
Sesuai konsep, pagi ini perayaan anniversary Van dan Helen. Pelayan vila sudah menyiapkan makan malam di dekat kolam renang. Kanan kiri meja, mereka hiasi dengan beberapa bunga mawar merah favorit Helen. Namun, yang membuat mereka janggal adalah sikap Abbey.
"Kenapa bau mawar menyengat sekali?" tanya Abbey sambil menutup hidungnya.
Walaupun dia tidak menyukai mawar, tetapi tidak sebenci itu pada aromanya. Dia merasa ada yang tidak beres dengan tubuhnya, tetapi apa?
"Abbey, wangi mawar memang seperti itu. Kenapa kamu merasa aneh? Oh, atau kamu tidak suka anniversary kami, ya?" tanya Helen dengan sinis.
"Bukan seperti itu, Helen. Aku minta maaf kalau kamu merasa tersinggung." Abbey memutuskan duduk di dekat Zaylin.
Sarapan pagi kali ini didominasi makanan dengan keju. Sebetulnya Abbey menyukai keju, tetapi kali ini melihat saja sudah membuatnya mual. Apalagi mencium aromanya.
"Aku tidak bisa sarapan di sini." Abbey buru-buru pergi dan kembali ke kamarnya.
Hal itu menambah kecurigaan hubungan Abbey dengan Van di belakang Helen. Gara-gara ucapan Abbey mengenai mawar dan penolakan Abbey untuk sarapan di tempat membuat Helen harus menyusul Abbey ke kamarnya.
"Helen, kamu mau ke mana?" tanya Zaylin.
"Menyusul Abbey dan memberikan pelajaran padanya!" teriak Helen.
Thanos dan Van terlihat biasa saja menanggapi kelakuan Helen. Memang sikap Helen terhadap Abbey selama ini seperti anjing dan kucing. Tidak heran kalau mereka akan bertengkar seperti itu.
Anne tetap terlihat tenang. Justru dia saling melempar senyum dengan Van saat tahu Helen menyusul Abbey. Begitu juga dengan Zaylin. Agaknya wanita itu merasa tidak beres pada kelakuan Helen.
Semalam juga bertemu Helen yang berniat menggedor pintu kamar Abbey, tetapi segera dicegah oleh Zaylin.
Kamar dengan pembatas kaca itu langsung dimasuki oleh Helen. Rupanya dia mendengar Abbey mual lalu muntah di wastafel kamar mandi.
"Abbey, keluar kamu!" teriak Helen.
Abbey yang baru saja memuntahkan isi perutnya padahal belum sarapan pagi terlihat sangat lemas sekali.
"Helen, sebenarnya ada apa? Kamu terlihat tidak sabaran seperti itu," ucap Zaylin.
"Aku ingin menghakimi selingkuhan suamiku!" tegas Helen pada Zaylin.
"Tunggu! Jadi, maksudmu Abbey adalah orang ketiga di dalam rumah tanggamu begitu? Tidak mungkin, Helen!" Wajar kalau Zaylin membelanya.
Helen semakin kesal karena Abbey tidak kunjung keluar. Dia memutuskan untuk masuk lalu menarik paksa rambut Abbey disaksikan oleh Zaylin.
__ADS_1
"Helen, apa-apaan ini? Kenapa kamu menarik rambutku secara paksa?" tanya Abbey bingung. Rasa mualnya belum usai, tetapi dipaksa keluar dari toilet. Sambil menahan supaya tidak muntah, Abbey menutup mulutnya.
"Dasar ******! Murahan! Kalau kamu tidak menikah, jangan ganggu rumah tangga orang!" Helen mendorong Abbey sampai tersungkur ke lantai.
"Helen, hentikan!" pekik Zaylin.
"Helen, apa masalahmu? Aku sama sekali tidak ada hubungannya dengan suamimu atau siapa pun," ujar Abbey melontarkan pembelaannya.
"Benarkah? Lalu, semalam kamu di mana? Sedang bersama Van, bukan? Kamu tidur dengannya, kan?"
Abbey mencoba bangkit, tetapi kemarahan Helen sama sekali membuat wanita itu hilang kendali. Tidak hanya mendorong tubuh Abbey, tetapi juga memberikan dua kali tamparan.
Zaylin dan Abbey terkejut. Sikap Helen sama sekali bukan dirinya. Walaupun dia dominan suka memusuhi Abbey, tetapi tidak menggunakan kekerasan seperti barusan.
"Kenapa kamu menamparku?" tanya Abbey.
