Baby Berondongku

Baby Berondongku
Bab 53. Respons Abbey


__ADS_3

Banyak yang terluka karena pernikahan Van dan Anne. Namun, hidup terus berjalan. Seperti hari ini Rylee dan Abbey sudah pindah ke sebuah apartemen sewa di mana uang sewanya itu sudah dibayarkan dari tabungan Rylee semasa dia bekerja di perusahaan papanya. Selain itu, Eric juga sudah kembali ke negaranya untuk melanjutkan bisnis papa.


"Jadi, apa yang ingin kamu kerjakan hari ini?" tanya Abbey.


"Aku akan mencari pekerjaan, Abbey. Apakah kamu mau mendukungku?"


Entahlah. Abbey merasa ragu kalau Rylee bisa mendapatkan pekerjaan sesuai dengan apa yang diinginkan. Dia tidak sesabar Eric dalam menghadapi masalah. Terkadang dia bersikap menjengkelkan.


"Tentu saja. Hanya saja aku berikan kamu waktu sampai lusa. Kalau sampai lusa kamu tidak segera mendapatkan pekerjaan, maka jangan salahkan aku yang akan pergi mencari pekerjaan."


Sontak ancaman itu membuat harga diri Rylee dipertaruhkan.


"Abbey, jangan macam-macam!"


"Kamu pikir aku akan diam saja kalau kamu tidak mendapatkan pekerjaan? Kita tidak akan bisa makan tanpa kerja keras walaupun aku tahu kita adalah anak orang kaya. Apa kamu tidak malu menggantungkan hidupmu pada Eric saja? Kuharap kamu mengerti apa maksudku!"


Tentu saja sangat mengerti. Namun, Rylee tidak akan pernah menyerah. Satu tempat yang tidak mungkin akan didatangi adalah perusahaan Van.


Rylee sudah mencoba dari satu perusahaan ke perusahaan yang lain. Nyatanya mencari pekerjaan itu tidak mudah. Terlebih itu disebabkan oleh usianya yang masih muda dan pemikiran yang berbeda. Pada akhirnya, Rylee mendapatkan pekerjaan di sebuah bengkel mobil.


Awalnya, dia agak ragu. Namun, setelah memikirkan bahwa Abbey akan senang saat dirinya mendapatkan pekerjaan. Makanya dia menerima pekerjaan tersebut.


"Setidaknya aku akan belajar mandiri," gumam Rylee.


Saat makan siang, rupanya Rylee bertemu dengan Thanos. Pria itu sedang mencari makan siang.


"Hei, kamu di sini rupanya!" sapa Thanos.


"Oh, kebetulan sekali. Aku baru saja mencari pekerjaan."


"Pekerjaan?" tanya Thanos kemudian duduk di hadapan laki-laki itu.


"Ya. Aku harus hidup mandiri dan memulai menata hidupku lagi. Agak aneh, ya?"


"Sedikit, tapi apakah kamu sudah mendapatkan pekerjaan itu?"


"Ya. Hari ini aku sudah mendapatkannya. Besok aku mulai bekerja."

__ADS_1


Thanos melambaikan tangannya untuk memanggil pelayan. Sebelum pelayan datang, Thanos meminta Rylee untuk memesan makanan. Sementara pria itu yang akan membayarnya.


"Kamu yakin akan membayar semua makananku? Ah, tidak perlu! Nanti Abbey bisa marah padaku," tolak Rylee.


"Tidak masalah, Rylee. Tolong jangan tolak permintaanku!" ujar Thanos.


Pada akhirnya, Rylee pun menyetujui permintaan Thanos asalkan pria itu tidak bicara apa pun pada Abbey. Setelah pelayan mencatat semua pesanannya, mereka pun melanjutkan obrolan yang tertunda.


"Jadi, kamu mendapatkan pekerjaan di mana?"


"Hanya bengkel mobil, Thanos. Aku tidak selihai kamu untuk menjalani kehidupan ini. Lagi pula, Abbey sudah memberikan peringatan untuk tidak melamar pekerjaan di kantor Van."


Thanos manggut-manggut mendengar penuturan Rylee. Namun, beberapa menit kemudian giliran Thanos yang bercerita.


"Justru aku ingin meminta bantuanmu!"


"Hah? Bantuan apa?" Rylee melipat kedua tangannya di depan dada.


"Bisakah kamu membantuku dekat dengan Helen? Maksudku, tolong jauhkan kakakmu darinya!"


Rylee tahu betul kalau kakaknya sedang berjuang untuk mendapatkan Helen. Apa pun akan dilakukan untuk meyakinkan mamanya yang pasti akan menolak hubungan tersebut.


