Baby Berondongku

Baby Berondongku
Bab 15. Kecurigaan Van


__ADS_3

"Tidak perlu, Helen. Aku bisa pergi sendiri," tolak Anne. Rasanya canggung sekali berjalan bersamanya.


"Kenapa? Apa kamu takut? Aku tidak menggigit, Anne!" canda Helen. Walaupun di dalam hatinya ingin sekali mencakar wanita itu kalau terbukti dia yang selama ini disembunyikan suaminya.


"Helen, jangan paksa Anne kalau memang tidak mau." Van mencoba melerai mereka.


Mendapatkan pembelaan dari Van, agaknya Helen harus bersabar sebentar. Tinggal tunggu waktunya saja untuk meledakkan semua. Van yang hancur atau semuanya akan hancur.


"Pergilah, Anne! Kita tunggu di meja makan. Ayo, Sayang! Ayo, Thanos!" ajak Helen.


Semua sudah meninggalkan kamar Abbey. Tersisa Abbey dan Zaylin yang sedang menunggu sarapan pagi mereka.


"Helen mengerikan!" ucap Abbey.


"Semua wanita pasti seperti itu, Abbey. Apalagi Van adalah pengusaha dan penguasa. Dia juga kaya. Pastinya banyak wanita yang mau."


"Memangnya kamu mau?"


"Tidak, Abbey. Seleraku bukan Van!" sangkal Zaylin.


Abbey tidak tahu kalau sebenarnya Zaylin sudah mengagumi Thanos. Kalaupun Thanos hancur dengan Anne, itu adalah kesempatan bagus untuk masuk ke dalam kehidupan Thanos. Lagi pula, Abbey tidak akan mempermasalahkan. Jadi, biarkan Helen saja yang menghancurkan pernikahan mereka.


"Zaylin, kurasa aku harus segera pulang. Aku penasaran dengan permintaan dokter untuk melakukan tes kehamilan. Walaupun aku sangat yakin, tetapi–"


"Kamu meragukannya, bukan? Sudahlah, Abbey. Kamu hamil. Aku yakin itu. Apakah kamu berencana menggugurkannya?" tanya Zaylin.


"Tidak! Aku bukan pembunuh, Zaylin. Kalaupun dia memang ada dan tumbuh di dalam rahimku, aku yakin ada sesuatu yang menungguku."


"Bagaimana dengan orang tuamu? Apa mereka bisa menerimanya?"


Justru itu yang menjadi masalahnya sekarang. Abbey tidak mungkin pulang lalu mengatakan bahwa dia sedang hamil. Laki-laki itu tidak bertanggung jawab. Orang tuanya pasti akan memaki Abbey yang bodoh dan rendahan.


"Aku tidak tahu, Zaylin. Sementara waktu aku akan menghilang saja. Aku akan mencari tempat di mana tidak seorang pun mengenaliku. Sementara di sini biarkan Helen ribut dengan suami dan rivalnya. Aku butuh ketenangan."

__ADS_1


Bagi Zaylin, ternyata Abbey jauh lebih bijak. Saat obrolan mereka terhenti, masuklah dua orang pelayan dengan membawa 2 nampan.


"Terima kasih," ucap Zaylin setelah menerima dua nampan itu lalu meletakkannya di meja.


Mereka pun segera keluar. Sementara Zaylin mengambil satu nampan lalu diletakkan di depan Abbey.


"Sarapan saja dulu," ucap Zaylin.


Sementara itu, di meja makan yang terletak di dekat kolam renang, suasana tampak hening. Helen sudah tidak selera lagi untuk menikmati anniversary-nya.


"Sayang, aku mau pulang! Abbey sedang hamil. Tidak bagus wanita hamil berlama-lama di sini," ujar Helen menjadikan temannya sebagai alasan.


"Nanti malam kita pulang. Besok pagi aku ada meeting di kantor. Bagaimana denganmu, Thanos?" tanya Van.


"Kami juga akan pulang. Bukankah kalau pergi bersama, pulangnya juga harus sama-sama?" Senyum merekah di bibir Thanos.


Tanpa disadari, Helen terlihat kesal sekali pada Thanos. Mungkinkah dia tidak merasa kalau Anne memiliki hubungan dengan pria lain?


Meninggalkan meja makan lalu menuju ke kamar. Van mengambil satu kotak perhiasan yang sengaja disiapkan untuk merayakan anniversary-nya hari ini. Walaupun sempat mengalami sedikit masalah, tetapi ini harus tetap berjalan.


