
Satu botol alkohol berhasil dihabiskan Thanos. Sebenarnya dia sudah kelelahan karena banyak minum, tetapi melihat kegigihan Rylee untuk menyentuh botol kedua menyebabkan Thanos ingin melakukan hal yang sama.
"Sayang, jangan sampai mabuk! Awas saja! Malam ini kamu harus mengantarku ke bandara. Esok hari aku ada pemotretan," ujar Anne mengingatkan.
Mendadak pembicaraan Anne itu terekam jelas dalam benak Van. Sulit mendapatkan Abbey, mengapa tidak mencoba tantangan baru untuk mendekati Anne? Kapan lagi melakukan hal segila itu di luar hubungannya dengan sang istri, Helen.
Sementara Abbey sangat menikmati permainan yang dilakukan Rylee. Dia mampu membuat Thanos hampir bertengkar dengan Anne. Ini masih belum seberapa. Masih ada kelanjutan ceritanya.
"Anne, kamu tenang saja. Suamimu itu adalah singa. Jadi, kamu tidak perlu berlebihan seperti itu. Bukankah kamu juga tahu kalau dia adalah alkoholik? Dia juga tidak akan mabuk kalau hanya sebotol atau dua botol saja," ujar Abbey dengan senyum manisnya.
Helen dan Zaylin sebagai pendukung dari kedua belah pihak tampak menikmati acaranya. Ini sungguh gila sekali. Tatapan mata Helen yang semula mendukung Thanos berubah ke arah Rylee. Laki-laki muda itu tampak meningkat ketampanannya saat mencoba menghabiskan beberapa botol alkohol dan dia belum mabuk.
"Perfek sekali!" batin Helen menelan ludahnya sendiri. "Aku bahkan tidak menemukan kegilaan itu dalam diri suamiku. Kenapa Rylee bisa membuatku segila ini?"
Andaikan Abbey tahu bahwa Helen mulai tertarik dengan Rylee, rasanya dia akan memberikan standing applause. Dulu dia dihina karena tidak kunjung menikah dan sekarang laki-laki yang disangkakan calon suaminya malah dijadikan objek kegilaan fantasi bagi Helen.
"Sayang, kenapa kamu melihat Rylee seperti itu?" tegur Van yang menyenggol lengan sang istri.
"Oh, maaf. Aku tidak menyangka ada laki-laki yang hampir menghabiskan tiga botol alkohol, tetapi seperti minum air. Lihatlah, Thanos sudah mulai mabuk!" Tunjuk Helen pada teman sekelasnya itu.
Ya, Thanos mulai meracau. Anne semakin kesal. Sementara Rylee langsung memegangi pinggang Abbey layaknya sepasang kekasih.
"Jadi, kapan aku akan mendapatkan reward dari kalian berdua?" tanya Rylee yang mulutnya sudah bau sekali dengan alkohol.
Abbey yang tidak biasa seakan menghindar, tetapi tangan Rylee cukup kuat memegangi pinggangnya.
"Suamiku akan mentransfer uangnya pada rekening kekasihmu," sahut Helen malu karena kalah telak.
"Kalau suamimu, bagaimana?" Rylee langsung menunjuk Anne.
"Akan kubicarakan dengannya setelah dia sadar nanti," ujar Anne kesal. "Kalau sudah begini, siapa yang akan mengantarku ke bandara?"
"Aku." Van mengangkat tangannya.
__ADS_1
"Van?"
Helen sebenarnya tidak suka dengan keputusan sepihak Van. Terlebih dia juga tahu perselingkuhan antara Thanos dan Anne di masa lalu. Itu bukan menjadi rahasia lagi, tetapi semua orang tahu. Bahkan banyak yang menghina Abbey terlalu bodoh melepaskan Thanos tanpa memberikan pelajaran.
"Wah, Anda beruntung, Nyonya Thanos. Tuan Van memang selalu baik hati. Semoga ini bukan caranya untuk menjerat wanita lain," sindir Abbey.
Rylee yang sudah menghabiskan alkohol sebanyak itu tetap tenang. Jangan sampai terlihat kalah di hadapan semua orang. Padahal perutnya sedang menahan mual yang hebat. Dia kekenyangan dan ingin muntah sekarang.
"Abbey, cukup! Sayang, segera bayar tagihannya! Kita pulang sekarang!" ajak Helen.
"Helen, jangan begitu! Kasihan Anne. Dia harus ke bandara. Sementara Thanos sudah mabuk seperti itu. Apa salahnya kalau kamu bersimpati sedikit saja. Van mengantar Anne ke bandara. Sedangkan kamu bantu aku mengantar Thanos ke rumahnya," usul Zaylin.