"Tidak juga, Rylee. Anggap saja ini adalah tanda pertemanan kita."


Rylee tersenyum. "Tidak perlu, Thanos! Aku akan membayar pesananku sendiri."


Daripada ribet mengurus urusan keluarga dan orang lain, lebih baik dia mengalah. Benar saja, sesuai makan siang, keduanya masih berdebat soal uang tersebut. Thanos bersikeras untuk membayar, sementara Rylee menolaknya.


"Ternyata keputusan Abbey meninggalkanmu itu benar!"


Sontak pandangan mata Thanos tertuju padanya. "Apa maksudmu?"


"Kamu adalah pria yang unik, menyebalkan, dan payah! Baiklah, Thanos. Begini saja. Kamu bayar bill hari ini. Setengahnya nanti akan kutransfer ke rekeningmu."


"Sudah kubilang itu tidak perlu, Rylee!"


"Aku tahu jika itu tidak bersyarat, tetapi jika bersyarat, aku minta maaf."

__ADS_1


Jelas saja Rylee tidak mau. Dia meninggalkan Thanos yang masih terpaku dengan sikap Rylee barusan.


Sementara itu, di apartemen, Abbey sedang menunggu kedatangan Rylee. Dia menyiapkan makan siang sederhana untuk makan bersama. Beberapa kali melihat jam dinding membuat Abbey kehilangan kesabaran. Seharusnya Rylee sudah pulang, tetapi dia lama sekali berada di luar.


"Sayang, aku pulang!" Suara Rylee yang baru saja masuk langsung mudah dikenali.


Bukannya memberikan pelukan, tiba-tiba Abbey terlihat kesal padanya.


"Kenapa baru pulang? Aku sudah menyiapkan makan siang untuk kita, tetapi sepertinya kamu sudah makan di luar, ya?"


Seperti sebuah kebetulan, Abbey mengetahui kalau Rylee baru saja makan di luar. Akankah ini menjadi petaka rumah tangga mereka?


"Maaf, Sayang. Aku ... aku baru saja mendapatkan pekerjaan. Jadi, bos mentraktirku di luar. Katanya sebagai ucapan terima kasih karena bertemu karyawan sepertiku. Kamu jangan khawatir karena aku pasti akan memakan hasil masakanmu. Percayalah!" Satu-satunya cara adalah berbohong pada Abbey agar tidak semakin emosional.


"Jadi, kamu sudah mendapatkan pekerjaan? Di mana? Apakah di sebuah kantor dengan gedung pencakar langit? Atau di sebuah perusahaan yang memiliki banyak anak cabang? Terlebih kamu adalah CEO yang kompeten!" puji Abbey.


"Hanya CEO bayangan," gumam Rylee.


Kali ini tidak lagi berbohong. Apa pun yang didapat, Rylee tidak bisa memungkiri bahwa kali ini dia harus jujur. Namun, dia tidak menyangka bahwa kejujurannya ini akan merembet pada masalah lain yang lebih serius.


"Apa kamu siap mendengarnya?"


"Rylee, sebagai istri, aku juga harus tahu di mana kamu bekerja. Kalau sampai kamu bohong, bisa kupastikan bahwa aku akan menghubungi papa lalu memintamu untuk melanjutkan pekerjaan yang seharusnya menjadi tanggung jawabmu. Kita akan tinggal bersama orang tuaku."


Lebih baik Rylee jujur daripada harus tinggal bersama mertua. Dia akan hidup seperti manekin yang harus menuruti semua perkataan tuannya. Jika tidak, maka dia akan dipermalukan di sana.


"Aku ...."


"Rylee, lama sekali!" protes Abbey.


"Sebenarnya aku mendapatkan pekerjaan di sebuah bengkel mobil."


Akhirnya, Rylee juga bisa mengatakan dengan lancar. Namun, setelah itu tenggorokannya terasa tercekat. Dia harus siap menerima respons istrinya yang pasti di luar nalar.


Abbey tersenyum kemudian tertawa secara perlahan. Beberapa menit kemudian, tawanya pecah.


"Jadi, kamu mendapatkan pekerjaan di bengkel? Apa kamu tahu gaji karyawan bengkel itu berapa?" tanya Abbey dengan tatapan yang tidak mampu diartikan oleh Rylee. "Kupikir kalau kamu bekerja di sebuah perusahaan. Mungkin sebagai kepala bagian suatu divisi atau apa. Kalau hanya sebagai karyawan bengkel, bisa kupastikan kalau aku akan bekerja!"

__ADS_1


__ADS_2