Selagi Abbey dan Helen bersitegang, rupanya Zaylin keluar untuk memanggil Van, Thanos, dan Anne.
"Itu balasan karena kamu mencintai suamiku!" pekik Helen.
"Helen, walaupun aku belum menikah, aku tidak serendah itu untuk mencintai suami temanku sendiri. Kalau kamu menuduhku berselingkuh, apa buktinya? Tidak ada, kan?"
"Abbey!" pekik Thanos dan Van bersamaan.
Awalnya, keduanya terlihat kikuk. Namun, saat Zaylin meminta Thanos untuk membantunya, barulah salah satunya bergerak.
"Van, mundur! Biarkan aku dan Thanos saja," ucap Zaylin. "Van, tenangkan istrimu!"
Setelah Abbey diletakkan di ranjang, Zaylin segera meminta pelayan vila untuk memanggil dokter terdekat. Sepertinya Abbey pingsan bukan perkara biasa.
"Sebenarnya ada apa ini?" tanya Van saat semua orang sudah berada di luar kamar Abbey.
"Helen menuduh Abbey berselingkuh denganmu," jawab Zaylin.
Van sebenarnya tegang, begitu juga dengan Anne. Namun, mereka mencoba mentralisir ketegangan itu dengan mencoba mengalihkan pembicaraan. Sementara Thanos sama sekali tidak menyadari bahwa Anne-lah yang menjadi selingkuhan Van.
"Abbey adalah wanita yang sulit jatuh cinta, Helen." Kali ini Thanos angkat bicara.
"Wah, hebat, Thanos! Rupanya kamu masih menjadi orang pertama yang membelanya. Luar biasa sekali!" Helen bertepuk tangan seolah mengapresiasi kelakuan Thanos. "Jadi, kamu mau mengaku padaku atau tidak, Sayang?"
__ADS_1
Hening. Meredakan kemarahan Helen memang tidaklah mudah, tetapi kalau sampai mereka buka suara terus, bisa-bisa perselingkuhan Van dan Anne terbongkar saat itu juga.
Tidak ada pembicaraan sampai seorang dokter masuk ke ruangan Abbey. Thanos meminta agar Zaylin yang menemaninya. Saat ini posisi orang paling netral cuma dia.
"Zaylin, tolong temani Abbey!" perintah Thanos.
Zaylin mengangguk lalu mengikuti dokter masuk ke kamar. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan dan Abbey sudah sadar, dokter pun segera menginterogasinya.
"Sebenarnya ada keluhan apa?"
"Aku merasa mual dan rasanya ingin memuntahkan seluruh isi perutku walaupun belum terisi makanan," jelas Abbey.
"Kapan terakhir Anda menstruasi?"
Abbey mencoba mengingat-ingat. Namun, apa hubungannya menstruasi dengan mual dan muntah yang dideritanya?
"Aku lupa, tetap ini sudah seharusnya aku melewati masa itu, Dokter."
Dokter itu pun tersenyum. "Kurasa Anda harus melakukan tes kehamilan. Maksudku, Anda harus memastikannya melalui test pack. Dugaan sementara kalau Anda memang sedang hamil, Nyonya. Selamat!"
Abbey langsung lemas. Begitu pula dengan Zaylin yang terkejut melihat temannya hamil padahal belum menikah.
"Itu tidak mungkin, Dokter." Abbey menyangkalnya.
"Sementara itu diagnosis dariku, Nyonya. Tidak salah lagi. Kalau memang Anda ragu, silakan lakukan saranku barusan. Aku hanya perlu meresepkan vitamin saja untuk Anda."
Zaylin yang menerima resepnya. Sebelum dokter meninggalkan kamar Abbey, Zaylin berbicara sebentar padanya.
"Zaylin, apa yang kamu katakan pada dokter?" tanya Abbey.
"Aku hanya memintanya agar merahasiakan diagnosismu dari Helen dan semua orang. Kurasa ada kesalahpahaman di sini. Sebenarnya kamu memiliki hubungan dengan Van atau tidak?"
"Kamu pikir aku serendah itu, Zaylin. Tidak! Kalau aku katakan jujur padamu, apakah kamu akan percaya? Atau justru kamu mengira aku mengada-ada?"
Zaylin sangat peduli pada Abbey. Itulah sebabnya saat Helen memperlakukan Abbey seperti itu seolah tidak terima. Zaylin juga harus tahu kebenarannya.
"Aku akan mencoba mendengarnya dan segera mencari tahu."
"Van memiliki hubungan dengan Anne," bisik Abbey pada Zaylin.
__ADS_1