"Lalu, mobil Thanos, bagaimana?" tanya Anne.
"Besok akan kubantu mengantarnya ke rumah kalian. Berikan kuncinya pada Helen!" perintah Van. Ini kesempatan langka. Kapan lagi bisa mendekati model high class seperti Anne?
Setelah membayar tagihan, mereka memutuskan untuk berpisah di tempat parkir. Namun, tidak dengan Abbey dan Rylee. Laki-laki itu meminta Abbey mengantarnya ke toilet terlebih dahulu.
"Aku baik-baik saja. Antarkan saja aku ke toilet!"
Abbey membimbing Rylee seperti sepasang kekasih. Melihat perjuangannya mengalahkan Thanos membuatnya tidak tega.
"Rylee, apa kamu yakin?" tanya Abbey sebelum Rylee masuk ke toilet.
"Tunggu saja di sini! Berikan aku waktu 10 menit."
Sementara di tempat parkir, Helen mengomel lantaran Thanos yang merendahkan orang lain. Akhirnya, membuat semua orang repot mengurus dirinya.
"Kalau saja bukan temanku, sudah kulempar kamu, Thanos!" maki Helen.
"Sudahlah, Helen. Lagi pula apa salahnya meminta Van mengantar Anne ke bandara? Jarak klub ini dengan bandara cukup jauh. Sedangkan jarak rumahnya bisa kita gapai. Aku juga akan mengantarmu pulang ke rumah. Adil, kan?" ujar Zaylin.
"Sayang, aku antar Anne dulu!" pamit Van lalu mengecup bibir istrinya di depan Zaylin maupun Anne.
__ADS_1
"Ya, jangan macam-macam, Van!" pesan Helen.
Van segera membukakan pintu mobil. Anne pun segera masuk. Bergegas Van menuju ke bangku kemudi lalu dengan segera mengantarkan Anne ke bandara.
Sementara Helen sudah berada di jok belakang karena menahan kepala Thanos. Sebenarnya dia tidak suka berada di posisi ini karena bau alkohol yang sangat menyengat.
"Thanos bodoh!" maki Helen.
"Kenapa, Helen?" tanya Zaylin yang sedang fokus mengemudi.
"Dia itu rajanya minuman beralkohol, kenapa bisa kalah dari laki-laki itu? Kalau sudah begini, aku kalah telak dari Abbey."
"Sudahlah, Helen. Terima saja. Di atas langit masih ada langit. Mungkin kamu lupa, bagaimana kalian mengejek Abbey? Merendahkannya juga. Padahal kamu tahu kalau Abbey itu hanya korban dari perselingkuhan Thanos dan Anne. Sebagai wanita, apa kamu tidak kasihan?" tanya Zaylin. Dari sekian banyak teman, cuma Zaylin yang selalu bersikap netral pada siapa pun. Walaupun dia disakiti, percuma juga membalas karena kenyataannya seperti itu.
Sementara itu, Rylee baru saja keluar dari toilet. Ya, dia memuntahkan cairan dari dalam tubuhnya. Sudah lega, tetapi sedikit lemas. Walaupun tidak membuatnya mabuk, tetapi Rylee merasakan pusing.
"Rylee, bagaimana keadaanmu?"
"Kita pulang. Aku ingin segera tidur. Benar-benar pertarungan yang melelahkan. Beruntung aku hanya menghabiskan satu botol alkohol. Lebih dari itu aku bisa tertidur di klub ini," ujar Rylee.
"Tunggu! Satu botol? Kupikir–"
"Kamu pikir aku akan gila sehingga menghabiskan tiga botol itu? Yang benar saja, Abbey! Aku manusia normal yang bisa mabuk kalau minum alkohol sebanyak itu."
Abbey tertawa. Rupanya itu alasannya dia berani menghabiskan beberapa botol alkohol. Satunya memang alkohol asli dan sisanya hanyalah air yang sengaja dimasukkan ke sana. Pantas saja Rylee menahan mual. Bukan karena mabuk, tetapi kembung.
"Jangan bersenang-senang dulu, Abbey! Ini tidak gratis. Kamu harus membayarnya dengan yang setimpal."
"Apa maksudmu, Rylee?"
Sebagai playboy level tertinggi, Rylee tidak akan menyerah sebelum bisa meniduri mangsanya. Semakin Abbey menolak, hasrat Rylee semakin menggebu. Entah, sudah berapa banyak wanita yang berhasil tidur dengannya?
"Tidurlah denganku, Abbey!"
__ADS_1