Baby Berondongku

Baby Berondongku
Bab 64. Menyembunyikan Sesuatu


__ADS_3

Abbey meminta izin pada Rylee supaya diizinkan bertemu dengan Thanos. Salah satu rencananya adalah untuk memastikan bahwa niat Thanos melamar Zaylin itu memang serius, bukan sekadar untuk mempermainkan perasaannya atau berniat balas dendam kepada Anne.


"Pikirkan lagi kondisimu, Sayang! Kau sedang hamil muda. Tak seharusnya mengurus urusan orang lain." Teguran Rylee seperti suami yang peduli pada istrinya.


"Oh, ya? Kau masih peduli padaku, hemm?"


Selama ini Abbey tidak lagi berbicara perihal pekerjaan Rylee. Beberapa kali orang tua Abbey menawarkan supaya menantunya itu memegang kendali perusahaan. Jadi, mereka tak perlu mencari orang lain lagi untuk mengurus perusahaan.


"Abbey, pembicaraan kita belum selesai. Tolong jangan bersikap seperti anak kecil!"


"Aku? Bukannya kau yang seperti anak kecil?"


Rylee menatap sendu wajah istrinya. Terlihat kelelahan dengan perutnya yang semakin membesar. Dia juga salah sebab tidak mau mendengar penuturan papanya. Seharusnya dia tidak mengajak Abbey untuk hidup mandiri. Bekerja di perusahaan, membantu Eric, dan menjadi anak yang baik harus dilakukan. Nyatanya selama ini Rylee selalu menjadi pembangkang.


"Oke, sorry. Sebenarnya aku punya permintaan untukmu, Sayang."


Abbey tak menjawab. Dia malah fokus mengirimkan pesan kepada Thanos supaya pria itu datang ke apartemennya. Lagi pula, bertemu di luar bukan solusi yang tepat.


"Sayang, sebaiknya kau berhenti bekerja di perusahaan Van. Aku berjanji padamu untuk memberikan yang terbaik untukmu. Percayalah padaku!" lanjut Rylee.


"Sudah kupikirkan dan akan segera aku lakukan."


Terdengar begitu mudah, tetapi mengapa Abbey sudah memutuskan itu tanpa diketahui oleh Rylee? Apakah di perusahaan sedang terjadi masalah?


"Kau tidak marah?"


"Buat apa aku marah? Memang aku berniat keluar dari perusahaan seusai pernikahan Eric, tetapi ini bukan karena dirimu, Rylee. Aku sengaja resign hanya untuk menghormati kakak iparku saja. Ya, kau tahu kalau Helen pernah disakiti Van. Aku hanya tidak mau menjadi masalah lagi di kemudian hari."


Tak ada gunanya mendebat. Rylee cukup senang setelah tahu alasannya. Tak masalah kalau bukan dirinya, tetapi setidaknya Rylee tidak kesulitan memaksanya.


Beberapa menit seusai wanita hamil itu mendiamkan suaminya, bel pintu apartemen berbunyi. Secepat itukah Thanos datang? Apakah pria itu sengaja karena masih merindukan mantan kekasihnya, Abbey?


"Hai, Thanos! Apa kabar?" sapa Rylee yang kebetulan membukakan pintunya.

__ADS_1


"Aku baik. Kebetulan aku lewat di jalanan sekitar apartemen kalian. Abbey mengirim pesan padaku. Jadi, aku langsung saja mampir. Tidak masalah, 'kan?"


"Masuklah!" Rylee kembali menutup pintu lalu mempersilakan pria itu untuk duduk. "Duduklah! Aku akan panggilkan Abbey."


Kebetulan Abbey sedang berada di dalam kamarnya. Ketika Rylee berniat untuk memanggilnya, Abbey keluar menggunakan pakaian yang cukup seksi dengan perut buncitnya. Seketika Rylee merasa cemburu untuk pertama kalinya.


"Kau yakin mau menemui mantan kekasihmu dengan penampilan seperti itu?"


Abbey menunduk sekilas lalu memandangi penampilannya. Dia merasa tidak ada masalah. Lagi pula, Thanos juga tidak akan menginginkan dirinya lagi.


"Jangan cemburu! Thanos bukan pria yang kau pikirkan. Tenang saja."


Tetap saja Rylee tidak terima itu. Dia mengekor di belakang sang istri tanpa berbicara lagi sepatah kata pun.


"Hai, Thanos! Senang bertemu denganmu." Abbey memberikan pelukan selamat datang lalu memilih duduk di tempatnya sekarang.


