Baby Berondongku

Baby Berondongku
Bab 58. Perbincangan Wanita Hamil


__ADS_3

Setelah perdebatan panjang bersama, Rylee rupanya tidak setuju. Dia memiliki pemikiran yang tidak baik tentang Van. Oleh karena itu, Rylee meminta Abbey untuk menjauhi Van dengan cara apa pun. Dia tidak melarang Abbey bekerja, tetapi harus bisa jaga diri dan tidak terlalu dekat dengan pria itu.


Tentu saja Abbey merasa kesal sebab suaminya itu terlalu membatasi. Namun, daripada perdebatan panjang itu semakin menjadi, maka Abbey memutuskan untuk diam.


Setelah malam itu, Eric membawa Helen terbang ke negaranya untuk meminta restu pada orang tua Eric. Setelah itu, mereka secepatnya memilih untuk menikah.


Sementara Abbey, dia tetap bekerja di perusahaan Van. Namun, sebelum Abbey pergi bekerja, dia meminta uang pada suaminya.


"Rylee, hari ini aku butuh uang untuk kontrol kehamilanku. Sudah beberapa minggu kita tidak pergi ke rumah sakit. Apakah kau memiliki uang?" tanya Abbey sembari menyiapkan sarapan pagi.


"Aku belum punya uang, Abbey. Ada sisa di rekeningku, tapi tidak banyak. Nanti aku transfer ke rekeningmu, ya? Kirimkan nomor rekeningmu padaku! Ketika aku berangkat kerja nanti, aku akan mentransfernya."


Rylee sedang memikirkan untuk mendapatkan uang dalam jumlah besar dan waktu yang cukup singkat. Tentu saja pekerjaan di bengkel itu tidak akan mendapatkan apa yang dia inginkan. Sementara sang istri, kebutuhannya semakin meningkat. Walaupun dia tidak banyak bicara, tetapi Rylee banyak belajar melalui internet.


Kebutuhan ibu hamil selain kontrol ke rumah sakit, mereka memerlukan uang untuk belanja kebutuhan ketika melahirkan. Tentu saja tidak hanya baju bayi, tetapi biaya rumah sakit dan perlengkapan bayi dari pakaian sampai box bayi.


"Hemm, baiklah! Sarapan saja sendiri, Rylee. Aku harus pergi bekerja sekarang. Sudah terlambat kalau harus menunggumu!"


Abbey mengambil sepatu tanpa hak sebab ibu hamil dilarang menggunakan high heels yang tinggi. Daripada terjadi sesuatu, Abbey pun mengikuti aturan yang didapat dari internet juga.


Pagi ini moodnya sedang baik sebab Rylee tidak membuatnya berada dalam kesulitan. Namun, ketika sampai di depan ruangan Van dan berniat ingin masuk memberikan jadwal pria itu, sebuah suara menghentikan langkahnya.

__ADS_1


"Abbey, tolong jangan masuk ke sana dulu! Tuan Van sedang bertemu dengan klien penting," ujar resepsionis yang mengejar Abbey ketika baru masuk. Hanya saja, wanita itu seperti tidak mendengar panggilannya.


Kenyataannya, di telinga Abbey sendiri terpasang earphone karena dia mendengarkan lagu-lagu yang indah. Ketika sampai di depan pintu Van, dia melepaskan earphone tersebut.


"Oh, maaf. Aku tadi mendengarkan lagu. Jadi, aku tidak tahu kalau kau memanggilku. Maaf, ya!"


"Tidak masalah. Memang sebaiknya kau menunggu sampai klien itu keluar."


Sejujurnya Abbey tidak tahu bahwa akan ada klien yang datang di pagi hari seperti itu. Dalam catatan jadwalnya, tidak ada pertemuan di pagi hari. Mengapa Van tidak memberitahukan itu padanya? Kali ini Abbey merasa bersalah dan lalai dalam menjalankan pekerjaannya.


Tidak lama, Abbey tidak tahu kalau tamu itu sudah keluar lalu digantikan oleh orang lain. Setelah beberapa lama menunggu, Abbey memutuskan untuk menemui Van. Dia mengetuk pintu. Tidak lama, pintu pun dibuka.


Abbey terkejut ketika melihat Anne sudah berada di dalam sana. Wanita itu tidak terkejut sebab tahu kalau Abbey adalah sekretaris senior suaminya.


"Kabarku baik, Anne. Bagaimana denganmu?"


