Baby Berondongku

Baby Berondongku
Bab 42. Pernikahan


__ADS_3

"Aku memang ingin menikah dengan Abbey, tetapi setelah kupikir panjang, tidak seharusnya aku memisahkan orang tua dengan anaknya," jelas Eric sehingga membuat kedua orang tua Abbey tampak terharu.


"Kamu rupanya berbesar hati untuk ini, Eric. Sebenarnya kami tidak salah saat menjodohkan kamu dengan Flo, tetapi posisinya lebih dulu adikmu mengenalnya. Sungguh ini bukan sebuah kebetulan yang tidak masuk akal, tetapi semuanya membawa cerita bahwa aku dan papamu pasti berbesanan," ujar Arthur.


Philo dan Dixie masih geram, tetapi pihak dari catatan sipil segera mengatasinya. Mereka meminta agar Rylee segera bersanding dengan calon pengantin wanita, tetapi Dixie tampak ragu. Secara tidak langsung, Eric sudah didahului oleh adiknya dan menurut kepercayaannya, Dixie tidak suka.


Kehidupan Eric di masa mendatang pasti akan diremehkan orang lain. Terlebih kegagalan pernikahannya karena sang adik lebih dulu mengambil alih semuanya.


"Lanjutkan saja, Rylee. Kamu harus bertanggung jawab atas apa yang sudah Eric serahkan padamu. Papa cuma ikut apa kata hati saja," sahut Philo.


Merasa mendapatkan restu dari semua orang, Rylee segera berdiri di samping Abbey. Walaupun terlihat senang, tetapi Abbey juga berhak memikirkan kebaikan Eric.


Tanpa sepengetahuan semua orang, Eric rupanya sudah membereskan foto pra-wedding. Tentu saja dilakukan oleh orang-orang suruhannya. Sementara para tamu undangan, tidak peduli mereka mau menikah dengan siapa asalkan kedua keluarga itu tetap bersatu.


Saat Eric hendak meninggalkan tempat acara, Abbey segera memanggilnya. Merasa telah mengecewakan, dia harus meminta maaf terlebih dahulu.


"Eric, tunggu sebentar!" Abbey berbalik. "Bagaimana dengan kelanjutan hidupmu? Aku tahu bahwa kamu pasti terluka."


Eric tidak kehabisan akal. Mungkin pelarian adalah jalan terbaik kali ini. Tidak adalagi yang bisa dipilih, kecuali satu teman Abbey. Sama-sama pernah berada di posisi tersulit.


"Aku akan melanjutkan hidup bersama Helen," ujar Eric yakin.


Status pernikahan Helen masih dalam proses perceraian. Orang tua Eric tidak tahu, tetapi saat mereka tahu, mungkin saja banyak pro dan kontra atas hubungan itu.


"Eric, jangan bercanda!" tegur Helen. "Aku dan–"


"Mungkin Helen masih malu-malu. Jadi, lebih baik kalian berdiri berdampingan. Kita lakukan pernikahan ini dengan cepat. Kasihan petugasnya sudah menunda-nunda sejak tadi," sahut Zaylin memutus ucapan penolakan Helen pada Eric.


Zaylin benar. Pernikahan ini harus segera dilangsungkan. Mengingat para tamu undangan juga sudah menunggu kelanjutan pestanya setelah ini.

__ADS_1


Rylee dan Abbey tampak bahagia. Janji suci yang mereka ucapkan bersama-sama seakan membuktikan bahwa takdirnya pasti bersama. Setelah itu, cincin pernikahan yang semula disiapkan untuk Eric dan Abbey, kini dikenakan pasangan pengantin baru itu.


"Selamat atas pernikahan kalian!" ujar keluarga yang ada di sana.


Genggaman erat tangan Rylee menunjukkan bahwa dia benar-benar mencintai Abbey. Setelah itu, mereka segera naik ke pelaminan untuk melanjutkan resepsi pernikahan.


Para tamu undangan turut berbahagia walaupun calon mempelai prianya sempat ditukar menjadi adiknya, tetapi mereka bisa memaklumi. Mungkin karena sesuatu yang mereka alami.


"Selamat atas pernikahannya. Semoga selalu bahagia," ujar salah satu tamu undangan.


"Terima kasih. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya selama pernikahan kami berlangsung," balas Rylee.