"Aku juga, Abbey. Terima kasih sudah mengundangku untuk datang kemari."


Basa-basi sejenak sebelum ke inti masalahnya. Ini bukan tentang dirinya, melainkan soal Zaylin. Abbey tidak mau kalau Thanos hanya mempermainkan dirinya saja.


"Aku serius."


Rylee dan Abbey saling pandang. Kejutan yang tidak masuk akal, tetapi melihat manik mata Thanos yang tidak menyiratkan kebohongan menurut pandangan pasangan suami istri tersebut.


"Kalau begitu, aku tunggu pembuktianmu, Thanos. Jangan jadikan Zaylin sebagai pelarian dari masalahmu dengan Anne. Aku tahu kalau Anne meminta rujuk kembali denganmu, kan?" Lagi-lagi Abbey menyudutkan Thanos.


Thanos tidak terkejut lagi. Van pasti sudah berbicara mengenai Anne yang sudah membelot dari hubungan yang sebenarnya. Dia bahkan dengan terang-terangan menemui Thanos untuk meminta rujuk langsung.


Thanos sama sekali tidak menanggapi. Justru dengan menolak Anne sama halnya menyiksa wanita hamil itu. Dia sangat tidak peduli.


"Besok aku akan menemui Zaylin lagi. Kalau dia setuju, kami akan segera membicarakan pernikahan. Aku tidak mau menunggu lama lagi sebelum Anne berbuat sesuatu yang merugikanku lagi."


Tunggu! Ada yang aneh dengan ucapan Thanos barusan. Namun, Rylee yang menyadari semua itu segera menepis pikiran masa lalu Abbey. Sepertinya ada hal yang dilewatkan kala itu.

__ADS_1


"Itu jauh lebih baik, Thanos. Segera tentukan pilihanmu sebelum semuanya berubah," sahut Rylee cepat.


"Tentu. Kalau begitu, aku langsung pamit, ya! Sampai jumpa lagi di hari pernikahanku nanti."


Terlalu percaya diri sekali pria itu. Namun, Abbey tidak masalah asalkan Thanos membuktikan ucapannya.


Setelah tamu mereka pergi, Abbey berniat masuk ke kamar. Dia ingin berbaring di ranjang sebelum makan malam tiba.


"Sayang, kapan kau berencana resign?"


"Secepatnya. Kenapa?"


"Aku berencana untuk membawamu kembali sebelum anak kita lahir."


Sikap Abbey yang semula santai mendadak berubah drastis. Sepertinya dia tidak menyukai keputusan Rylee, tetapi tidak mengucapkan satu kata pun.


"Apakah kau menolak rencanaku?" tanya Rylee lagi.


"Tidak. Hanya saja aku ingin agar kita pergi setelah Zaylin menikah."


Tentu saja Rylee tidak setuju. Mereka tidak akan memutuskan pernikahan secepat kilat. Terlebih urusan Thanos dan Anne sedang bermasalah. Itu juga akan menjadi kendala hubungan mereka nantinya.


"Itu terlalu lama, Abbey. Dokter kemungkinan besar akan melarangmu untuk terbang. Aku yakin itu, padahal aku ingin ketika anak kita lahir nanti, mama papaku adalah orang yang melihat cucunya setelah kita."


Rylee benar. Tinggal beberapa bulan lagi Abbey akan melewati masa-masa itu. Cepat atau lambat, mereka harus segera meninggalkan tempatnya yang sekarang.


"Ya, aku tahu. Hanya saja, bagaimana dengan pekerjaanmu?"


Abbey tahunya kalau Rylee bekerja di sebuah bengkel yang sempat menjadi perdebatan kala itu. Namun, tanpa dia ketahui, pria itu rupanya sudah bekerja di tempat lain tanpa sepengetahuan sang istri.


"Aku tidak pernah bekerja di tempat itu, Abbey. Aku sudah lama bekerja di tempat yang mungkin akan membuatmu agak terkejut. Ya, meskipun aku berangkat bekerja seperti biasa, kau tidak perlu khawatir. Aku bekerja di tempat yang tepat dan seharusnya berada di sana."


Abbey menggeleng tidak paham. Selama ini soal keuangan, Abbey memang tidak pernah berharap mendapatkan dari suaminya sebab dia tidak tega melihat pekerjaannya yang sekarang. Bodohnya Rylee, pria itu juga tidak pernah memberikan sepeser pun uang tabungannya selama ini.

__ADS_1


"Tunggu! Kau menyembunyikan sesuatu dariku?"


__ADS_2