Sekembalinya, suasana tetap sama. Anne, Thanos, dan istrinya tidak saling bicara. Mereka malah sibuk dengan makanan masing-masing. Sebelum mendekati Helen, Van sempat memberikan senyum termanisnya pada Anne. Namun, wanita itu tidak mengabaikannya. Dia hanya pura-pura merespon dengan senyum simpulnya.


"Sayang, ini hadiahnya. Aku pakaikan, ya!" Van meminta izin pada Helen.


"Terus saja melakukan drama, Van. Kita lihat saja siapa yang akan hancur. Hubungan kita atau hubunganmu dengannya," batin Helen.


Helen menyingkap rambut panjangnya supaya Van lebih mudah memasang kalung itu. Sementara pandangan Helen terus saja memandang ke arah Anne, tetapi wanita itu malah mengalihkan pandangannya ke tempat lain.


"Wah, selamat anniversary, Helen! Semoga kalian segera diberi momongan," ujar Thanos.


"Iya, Thanos. Aku dan Van memang merencanakan bayi tabung sejak lama. Dalam waktu dekat, kami akan segera merealisasikannya. Harapan yang sama untukmu juga, Thanos," balas Helen.


"Tentu. Kita akan pergi ke rumah sakit, ya, Sayang," ucap Thanos pada Anne.

__ADS_1


Sayang sekali, Anne malah tidak menjawab ucapan suaminya sehingga Thanos pun menyenggol lengannya.


"Kenapa tidak fokus? Aku mengajakmu bicara!" ucap Thanos sedikit berbisik.


"Oh, maaf, Sayang. Aku sedang memikirkan jadwal pemotretanku. Maaf, ya."


Melihat kebingungan Anne, Van tahu kalau dia sedang cemburu. Namun, di situasi seperti ini tidak mungkin untuk bertemu. Kemungkinan baru bisa bertemu setelah kembali ke kota. Apalagi Helen terlihat mulai curiga sehingga menyalahkan Abbey dan mengira wanita itu adalah selingkuhannya.


"Maaf, Helen. Kali ini kamu salah. Biarkan saja kamu masih kesal pada Abbey. Aku akan memanfaatkan situasi ini," batin Van.


Sore hari diputuskan untuk bersiap pulang. Semula Abbey dan Zaylin yang berada di mobil Thanos diminta Helen untuk masuk ke mobilnya.


"Thanos, maaf, ya. Mobil Zaylin dan Abbey ada di rumah kami. Jadi, biarkan mereka ikut kami. Setelah dari sini, kamu dan istri bisa langsung pulang," ujar Helen saat memasukkan koper ke dalam bagasi.


"Ah, iya, Sayang. Helen benar. Lebih baik kita langsung pulang atau kita mau mampir sebentar ke suatu tempat untuk mengenang masa indah kita," ujar Anne dengan suara bergetar. Dia berniat membalas Helen sekaligus membuat Van cemburu.


"Itu jauh lebih baik, Anne. Semoga selalu bahagia," balas Helen geram.


"Kalian mau mengobrol terus atau langsung pulang?" tanya Zaylin yang saat ini berada di dalam mobil.


"Ayo, Sayang!" ajak Helen pada suaminya.


Mereka berpisah di halaman vila. Sepanjang perjalanan tampaknya Helen enggan berbincang dengan Van. Zaylin mampu merasakan karena tahu sifat Helen seperti apa. Dia tidak tahan untuk diam.


"Van, kalau tidak mau terbakar, jangan bermain api!" tegur Zaylin.


Van sedikit terkejut. Apa mungkin Zaylin tahu dari Abbey? Kalau memang seperti itu, Van harus melakukan sesuatu pada teman istrinya itu. Jangan sampai hubungannya dengan Anne hancur begitu saja. Van sangat mencintai Anne dan mulai melupakan Helen.


"Kamu bicara apa, Zaylin? Itu hanya omong kosong!" sanggah Van.


Abbey malah tidak mendengar apa yang mereka ucapkan. Pikirannya jauh menerawang ke mana akan pergi setelah ini. Mengenai apartemennya akan dititipkan pada pengembang. Sementara dia tinggal menerima biaya sewanya saja. Itu akan jauh lebih mudah digunakan untuk biaya hidup di tempat barunya nanti.


"Abbey, apa kamu mendengar Van?" tanya Zaylin mencoba menepuk pundak Abbey.

__ADS_1


__ADS_2