"Sama baiknya denganmu. Oh, ya, apakah kau sudah kontrol kehamilan lagi?" Sebagai wanita yang kebetulan sama-sama hamil, Anne berhak bertanya apa pun. Apalagi dia adalah istri pemilik perusahaan itu.


"Duduklah, Abbey! Temani istriku sebentar! Aku mau keluar. Ada perlu," pamit Van.


"Sebenarnya aku ke sini karena ingin menjelaskan beberapa jadwal penting hari ini. Itu pun jika Anda bisa meluangkan waktu sejenak, Tuan Van!" tegas Abbey.

__ADS_1


Sebenarnya jadwal pagi ini tidak terlalu padat, tetapi mendadak Van menerima tamu pada pagi hari tanpa sepengetahuan sektretaris. Tidak masalah juga kalau itu kemauannya, hanya saja Abbey merasa kalau Van sudah banyak berubah.


"Tunggu saja sebentar! Aku hanya butuh waktu sekitar satu jam untuk keluar. Tunggu dan mengobrol saja dengan Anne! Hari ini aku tidak akan membuatmu sibuk soal pekerjaan. Lagi pula, kalian sama-sama hamil. Kurasa tidak ada salahnya bertukar informasi."


Ucapan Van memang benar, tetapi Abbey yang tidak nyaman terlalu lama bersama Anne. Jika dulu Anne telah berhasil merebut kekasihnya, maka sekarang wanita itu telah merebut bos sekaligus suami teman Abbey, yaitu Helen. Gara-gara perselingkuhan yang berakhir dengan kehamilan, Van harus bercerai dengan Helen.


Beruntung, tidak butuh waktu lama sampai Helen mendapatkan penggantinya. Sebentar lagi Van dan Anne pasti akan terkejut ketika mereka mendapatkan undangan dari Helen. Itu pun kalau Helen masih mau berhubungan dengannya. Jika tidak, mungkin Van dan Anne tidak akan menjadi saksi pernikahan besar itu.


"Baiklah, Tuan Van. Kalau itu permintaan Anda, aku akan di sini," ujar Abbey menyerah.


Setelah Van pergi, Anne kembali duduk di kursi suaminya. Terlihat sekali tampak nyaman di sana.


"Kau memang sekretaris yang luar biasa, Abbey! Suamiku saja sering mengunggulkan dirimu. Hanya saja, kau selalu kalah dalam hubungan percintaan. Oh, ya, mengapa kau tidak tertarik pada Van? Setahuku, skandal bos dan sekretaris itu sering kali muncul. Apalagi sekretarisnya secantik dan sempurna seperti dirimu!" ujar Anne.


Pendengaran Abbey menelaah bahwa ucapan Anne barusan adalah sebuah sindiran. Selain itu, Anne mencoba mengupas hubungan yang terjalin antara dirinya dengan Van. Terlebih sedari dulu Van memang sering kali merayunya, tetapi tidak pernah tebersit sekali pun untuk menjalin hubungan dengan Van. Alasannya, Van adalah suami Helen, teman dekatnya sendiri.


"Pantang bagiku teman makan teman, Anne! Walaupun Van sering kali merayuku, tetapi aku tidak pernah goyah. Helen pernah curiga padaku dan kau juga tahukan bagaimana dia membabi buta menyerangku? Kau juga pasti tahu sebab itu masih berhubungan denganmu."


Anne ingat betul ketika berada di penginapan kala itu. Dia harus mengendap-endap ketika bertemu dengan Van. Sampai Helen menuduh Abbey yang terbukti hamil anak pria lain.


"Aku minta maaf soal itu, Abbey. Aku tidak bermaksud membuatmu menjadi tertuduh sebab aku masih mencintai Thanos dan tidak ingin ada masalah dalam hubungan kami. Hanya saja, Helen terlalu terburu-buru sampai aku ketahuan hamil."

__ADS_1


Abbey menyesalkan bahwa Anne malah menuduh Helen sebagai penyebab terbongkarnya perselingkuhan yang melibatkan antara Anne dan Van.


"Helen tidak salah! Kaulah yang perlu introspeksi diri! Kurasa sedari dulu bakatmu memang merebut pria milik wanita lain, Anne. Sorry, aku berkata demikian sebab aku sendiri pernah menjadi korbanmu juga, 'kan?" Abbey tidak perlu sungkan lagi untuk menuding istri baru Van itu.


__ADS_2