
Anne tampak bingung saat mengetahui dirinya hanya ditemani Van, Abbey, dan Rylee. Seperti baru saja terjadi sesuatu yang luar biasa. Dia tidak melihat Thanos dalam pandangan matanya.
"Di mana Thanos?" tanya Anne pelan.
"Dia tidak datang, Anne. Dia sudah memutuskan untuk bercerai denganmu," ungkap Van pelan.
Tentu saja ini menjadi pukulan yang berat bagi Anne. Rumah tangga, karier, dan janin dalam rahimnya. Mana yang akan dia pilih?
Thanos sudah melambaikan tangan untuk menyerah pada hubungan yang sudah berjalan sejauh ini. Anne tetap menyalahkan diri sendiri karena terpengaruh oleh Van. Lalu, kariernya. Saat agensi yang menaunginya tahu kalau Anne hamil, sudah pasti mereka akan menolak Anne. Pemecatan secara sepihak dan penggantian yang ganti rugi atas semua kontraknya.
Hal yang paling rumit dalam dirinya kali ini adalah mempertahankan janin yang dikandungnya. Walaupun Anne tampak bahagia, tetapi dia akan menjadi wanita rumahan yang mengurus anaknya dari pagi hingga pagi lagi. Itu akan melelahkan dan sangat membosankan.
"Anne, sebaiknya kamu pikirkan diri sendiri dulu. Mengenai Thanos, kurasa itu sudah keputusan terbaiknya. Oh, ya, Van, barang-barangku masih ada di rumahmu. Kurasa aku mau kembali ke sana dan mengambilnya. Helen sudah meninggalkan rumah. Kurasa aku dan Rylee akan menginap di hotel saja," jelas Abbey.
"Jangan, Abbey! Kamu sedang hamil. Untuk malam ini, menginaplah di sana. Aku akan menemani Anne di rumah sakit," kata Van.
Sebenarnya ini juga bukan sebuah kesalahan. Abbey sudah lelah hari ini dan ingin tidur lebih cepat.
"Kurasa ini pilihan baik untuk kita, Abbey. Tuan Van mengerti bahwa kita harus berhemat," canda Rylee untuk membuat suasana tegang itu mencair. Ternyata tidak mudah karena Anne memalingkan wajahnya.
"Baiklah, Van. Kami pamit dan akan membereskan kekacauan di rumahmu," pamit Abbey.
Mereka kembali menggunakan mobil milik Van. Rylee yang mengemudikan mobilnya.
"Abbey, bisakah aku bicara padamu? Maksudku begini. Kejadian hari ini membuatku berpikir keras untuk membuat skandal denganmu agar kakakku mau menceraikanmu," ucap Rylee yakin.
Rupanya bukan hubungan Van saja yang rumit, tetapi dirinya juga sedang mengalami masalah yang lebih mengerikan. Bisa dipastikan setelah beberapa hari ini, dia akan kehilangan segalanya dan memiliki hubungan baru dengan Abbey sebagai kakak iparnya.
__ADS_1
"Jangan gila, Rylee! Itu bukan sesuatu yang mudah. Kamu bisa mempermalukan semua orang."
Ya, Abbey tidak mau kalau hubungannya membuat para orang tua mengalami hal yang rumit. Dia hanya meyakini bahwa pasti ada kesempatan untuk kembali pada Rylee. Hanya saja kesempatan itu harus berasal dari keputusan Eric sendiri. Mungkin cara satu-satunya hanyalah berbicara dengan Eric dari hati ke hati. Abbey akan menggunakan janin ini sebagai alasan kebodohannya untuk menerima pertunangan itu.
"Kurasa besok kita harus kembali, Rylee."
"Kenapa? Bukannya kamu masih ingin berada di sini sampai beberapa hari?"
"Awalnya, iya. Namun, setelah kupikir-pikir, sepertinya aku harus kembali. Aku ingin bicara dengan Eric."
Mendadak Rylee diselimuti kecemburuan. Terasa menyakitkan rupanya. Pantas saja Thanos memilih untuk melepaskan Anne. Hanya saja Rylee sudah melewatkan bagian terpenting itu. Bagaimana cara Zaylin mengendalikan ketiga orang itu sampai menghasilkan sebuah keputusan besar?
Sudah bisa dipastikan kalau Helen lebih memilih untuk tidak melanjutkan hubungan dengan Van. Pria mata keranjang itu sangat menyesakkan dada dan tidak pantas untuk diperjuangkan. Sementara Thanos, dia juga melepaskan orang yang sama. Wanita yang selalu menjadi kebanggaannya harus dilepaskan demi orang lain.
