial dengan suamiku. Alasanmu untuk resign pasti jelas membuat kecurigaanku menipis, bukan? Kamu salah," batin Helen.


Berhubung anniversary Helen baru besok, malam ini mereka bebas melakukan apa pun. Boleh pergi sendiri ataupun berkelompok. Semua itu dilakukan Helen untuk menangkap basah suaminya dengan Abbey.


"Malam ini kalian bebas. Besok acara akan kita mulai pada pagi hari. Aku mau anniversary kami di dekat kolam renang sambil menikmati sarapan pagi. Sampai jumpa," pamit Helen menggandeng suaminya untuk masuk ke kamar.


Tinggallah mereka berempat. Abbey berencana masuk ke kamar karena tubuhnya sangat lelah sekali. Sementara Zaylin ingin menikmati angin malam di vila yang baru pertama kali dikunjungi. Sementara Anne dan Thanos memutuskan masuk ke kamar.


"Kenapa tubuhku jadi gampang lelah, ya? Keinginan makanku juga lumayan tidak terkontrol. Rasanya ada yang aneh dengan tubuhku," ucap Abbey sambil memandangi pemandangan dari dalam kamarnya.


Kamar dengan tembok kaca itu akan terlihat sangat privasi bila tali kelambunya ditarik. Cuma Abbey tidak ingin melewatkan kesempatan indah itu sehingga membiarkannya tetap terbuka.


Saat Abbey memutuskan untuk tidur selepas makan malam yang dikirimkan ke kamarnya, dia segera menarik tali kelambunya sehingga terlihat sangat privasi sekali.


Sementara Zaylin yang sebenarnya berkeliling vila pun segera memutuskan masuk ke kamarnya karena lelah. Dia yang tidak tahu bahwa pengaturan ini sudah direncanakan Helen untuk mengetahui perselingkuhan suaminya.


"Anne, aku merindukanmu!" Van langsung merentangkan kedua tangannya saat mereka bertemu di taman dekat vila.


Anne langsung menyambutnya dengan pelukan yang sangat mesra. Dia merindukan saat di mana. Van menyentuhnya dengan hangat, memperlakukannya bak ratu, dan menindihnya dengan cinta.


"Aku cemburu, Van! Besok kamu dan Helen anniversary. Kira-kira kado apa yang akan kamu berikan padanya?" tanya Anne sambil memandang lekat wajah pria yang menjadi selingkuhannya.


"Seperti anniversary tahun-tahun sebelumnya. Perhiasan. Apalagi?"


"Wow, pasti koleksi Helen sangat banyak!"

__ADS_1


Van mengecup kening Anne lalu melepaskan pelukannya. Dia mengajak wanita itu untuk duduk di bangku taman yang lampunya remang-remang. Kalaupun ada yang menyadari keberadaannya, mereka pasti mengira kalau Van duduk sendirian saja.


"Tidak juga. Aku jarang sekali membelikan perhiasan. Dia lebih suka belanja sendiri."


"Oh, baiklah, Van. Oh, ya, apakah kamu merindukan aku?" tanya Anne.


"Tentu, Anne. Setiap malam aku gelisah. Terkadang aku ingin menghubungimu melalui telepon, tetapi aku sadar diri kalau ada Thanos di sekitarmu."


Jelas saja. Anne dan Thanos masih berada di kamar yang sama. Tidak mungkin Anne mengangkat telepon kemudian menjauh dari suaminya. Bisa-bisa Thanos malah cemburu.


Sementara Helen terbangun lantaran tidak menemukan suaminya di ranjang. Dinyalakan lampu kamar dan ternyata benar kalau Van tidak ada.


"Ke mana kalian pergi? Aku akan mendapatkannya!" Rasa kecewa Helen pada Abbey cukup tinggi. Padahal mangsa yang sesungguhnya adalah Anne, bukan Abbey.


Tujuan pertama Helen langsung ke kamar Abbey yang letaknya sangat strategis untuk berselingkuh dengan suaminya. Dia memutuskan ke sana dan melihat kamar itu sudah ditutupi dengan kelambu. Mungkin saja Van sedang bercumbu dengan wanita pengkhianat itu. Tega sekali Abbey menusuknya dari belakang.


Berniat mengetuk pintu kamar itu, rupanya dihalangi oleh Zaylin. Dia tahu kalau Abbey pamit tidur padanya.


"Helen, kamu mau apa?"


"Aku ingin bertemu dengan Abbey. Apa dia tidur?" Helen harus berpura-pura untuk tidak menunjukkan kegelisahan dan kecemburuannya pada Abbey.


"Dia pamit padaku kalau mau tidur lebih awal. Dia terlihat pucat dan tidak bertenaga. Makanya kuminta jangan dibangunkan, ya!" ucap Zaylin kemudian meninggalkan Helen sendirian.


"Jahat kamu, Abbey! Kamu pura-pura ingin tidur lebih awal supaya hubunganmu dengan Van tidak aku ketahui," gumam Helen kemudian memutuskan untuk menunggu suaminya datang.


Kamar itu sengaja dimatikan supaya Van tidak curiga kalau dia sempat keluar untuk menemui Abbey. Rupanya saat Van kembali, pria itu terlihat mengendap-endap lalu pergi ke kamar mandi.

__ADS_1


"Kenapa kamu pergi ke kamar mandi, Van? Apa yang sedang kamu sembunyikan dariku? Apakah kalian baru saja bercinta di balik kelambu indah vila ini? Ah, rasanya aku ingin menampar Abbey sekeras mungkin!" batin Helen.


__ADS_2