"Tidak mengapa, Tuan Rylee. Itu sudah biasa terjadi. Terkadang adik dan kakak memperebutkan wanita yang sama. Itu bukan rahasia lagi, tetapi keikhlasan Tuan Eric membuat kami yakin bahwa hubungan persaudaraan kalian sungguh luar biasa. Apalagi dengan orang tua kalian yang tidak mempermasalahkan perkara ini. Aku benar-benar salut!"


Mereka memang mengelu-elukan Eric dan orang tuanya, tetapi Rylee tidak peduli. Setidaknya dia dan Abbey sudah menyatu menjadi sepasang suami istri.


"Terima kasih." Rylee cuma bisa mengatakan hal itu. Terlebih ini mengenai hubungannya dengan Eric. Mungkin setelah pernikahan, Rylee akan mempertegas lagi bahwa yang layak menjadi suaminya memang hanya Rylee.


Saat puncak pesta pernikahan itu terjadi, Eric rupanya keluar dari ballroom hotel tersebut. Dia sudah melepaskan segalanya dan mengembalikan pada sang adik.


"Kalian berhak bahagia. Tidak sepantasnya aku merebut kebahagiaan itu dan menaburkan luka pada diri Abbey. Aku justru takut kalau Abbey dan bayinya kenapa-napa," gumam Eric yang berada di sebuah tempat dan jauh dari keramaian.


Sementara itu, di ballroom hotel telah mencapai puncak acara. Sebuah pelemparan buket bunga pengantin yang sudah lama ditunggu oleh para tamu undangan. Terlebih yang muda-muda.


Abbey memberikan kode pada Helen dan Zaylin untuk ambil bagian pada acara yang seru itu. Walaupun Abbey telah menikah, dia tidak akan melupakan kedua temannya yang sudah datang ke pernikahannya.


"Satu, dua, tiga!" teriak Master of Ceremony.


Rupanya bunga itu tahu ke mana dia harus jatuh. Ya, tangan Helen-lah yang berhasil mendapatkannya.

__ADS_1


"Wow, selamat, Sayang! Tidak akan lama lagi kamu akan menyusul Abbey untuk menikah," kata Zaylin.


"Hei, aku dan Van belum–"


"Aku tidak suka kalau kamu menyebutkan nama pria bajingan itu di hari bahagia teman kita. Oh, ya, jangan lupakan bahwa Eric juga tidak akan main-main dengan ucapannya," balas Zaylin pelan.


Sementara Rylee dan Abbey menghampiri keduanya untuk mengajak minum-minuman beralkohol yang disediakan, tetapi Abbey tidak boleh minum.


"Selamat, Helen. Kamu sangat beruntung," ujar Abbey.


"Terima kasih sudah mengundangku, Abbey. Semoga kamu juga selalu bahagia. Semoga saja kelakuan Rylee tidak seperti bajingan itu!" ujar Helen yang masih geram.


"Tentu saja tidak. Aku memang brengsek, tetapi sangat bertanggung jawab. Lihat saja setelah ini," balas Rylee tidak ingin direndahkan.


Mereka pun tertawa. Namun, saat pembicaraan itu masih berlangsung, mereka tidak melihat keberadaan Eric. Rylee mencarinya karena ingin berterima kasih pada kakaknya yang benar-benar rela melepaskan Abbey untuknya.


"Apa kalian melihat Eric?" tanya Rylee.


"Aku tidak bertemu dengannya lagi setelah pernikahan kalian berlangsung," balas Zaylin.


Tidak mudah berbesar hati dengan mau mengalah pada adiknya. Selama beberapa hari ini Eric memang sedang memutar otak untuk memutuskan sesuatu yang besar. Awalnya, hal itu pasti menjadi pro dan kontra keluarganya. Namun, mengingat janin yang sedang Abbey kandung adalah milik adiknya, dia tidak sampai hati merebut Abbey walaupun dia sudah jatuh cinta pada pandangan pertama.


"Nanti kita temui setelah acara ini selesai," balas Abbey mencoba menenangkan suaminya.


"Wah, kalau boleh saran, sebaiknya segera putuskan panggilan sayang untuk pasangan yang baru menikah ini! Jangan sampai terganggu dengan kami yang sudah berpengalaman," canda Zaylin.


Jelas saja. Zaylin sudah beberapa kali menjanda, sedangkan Helen baru saja memproses untuk mendapatkan status tersebut.


"Kurasa bukan itu yang penting, Zaylin. Ada hal yang lebih penting lagi dari itu," ujar Abbey memberikan teka-teki.

__ADS_1



__ADS_2