"Kamu terus saja membuatku cemburu, Abbey. Sampai kapan ini akan terjadi? Bagaimana dengan anak kita? Harusnya Eric mengalah untuk ini. Aku akan bicara padanya!"
Malam itu, setelah sampai di rumah Van, Rylee segera mencari tiket pesawat untuk penerbangan besok siang. Mereka harus segera kembali dan memutuskan sebelum terlambat.
"Rylee, kamu yakin akan bicara pada orang tuamu?"
"Ya, tentu saja."
"Padahal kamu sudah tahu hasil akhirnya, bukan?"
"Penolakan Mama dan kebungkaman Papa. Aku tahu ini pasti akan terjadi karena, ya, kamu tahu sendirilah kalau aku ini badboy. Sementara kakakku itu tipe pria penurut yang baik dan menggemaskan. Sementara orang tuamu, mereka jelas lebih memilih Eric daripada aku. Dia lebih cerdas, menarik, dan hangat."
Pujian yang dilontarkan Rylee pada Eric benar adanya. Awalnya, Abbey sempat tertarik pada pria itu sebelum akhirnya mengetahui bahwa Eric adalah kakak kandung Rylee, laki-laki yang sudah menghamilinya.
__ADS_1
Pembawaannya yang tenang, bisa mengendalikan emosi seseorang, dan kharismatik. Seandainya dunia ini hanya tersisa Eric saja, Abbey sudah pasti memilihnya. Namun, itu sebelum tahu bahwa Rylee dan Eric bersaudara.
"Ya, kurasa mereka tidak ingin anaknya terjebak dalam pernikahan dengan berandalan sepertimu."
"Aku? Jangan gila, Abbey! Walaupun aku berandalan, tetapi aku sekarang berusaha menjadi laki-laki yang baik. Aku ingin membuktikan pada semua orang bahwa aku kayak untuk diperjuangkan."
"Benarkah? Bagaimana caranya?"
"Sedang kupikirkan, Abbey. Kenapa kamu malah merendahkan aku seperti itu? Apa kamu tidak ingin hidup bersamaku?"
Abbey terdiam. Harusnya dia memikirkan cara yang sama seperti Rylee. Jangan sampai menyesal sudah membangun komitmen bersama Eric, tetapi hatinya tertinggal jauh dalam nama Rylee.
Sementara itu, di apartemen Zaylin, Helen tampak diam. Air matanya seakan habis tidak tersisa.
"Percuma kamu menangisi Van, Helen. Lebih baik fokuskan dirimu untuk berubah. Maksudku, kamu bisa memperbaiki diri. Kamu cantik dan menawan. Pasti bisa menemukan pria yang lebih baik dari Van."
"Kamu benar, Zaylin. Hanya saja aku kecewa pada Van. Aku berjuang mati-matian agar hubungan kami awet. Aku mencurigai setiap orang yang berdekatan dengannya, bahkan temanku sendiri, Abbey. Ternyata dia jauh lebih baik dari bayanganku. Dia mau datang ke rumahku walaupun aku selalu berucap buruk tentangnya."
Helen benar. Abbey merupakan sosok wanita yang menenggelamkan diri dalam kesibukan walaupun Thanos pernah menyakitinya. Dia juga tidak membalas perbuatan Thanos, tetapi tetap fokus membahagiakan diri sendiri.
Selain itu, hubungan pertemanan mereka juga sedikit renggang karena mulut Helen dan Thanos tidak pernah bisa berkata yang baik. Mereka selalu merendahkan Abbey dengan pencapaiannya yang berbeda. Dari sekian banyak temannya, hanya Abbey yang kurang beruntung.
"Setelah ini, apa rencanamu?"
"Aku akan memperbaiki diri dan mencari pekerjaan. Masih adakah pekerjaan yang cocok untukku?"
Zaylin kesal pada tingkah Helen saat ini. Mungkin dia lupa kalau otaknya cukup cerdas. Hanya saja Van tidak pernah melibatkannya dalam urusan berbisnis.
__ADS_1
"Dasar bodoh! Orang pesimis akan jauh dari kesuksesan. Lebih baik fokus mempercantik diri dan tunggu surat ceraimu. Kalau kamu ingin menemukan tambatan hati, jangan putus asa. Berjuanglah!" Zaylin selalu menyemangati.